Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Bang Nasr

Bangnasr. Masih belajar pada kehidupan, dan memungut hikmah yang berserakan. Mantan TKI. Ikut kompasiana ingin selengkapnya

Metode Menghafal Al-Qur’an

HL | 25 June 2010 | 08:38 Dibaca: 5389   Komentar: 33   7

Barangkali banyak metode dan cara untuk menghafal Al-Qur’an. Kebanyakan di kita cara menghafalnya ya melihat mushaf Al-Qur’an  halaman per halaman sambil mengingat dalamhati. Ada juga yang cara menghafalnya dengan menggunakan Mushaf Al-Qur’an dan terjemahnya agar mengerti maknanya dan biasa dihafal pertema. Cara ini pernah saya coba dan hasilnya juga cepat hafal. Dalam satu minggu alhamdulillah sudah hafal 1 juz. Tapi rupanya juga cepat hilangnya, karena memang niatnya buat ujian…hahahaaaaa

Tapi barangkali ada metode yang sepintas nampaknya sangat sederhana, tapi menjamin hafalan lebih tahan lama tidak hilang dari ingatan. Metode ini diterapkan di banyak negara Afrika dan Arab Meghribi. Caranya adalah menggunakan papan tulis, bahasa Arabnya ‘lawh’. Memang sulit dibayangkan kok kayu ditulisi tulisan dan bagaimana cara menghapusnya, kan 30 juz Al-Qur’an banyak banget. Papan tersebut sebelum ditulis, dioleskan tanah liat terlebih dulu kemudian baru ditulis diatasnya, sehingga kalau mau menghapusnya menggunakan air maka tulisannya akan hilang, demikian seterusnya. Tinta yang digunakan juga berbahan dasar bulu domba yang dimasak selama 5 jam dan dicampur air sedikit maka akan menghasilkan semacam tinta yang digunakan untuk menulis hafalan tersebut. Baru tahu aku….kirain menggunakan dawat cina!!!

Metode tersebut ringkasnya sebagai berikut, pertama-tama santri menghafal di depan Sheikh, kemudian hafalan tersebut ditulis di papan milik sendiri (masing-masing), kemudian tulisan tersebut dikoreksi oleh Sheikh; kemudian dia murajaah lagi rame-raem sambil berjalan mengitari ruangan, begitu seterusnya. Menurut pengalaman metode ini lebih lama hilang dari ingatan si penghafal karena dibantu oleh daya inget yang ditulis oleh tangan. Otak merekam memori dan tangan menuliskannya, begitu dst.

Inilah yang diterapkan di Pesantren Tahfiz Al-Qur’an di Zletin, Libya. Berikut beberapa gambarnya di bawah ini:

Halama depan Pesantren dan Makam Waliyullah Sidi Abd. Salam Al-Asmar Al-Fituri, Zletin, yang merupakan salah satu pesantren tertua di Libya.

dok. pribadi

dok. pribadi

Santri sedang menghafal (melancarkan hafalannya) dengan melihatpapan tulisan masing-masing. Metode ini lebih lama terekam dalam hati dan otak sehingga lebih baik dibandingkan metode menghafal lainnya yang rupanya lebih cepat hilang.

dok. pribadi

dok. pribadi

Santri sedang murajaah dan memperkuat hafalan sambil mengelilingi ruangan yang diperhatikan dan juga bahkan diikuti oleh Sheikh.

dok. pribadi

dok. pribadi

Santri sedang membersihkan tulisan di papan milik pribadi untuk dipergunakan tulisan dan hafalan baru. Sebuah cara sederhana namun memberi manfaat yang sangat besar.

dok. pribadi

dok. pribadi

Menyaksikan Abd. Rahman sedang menuliskan hafalannya, disaksikan Sheikh Abdullah, guru Tahfiz.

dok. pribadi

dok. pribadi

dan akhirnya ada juga santri yang kesasar sedang mencoba menuliskan hafalannya di papan hafalan disaksikan Sheikh Abdullah. walah…

Adakah diantara kompasiner yang mau mencobanya ?? Silahkan dan buktikan sendiri….

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 7 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 10 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 10 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: