Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Hento2008

Praktisi Ayur Hypnotherapy dan Neo Zen Reiki. Menulis adalah upaya untuk mengingatkan diri sendiri. Bila selengkapnya

Cara Pandang Sufi Modern…….

OPINI | 19 December 2011 | 13:38 Dibaca: 640   Komentar: 1   0

Apakah uang bisa membuatmu bahagia? Jika uang bisa membuat diri bahagia, maka pundi-pundi uang pun tertawa terus. Apakah permata bisa menjadikanmu orang terkenal? Jika jawabannya ‘ya’ maka kambing pun terkenal karena mengenakan permata.

Mulla Nasruddin di undang ke suatu pesta pernikahan. Saat ia masuk hanya dengan mengenakan sarung, oleh penjaga pintu, kedatangannya pun ditolak. Alasannya, karena tidak mengenakan jas. Kemudian ia pulang dan mengenakan jas. Kembali lah Mulla Nasruddin ke pesta perkawinan. Akhirnya iapun masuk. Anehnya setiap kali minum atau makan, ia selalu menuangkannya ke baju. Ketika seorang bertanya, ia menjawab bahwa tanpa jas tersrbut ia tidak bisa masuk. Maka adalah kewajibannya berbagi makanan atau minuman.

Demikianlah semua dari kita begitu tersilaukan oleh harta benda. Semua asesoris luaran seakan menjadi suatu identitas diri. Walau saja kita tetap sadar bahwa semua akan ditinggalkan. Saudara pun tampaknya dekat sesungguhnya sangat jauh. Asumsi bahwa kita adalah pembuat masalah adalah benar adanya.

Seandainya saja kita punya kemampuan untuk tidak menanggapi serangan dari luat yang hanya betupa kata, dapat dipastikan tidak ada permasalahan yang timbul. Kesalahan pengidentifikasi diri yang menciptakan terjadinya konflik. Selama ego sentris berkuasa selama itu pula keributan tercipta pula.

Lucunya begitu betapa tidak sadarnya manusia. Segala konflik yang terjadi bermula karena ketersinggungan kepentingan yang berkaitan erat dengan eksistensi sebagai ego. Lupa tujuan kelahiran, yaitu untuk menundukkan ego. Bahkan menafikan ego. Semakin kita menaikkan ego semakin menjauh diri ini dari sumber sejatinya.

Cara kehidupan seorang sufi adalah cara yang tepat mengatasi konflik dunia yang semakin komplek. Para sufi mengajarkan hidup pelampauan diri. Yang berarti tidak lagi semata mengurusi diri sendiri tapi sudah mengalihkan perhatian mengurusi hal-hal yang bersifat untuk kepentingan umum. Kepentingan bersama. Kepentingan bumi ini. Kehancuran bumi identik dengan kehancuran kita bersama.

Kepentingan bersama membuat hidup para sufi begitu berarti bagi dunia. Semakin meluas cara pandang kita semakin bahagia rasa seorang sufi. Yang membuat lita stress adalah cara atau persepsi diri.

Cara pandang terhadap perjalanan kehidupan yang membuat seseorang menjado bahagia atau tidak.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ahok Lengser atau DPRD DKI …

I.t. Kriyonadhy | | 27 February 2015 | 23:59

Membaca Buku Akankah Menjadi Gaya Hidup?? …

Deassy M Destiani | | 27 February 2015 | 21:19

Bahasa Indonesia: Cerminan Budaya Bangsa …

Kevin Christian Wib... | | 27 February 2015 | 23:13

Unik! Batu Bercap Tapak Kaki Orang Kuno di …

Mawan Sidarta | | 27 February 2015 | 22:22

Sepasang Bintang yang Berlinang …

Andi Wi | | 27 February 2015 | 19:04


TRENDING ARTICLES

Ahok dan APBD 2014 Giring DPRD DKI ke Rumah …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

Nyalo UPS, DPRD DKI Dapat Untung 321 Milliar …

Abd. Ghofar Al Amin | 5 jam lalu

Bagaimana Ya Cara Memecat Wakil Rakyat? …

Marius Gunawan | 10 jam lalu

Stop Kumpulin Koin! …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Hati-hati, Ahok “Mengincar” …

Anna Melody | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: