Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Ahmad Suhendra

Warga Bogor yang sedang mencari jati diri

Pesantren, Porseni, dan (Prestasi) Indonesia

OPINI | 06 June 2012 | 23:32 Dibaca: 258   Komentar: 7   3

13389814531405679817

Kegiatan PP. Al-Kamiliyyah,Cibarusah, Bekasi, Sumber: Dokumen Pribadi

PESANTREN, PORSENI, DAN (PRESTASI) INDONESIA

Ahmad Suhendra, S.Th.I

Pesantren merupakan ‘peninggalan’ lembaga pendidikan yang paling tua, yang sampai saat ini masih eksis dan berperan dalam mencerdaskan bangsa. Almarhum Gus Dur dalam salah satu karyanya mengungkapkan bahwa pesantren merupakan subkultur (Islam) Indonesia.

Saat ini pesantren tidak hanya melaksanakan pendidikan non-formal, tetapi juga pendidikan formal. Tidak sedikit pesantren yang memiliki sekolah yang berada satu lingkup dengan pesantren.

Sebagai lembaga pendidikan tentunya pesantren peran aktif dalam kemajuan bangsa. Tidak sedikit alumni pesantren menyumbangkan pemikiran dan keahliannya dalam bidang pendidikan sampai wilayah politik.

Jika kita menengok sejarah kemerdekaan, tidak sedikit para kiai dan santri ikut terlibat dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajah.

Bangsa ini juga pernah dipimpin oleh alumni pesantren dan sebagai kiai sekaligus cendikiawan, yakni KH. Abdurrahman Wahid. Beliau juga mempunyai jasa yang tak ternilai dalam perkembangan dunia pesantren di ranah nasional maupun internasional.

Selain nilai religius yang diterapkan dalam pesantren, sekarang pesantren juga mulai sedikir perkembangan dalam aspek pendidikan non-religius. Dengan demikian, ada perhelatan akbar dalam pekan olahraga dan seni dan pesantren (PORSENI PONTREN).

Porseni kabupaten bekasi sendiri akan dilaksanakan hari sabtu (19/11) bertempat di Pondok Pesantren Al-Kamiliyyah Cibogo kec. Cibarusah.

Perhelatan antara pesantren di kabupaten Bekasi tentunya dapat menjadi momentun untuk mencetak atlet nasional yang berjiwa santri. Dengan begitu, tidak hanya nilai-nilai angka kuantatif yang diharapkan, tapi lebih pada nilai-nilai kualiti sportifitas dan religius.

Jangan Mengejar Image

Pesantren tentu jangan melupakan nilai-nilai universal yang menjadi visi dan misinya. Dalam setiap perlombaan antar pesantren janganlah ingin menampilkan hasrat pencitraan, seperti para politisi dan para dewan terhormat yang duduk di parlemen.

Pesantren harus mewujudkan perbaikan karakter bangsa, dan harus lebih peduli dengan kondisi bangsa saat ini. Rakyat masih banyak yang membutuhkan ‘pertolongan’ dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan, sehingga pesantren harus lebih responsif.

Dan satu hal yang perlu diperhatikan, pesantren jangan keluar dari rel lembaga sosial-pendidikan-keagamaan dengan menyokong politik praktis melalui masa santri maupun jamaahnya. Pesantren justru harus mengawasi pemerintah, terutama pemerintah daerah, karena pesantren mempunyai peran penting dalam membentuk aspek sosio-psikologis masyarakat.

1338981557342864933

Logo INSAN KAMIL, Cibarusah, Bekasi, Sumber: Dokumen Pribadi

1338979877181597486

Logo PP. Al-Kamiliyyah,Cibarusah, Bekasi, Sumber: Dokumen Pribadi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Serangan Teror Penembakan di Gedung Parlemen …

Prayitno Ramelan | | 24 October 2014 | 06:00

Petualangan 13 Hari Menjelajahi Daratan …

Harris Maulana | | 24 October 2014 | 11:53

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Proses Kreatif Desainer Kover Buku The Fault …

Benny Rhamdani | | 24 October 2014 | 14:11

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 4 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 5 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 7 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 7 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Ada Esensi Pembelajaran Hidup dalam Lagu …

Yunety Tarigan | 8 jam lalu

Aplikasi Info KRL Anti-ketinggalan Kereta …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Review “The Giver” : Kegagalan …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Sudah Siapkah Indonesia Menghadapi AFTA …

Ira Cahya | 8 jam lalu

Brisbane akan jadi “Ibu Kota …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: