Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Amie Andari

Pecinta travelling, fotografi, dan masih terus belajar dalam menulis. Mimpi terbesar adalah ingin menimba pengalaman selengkapnya

Cara Orang Mesir Tarawih, Beda Loh..

REP | 11 August 2012 | 18:03 Dibaca: 614   Komentar: 18   5

Selama tinggal di Kairo hampir setahun ini saya cukup jarang berkunjung ke mall bahkan mungkin bisa dihitung pakai jari. Masuk bulan ramadhan saya bahkan nyaris tidak pernah menginjakkan kaki ke mall kecuali untuk belanja bulanan saja itu pun jarang, karena saya lebih suka ke pasar tradisional. Dan terus terang bertahan untuk tidak ke mall adalah prestasi buat saya hehehe…

Karena tidak tertarik pergi ke mall, sebagai gantinya untuk refreshing saya coba untuk menikmati suasana Kairo menjelang berbuka puasa dan saat tarawih. Karena biasanya ibadah shalat tarawih kami lakukan berjamaah di rumah. Kegiatan luar rumah ini saya rasa lebih menarik ketimbang pergi ke mall yang isinya paling cuma itu-itu saja, nggak ada yang cocok. Karena beberapa hari lagi kami akan mudik ke Indonesia, sisa waktu Ramadhan di Kairo kami manfaatkan untuk menikmatinya di luar rumah. Menikmati suasana ramadhan yang tentu berbeda dengan suasana di tanah air.

Setelah Jum’at (3/8) ngabuburit di Khan Khalili, berbuka puasa di pinggir jalan, dan sholat maghrib di Masjid Al-Azhar maka hari Senin malam kemarin (6/8) saya, suami dan anak-anak ditemani dua orang mahasiswa Al-Azhar sahabat kami pergi menunaikan tarawih di salah satu masjid tertua di Kairo, masjid Sultan Hasan. Ingin merasakan atmosfer Ramadhan di masjid ini karena hari Kamis (9/8) kami sudah berangkat mudik ke negeri tercinta.

***

Selepas buka puasa sekitar jam 20.00 CLT kami berangkat. Perjalanan dari Maadi ke Masjid Sultan Hasan memakan waktu sekitar 15 menit, tapi sedikit terjebak kemacetan di dekat Sayyida Aisyah sehingga sedikit tertinggal jama’ah sholat isya’. Karena begitu sampai di pintu gerbang masjid sholat Isya’ sudah dimulai. Suasana di luar masjid terlihat agak gelap dan minim penerangan. Tapi begitu memasuki masjid keeksotisan masjid tua ini semakin terasa. Terlebih lagi suara imam masjid yang bergema seantero bangunan menambah khusuk suasana.

1344433204919815087

Suasana Tarawih di Masjid Sultan Hasan, Kairo (motret pakai HP)

Kebetulan sholat isya’ baru selesai tapi tarawih belum dimulai, segera kami masuk ke dalam shaf wanita untuk melaksanakan sholat isya’. Ruangan di masjid ini cukup nyaman karena halaman tengahnya terbuka jadi  tanpa pendingin ruangan pun sama sekali tidak terasa gerah, maklumlah suhu rata-rata Kairo saat musim panas sekitar 38-40 derajat celcius.

10 menit kemudian, sholat tarawih di mulai. Ada hal yang tidak biasa terutama buat saya yang orang Indonesia, jamaah wanita di depan dan di kanan kiri saya terlihat memegang qur’an pada waktu sholat sudah di mulai. Sepertinya mereka mengikuti apa yang dibaca oleh imam. Jadi posisi berdiri bukan bersedekap seperti orang sholat pada umumnya tapi memegang Al-Qur’an.

Bacaan tartil imam masjid ini memang luar biasa, karena memang umumnya yang menjadi imam di masjid-masjid Kairo adalah hafiz (orang yang hafal qur’an). Ruangan yang tinggi dan luas membuat suara imam bergema, indah, dan syahdu.  Satu rakaat imam membaca  1 hizb, cukup panjang dibandingkan tarawih di Indonesia. Tarawih di masjid ini biasanya dilakukan sebanyak 23 rakaat. Jika dalam satu rakaat imam membaca 1 hizb, mungkin tarawih akan berlangsung kurang lebih 1,5 sampai 2 jam. Ibu-ibu yang berada didepan saya malah duduk selama sholat berlangsung, dan baru beranjak dari tempatnya duduk setelah gerakan ruku’ dan sujud. Buat kita orang Indonesia ini juga tidak biasa ya?

13443705531888403772

Jama

Saya tidak mengikuti sholat tarawih sampai akhir karena anak-anak tidak tahan terlalu lama berdiri. Tapi kami tidak segera pergi meninggalkan masjid, duduk sejenak untuk menikmati interior megah masjid Sultan Hasan ini, namun waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 dan kami memutuskan pulang karena takut tidak bisa bangun sahur.

Salam hangat…

Tags: ngeblogsahur

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 6 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 14 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 14 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 17 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 17 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: