Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Sayyed Ep Sayyed Muh Ep

- the Good die young La Haula Wala Quwwata illa Billah

Jangan Munafik!

REP | 18 June 2010 | 17:17 via Mobile Web Dibaca: 324   Komentar: 6   2

www.google.com

www.google.com

http://hiburan.kompasiana.com/group/humor/2010/06/18/munafik-apa-sih/ Hmm agak serius menyentil tulisan kompasianer yang memposting artikel hiburan diatas.. hehehe maaf mba hiburan (kok di jawab serius), serta meng apresiasi postingan kompasianer yang memposting artikel ini : http://sosbud.kompasiana.com/2010/06/15/sok-suci-munafik/

Sekedar sharing beberapa keterangan yang pernah saya dapatkan dari guru senior dan curhat kawan lama. Menambah sedikit tentang bahasan munafik yang harus kita bedakan makna dan konsekuensinya sehingga kita tidak mudah mengklaim muna, muna lagi kesemua orang yang tidak mengikuti kebiasaan wajar yang tidak wajar.

Makna munafik versi anak zaman sekarang adalah: mereka orang-orang yang tidak mengikuti trend yang salah, dan tidak mengakui bahwa dirinya pun menyukai hal-hal yang negative dan lazim dilakukan oleh manusia pada umumnya.

Sebaliknya orang yang mengaku bukan munafik tidak segan-segan menceritakan aib-aibnya sendiri pada orang lain, padahal orang yang bersifat demikian ini nanti ketika masuk surga (seandainya masuk surga) akan mendapat protes keras dari teman-temannya yang pernah mendengar curhat negativenya ketika didunia,

Ya Allah, kenapa dia dibiarkan masuk surga sedangkan saya di neraka, bukankah didunia dia telah mengumbar aibnya sendiri dan menceritakan semua dosa-dosanya dengan bangga pada kami?”.

Mendengar protes kawannya, akhirnya Allah pun menyuruh malaikatnya untuk memindahkan orang yang telah diprotes tersebut kedalam neraka, karena ketika di dunia dia tidak mampu menjaga rahasia antara dirinya dengan Allah terkait dosa yang sebenarnya sudah dimaafkan. oleh karena itu jika kita melakukan sebuah dosa lebih baik kita simpan dan tidak usah menceritakannya pada siapapun kecuali pada orang-orang soleh yang tahu akan solusi dan kebijakan yang harus dilakukan para pendosa. Jika tidak ditemukan orang yang memeliki kriteria tersebut maka biarkanlah semua dosa kita menjadi rahasia antara Tuhan dan kita.

Berhati-hatilah dengan kebiasaan menceritakan aib kita kepada sembarang orang sehingga banyak saksi yang akan menghujat setiap kebejadan moral yang telah kita lakukan didunia. Bagaimanapun berbangga diri dengan hal yang negativ hanya akan menjadi fitnah di dunia dan kerugian yang fatal di hari kelak.
Semoga kita semua dijaga dari segala hal buruk. Amen

Artikel terkait:

http://media.kompasiana.com/group/new-media/2010/06/15/hati-hati-menulis-gossip

http://unik.kompasiana.com/2010/06/04/kebiasaan-wajar-yang-tidak-wajar-sunnahah-basi/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Timnas U-23 dan Prestasi di Asian Games …

Achmad Suwefi | | 22 July 2014 | 13:14

Sindrom Mbak Hana & Mas Bram …

Ulfa Rahmatania | | 22 July 2014 | 14:24

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 15 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 15 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 16 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 16 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: