Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Mumu Julius

slalu ngopi dengan berfikir

Sikap Westernisasi Sudah Mendominasi Kita

OPINI | 30 January 2013 | 20:03 Dibaca: 1051   Komentar: 2   1

di tengah kondisi masyarakat yang mempunyai nasionalisme yang kuat, dan kental akan budaya dan kental juga akan tradisi yang terbentuk oleh lingkungan sopan dan santun itu. Ada juga yang sudah kehilangan sikap budaya dantradisi itu tersebut, dan kemanakah kehilangan budaya dan tradisionalisme dan nasionalisme kita ?
namun lagi sikap westernisasi sudah menaruh kehidupan di negri kita ini. Westernisasi adalah Sebuah arus besar yang mempunyai jangkauan politik , sosial , kultural dan teknologi. Arus ini bertujuan mewarnai kehidupan bangsa - bangsa terutama pada masyarakat dengan gaya barat.
dampaknya tergesernya budaya tradisional.adanya perbedaan sikap ataw gaya dari orang yang mengikuti gaya western.
1. Kehidupan

kehidupan di negri kita ini mulai ada pengkotakan, contoh. Dalam kehidupan di dalam kota kita lihat mereka sudah menimbulkan sikap individualisme dan karakter ini sudah membunuh sikap harmonis dalam masarakat kita.

2. Tergesernya budaya tradisional

seharusnya kita bangga menjadi orang indonesia, karena kita di sebut dengan Negara akan budaya. Namun kita tidak sadar dengan adanya perubahan secara drama. Seolah olah kita di ninabobokan oleh sikap westerinisasi ini. Dalam contoh kita lihat di sekolah atau di perguruan tinggi. ,manakah yang lebih dominan. Lagi lagi barat lah menjadika objek fital ajang final nya. Dampaknya budaya kita terjual murah dan tidak di hargai karya dan seninya .

3. Kehilangan idealis dan nasionalis

idealis orang Indonesia itu bersikap sederhana, mempunyai prinsip yang kuat dan berprilaku sopan santun. Namun semua ini sudah terbalik ! mereka membalikan itu dengan sebaliknya. Bersikap hedonis.
nasionalisme kita itu sesunguhnya sangat kuat sekali. Namun tak tau kenapa asyarakat kita lebih bangga memakai lambang atau semacam syimbol asing di dalamnya .
bang karno pun pernah ber pesan “Nasionalisme kita sedang mengalami ujian berat bagai burung terbang dalam pusaran badai. Indonesia memang lahir dalam guntur peperangan, kata Bung Karno. Dan kini kita masih terus berperang, tidak melawan penjajah asing tetapi melawan segala kelemahan diri sendiri sebagai pribadi dan bangsa.”
sebagai orang Indonesia kita jangan tergoyah oleh hegomoni barat yang begitu meledak di bumi kita ini. Dan mari kita kuatkan budaya tradisional dan nasionalisme kita, supaya tidak hilang jati diri kita!!!

aku hanya bias pesan pada negri ku ini melewati puisi kecilku

kemana kau pergi fanatisme nasionalisme mu ini ?
kemana budaya, tradisi, adat. Suku, dan ras mu itu ?
kemana jiwa negri tropismu ?
dan kemana prinsip prinsip mu yang terbang itu ?

(mari kita berlari membawa bendera sendiri demi masa depan )

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | | 24 April 2014 | 23:45

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Hasil Drawing AFC U-19: Masuk Group Neraka, …

Ethan Hunt | 2 jam lalu

Partai Manakah Dengan Harga Suara Termahal? …

Chairul Fajar | 12 jam lalu

Siapa yang Akan Bayar Utang Kampanye PDIP, …

Fitri Siregar | 12 jam lalu

Riska Korban UGB jadi “Korban” di Hitam …

Arnold Adoe | 14 jam lalu

Tangis Dahlan yang Tak Terlupakan …

Dedy Armayadi | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: