Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Event Bau Nyale, dan Tugu Mandalika

REP | 24 February 2013 | 18:52 Dibaca: 217   Komentar: 0   0

Pagi tadi, Saya melintas di jalan Jend. Sudirman Praya, Lombok Tengah. Ada yang menarik perhatian Saya dipenghujung barat jalur ganda tersebut, tugu (patung) Putri Mandalika yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat kalangan budayawan Bumi Gora karena dinilai tidak sesuai dengan sejarahnya, terlihat sedang dibongkar dan dipindahkan kesebuah mobil bak terbuka diseberang jalan.

Tugu ini mengabadikan legenda pengorbanan Putri Mandalika, seorang Putri Raja yang cantik jelita dari sebuah kerajaan dimasa itu, yang lebih memilih tubuh indahnya dinikmati oleh rakyatnya dengan cara menceburkan diri kelaut dari pada harus menjadi rebutan pangeran-pangeran yang bermaksud mempersuntingnya, dan hingga kini diyakini putri tersebut menjelma menjadi cacing laut yang dikenal dengan nama “Nyale”.

Adapun lokasi terjunnya Putri Mandalika diyakini berada disekitar pantai Seger, Kuta, yang letaknya berada diselatan Pulau Lombok. Atas dasar inilah masyarakat serta budayawan mempertanyakan posisi Tugu Mandalika tersebut, yang sebagaimana kita ketahui berada ditengah Kota Praya serta menghadap ke utara.

Sepertinya hari ini Tugu tersebut tengah di “ekseskusi”, karena menurut informasi yang Saya runut dari akun twitter @InfoLoteng, Tugu tersebut rencananya akan dipindahkan kepantai Seger, Kuta agar lebih sesuai dengan legenda yang dipercaya masyarakat Lombok Tengah. Mungkin juga karena kian dekatnya Even Bau Nyale (tangkap nyale) yang rutin diselenggarakan Pemkab Loteng tiap tahunnya.

Salam :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 5 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 8 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 11 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 11 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Jangan Biarkan Anak Mengerjakan PR Sendiri …

Guntur Cahyono | 8 jam lalu

Review “Mobius” Thiller atau Drama …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Hujan dan Rinduku …

Redha Wahyu Pradana | 8 jam lalu

Pemuda Dambaan Umat …

Neti Nurhayati | 9 jam lalu

Peneliti Ternak Temukan Pakan Unggas …

Patar Uddin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: