Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Vicky Laurentina

Saya lebih banyak menulis di: 1. www.georgetterox.blogspot.com 2. http://laurentina.wordpress.com

Fotonya Bauk!

OPINI | 31 March 2010 | 09:35 Dibaca: 208   Komentar: 10   2

Weekend lalu, adek gw disumpah. (Yepz, satu orang udah lulus di keluarga kami, dan itu artinya ada satu pengangguran baru lagi, hahaha.)

Seluruh keluarga diundang menghadiri upacara pengangkatan sumpahnya, jadi gw dan bonyok gw pergi ke upacara itu.

Acara angkat sumpah dokter ini adalah wisuda tahap pertama, jadi panitia merekrut fotografer khusus buat motret seluruh upacara. Tapi ya yang namanya wisuda, mesti ada aja fotografer-fotografer jalanan yang nyusup-nyusup buat motret. Contohnya pas gw baru turun dari mobil aja, beberapa fotografer langsung sibuk ngejepret-jepret muka gw. Beuh, serasa selebriti jalan di karpet merah aja!

Nah, selaku keluarga wisudawan yang baik, maka gw duduk di bangku undangan yang disediakan. Ketika acara dimulai, panitia acara nutup rapat pintu aula, lalu mulailah pidato dekan, pidato rektor, dan pidato entah siapa lagi.

Perhatikan yang aku tunjukkan di tanda panah. Itu sama sekali bukan kaos dalam yang nongol.

Perhatikan yang aku tunjukkan di tanda panah. Itu sama sekali bukan kaos dalam yang nongol.

Menjelang pertengahan acara, seseorang berkostum preman (kaos + celana jeans) ngesot di antara bangku penonton. Tadinya gw pikir dia semacam tukang kabel atau tukang sound system gitu. Tapi, lho..kok ngesotnya ke sela bangku, kan di situ nggak ada kabel?

Nah, rupanya dia mengincar seorang ibu di bangku depan gw. Lalu dia merogoh bokongnya sendiri (yeah, bokongnya!), kemudian mengeluarkan..segepok foto! Foto-foto itu dia angsurin ke si ibu, lalu dia nunggu ibu itu memilih foto-foto yang rupanya dia jual.

Gw nggak percaya apa yang gw lihat. Dia naruh foto-foto itu di bokongnya. Bukan di saku celana jeans-nya. Tapi di DALAM celana jeans-nya! (For God’s shake, did he wear underwear inside??)

Gw berusaha mengucek-ngucek mata gw, tapi gw takut maskara gw mbleber.. Sebagai gantinya, gw buru-buru nyabut kamera gw dan menjepret pemandangan itu, sebelum gw sadar bahwa gw mungkin cuma berhalusinasi..

Lalu si ibu mengeluarkan uang. Dan foto pun berpindah tangan. Tentu saja si ibu tidak tahu kalau foto itu tadinya berasal dari dalam bokong celana jeans si fotografer!

Pas acara wisudanya kelar, beberapa fotografer itu ngedeketin nyokap gw dan nawarin foto-foto nyokap hasil jepretan mereka. Gw wirid dalam hati, “Please, jangan beli, Mom, please jangan beli! Fotonya bau bokong si tukang foto!”

Jadi, Sodara-sodara Jemaah blog gw tercinta, kalau Anda datang ke perhelatan-perhelatan gitu dan ditawarin foto Anda, coba dicek tukang fotonya bawa tas apa nggak. Kalau dos-q nggak bawa tas, coba iseng tanyain, “Mas, Mas, sampeyan tadi nyimpen foto ini di mana?”

Moral dari tulisan hari ini:
1. Berhati-hatilah kepada tukang jual foto cetak yang nggak bawa tas.
Tapi yang lebih penting lagi:
2. Berhati-hatilah kepada mbak-mbak cantik yang sebenarnya adalah fotografer tukang candid!

Komentar di sini aja..

Tags: dagang candid

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Guru: Kunjungan SMA Darul Ulum 2, …

Ony Jamhari | | 29 November 2014 | 07:51

Justru Boy Sadikin-lah yang Pertama Kali …

Daniel H.t. | | 29 November 2014 | 00:12

Saatnya Regenerasi, Semoga PSSI Tak Lagi …

Rizal Marajo | | 28 November 2014 | 23:28

Gara-gara Tidak Punya “Kartu …

Adjat R. Sudradjat | | 28 November 2014 | 18:40

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08


TRENDING ARTICLES

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 3 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 4 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 7 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Jangan Tekan Ahok Lagi… …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Orang Besar …

Jonson Sipayung | 9 jam lalu

Lakon Kursi …

Aditya Idris | 9 jam lalu

Revolusi dari Desa - Cara Baru Meningkatkan …

Ghumi | 9 jam lalu

Tafsir Papua untuk Yansen …

Yusran Darmawan | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: