Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Bang Nasr

Bangnasr. Masih belajar pada kehidupan, dan memungut hikmah yang berserakan. Mantan TKI. Ikut kompasiana ingin selengkapnya

Metode Menghafal Al-Qur’an

HL | 25 June 2010 | 08:38 Dibaca: 5383   Komentar: 33   7

Barangkali banyak metode dan cara untuk menghafal Al-Qur’an. Kebanyakan di kita cara menghafalnya ya melihat mushaf Al-Qur’an  halaman per halaman sambil mengingat dalamhati. Ada juga yang cara menghafalnya dengan menggunakan Mushaf Al-Qur’an dan terjemahnya agar mengerti maknanya dan biasa dihafal pertema. Cara ini pernah saya coba dan hasilnya juga cepat hafal. Dalam satu minggu alhamdulillah sudah hafal 1 juz. Tapi rupanya juga cepat hilangnya, karena memang niatnya buat ujian…hahahaaaaa

Tapi barangkali ada metode yang sepintas nampaknya sangat sederhana, tapi menjamin hafalan lebih tahan lama tidak hilang dari ingatan. Metode ini diterapkan di banyak negara Afrika dan Arab Meghribi. Caranya adalah menggunakan papan tulis, bahasa Arabnya ‘lawh’. Memang sulit dibayangkan kok kayu ditulisi tulisan dan bagaimana cara menghapusnya, kan 30 juz Al-Qur’an banyak banget. Papan tersebut sebelum ditulis, dioleskan tanah liat terlebih dulu kemudian baru ditulis diatasnya, sehingga kalau mau menghapusnya menggunakan air maka tulisannya akan hilang, demikian seterusnya. Tinta yang digunakan juga berbahan dasar bulu domba yang dimasak selama 5 jam dan dicampur air sedikit maka akan menghasilkan semacam tinta yang digunakan untuk menulis hafalan tersebut. Baru tahu aku….kirain menggunakan dawat cina!!!

Metode tersebut ringkasnya sebagai berikut, pertama-tama santri menghafal di depan Sheikh, kemudian hafalan tersebut ditulis di papan milik sendiri (masing-masing), kemudian tulisan tersebut dikoreksi oleh Sheikh; kemudian dia murajaah lagi rame-raem sambil berjalan mengitari ruangan, begitu seterusnya. Menurut pengalaman metode ini lebih lama hilang dari ingatan si penghafal karena dibantu oleh daya inget yang ditulis oleh tangan. Otak merekam memori dan tangan menuliskannya, begitu dst.

Inilah yang diterapkan di Pesantren Tahfiz Al-Qur’an di Zletin, Libya. Berikut beberapa gambarnya di bawah ini:

Halama depan Pesantren dan Makam Waliyullah Sidi Abd. Salam Al-Asmar Al-Fituri, Zletin, yang merupakan salah satu pesantren tertua di Libya.

dok. pribadi

dok. pribadi

Santri sedang menghafal (melancarkan hafalannya) dengan melihatpapan tulisan masing-masing. Metode ini lebih lama terekam dalam hati dan otak sehingga lebih baik dibandingkan metode menghafal lainnya yang rupanya lebih cepat hilang.

dok. pribadi

dok. pribadi

Santri sedang murajaah dan memperkuat hafalan sambil mengelilingi ruangan yang diperhatikan dan juga bahkan diikuti oleh Sheikh.

dok. pribadi

dok. pribadi

Santri sedang membersihkan tulisan di papan milik pribadi untuk dipergunakan tulisan dan hafalan baru. Sebuah cara sederhana namun memberi manfaat yang sangat besar.

dok. pribadi

dok. pribadi

Menyaksikan Abd. Rahman sedang menuliskan hafalannya, disaksikan Sheikh Abdullah, guru Tahfiz.

dok. pribadi

dok. pribadi

dan akhirnya ada juga santri yang kesasar sedang mencoba menuliskan hafalannya di papan hafalan disaksikan Sheikh Abdullah. walah…

Adakah diantara kompasiner yang mau mencobanya ?? Silahkan dan buktikan sendiri….

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat! Surabaya Meraih Socrates Award …

Ilyani Sudardjat | | 17 April 2014 | 11:14

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 10 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 10 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 10 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 11 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: