Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Chaka

Kota asal di Kalimanatan Utara

Lambang Palang Merah Menjadi Lambang Rumah Sakit

OPINI | 13 March 2013 | 03:20 Dibaca: 2161   Komentar: 2   0

Lambang Fasilitas Kesehatan di Indonesia

Kenapa lambang kesehatan ditandai dengan sebuah palang yang menyerupai tanda jumlah?

Tulisan ini akan sedikit menguraikan secara singkat tentang lambang kesehatan yang berbetuk tanda tambah atau lebih di kenal “palang merah”.

Sejarah Lambang Palang merah

Sejarahnya berawal dari sebuah peperangan yang terjadi di Negara Swiss daerah kota Solverino. Saat itu seseorang dalam perjalanan menuju kota Solverino melihat banyaknya korban perang yang mati dan terluka parah tanpa ada yang menolong dan menyelamatkan mereka. Orang itu yang bernama Henry Dunant prihatin akan hal ini sehingga ia berpikir untuk melakukan sesuatu, melalui bukunya, Henry Dunant menawarkan untuk pertolongan pada korban perang. Buku itu dideklarasikan di Jenewa dan pada tahun 1863, sebuah komite lima-anggota, yang disebut International Commitee of the Red Cross (ICRC), berembuk untuk mempelajari usulan Henry Dunant.

Rembukan yang dilakukan oleh lima orang tokoh tersebut berkembang mebawa kemajuan untuk pertolongan pada korban perang selanjutnya. Namun permasalahan lain yang serius adalah sebuah tanda untuk kenetralan anggota atau kelompok medis tersebut. Demi keselamatan medis pada saat menolong di tengah-tengah peperangan di perlukan sebuah lambang. Persoalan ini memunculkan gagasan untuk menentukan satu lambang internasional yang akan dipakai seluruh dunia. Kelompok yang membawa lambang ini nantinya akan dikenal tentara saat perang dan dilarang untuk terlibat dalam peperangan atau di perangi.

Musyawarah lima orang tokoh tersebut bersepakat menentukan palang Merah sebagai lambang kelompok medis yang akan menolong korban perang. Palang merah ini diambil dari inspirasi Henry Dunant yang pada saat berada di antara korban perang, dia melihat posisi strategi peperangan yang dilakukan dengan bentuk seperti salib. Dari sinilah inspirasi bentuk salib pada lambang kelompok medis bermula.

136311904493757669


Makna lambang dan perkembangannya di Indonesia

Makna lambang yang berbentuk salib, menandakan kenetralan dari pihak-pihak yang saling berperang dan sebagai palang untuk tidak di perangi atau ditembak. Lambang ini di pakai semua Negara sebagai lambang medis untuk menolong korban perang di negaranya maupun sebagai medis untuk bantuan kemanusiaan terhadap negara-negara yang sedang perang. Di Indonesia sendiri juga memakai lambang ini sebagai kegiatan medis di sebuah organisasi yang bernama Palang Merah Indonesia.

Palang Merah Indonesia bertugas sebagai organisasi untuk bantuan kemanusiaan untuk luar dan dalam negeri. Luar negeri seperti contohnya untuk bantuan medis untuk korban konflik Israel dan Palestina. Dalam negeri seperti bantuan untuk korban bencana alam contohnya tsunami Aceh. Selain PMI ada juga PMR (Palang Merah Remaja) yang anggotanya terdiri dari para remaja tingkat SMP dan SMA.

Lambang Palang merah di Indonesia telah berkembang pesat. Perkembangannya terjadi di setiap bentuk fasilitas kesehatan, mulai dari Balai pengobatan di tingkat desa sampai Rumah sakit di tingkat kabupaten/kota. Dan terkadang warnanya tidak merah lagi melainkan terkadang bermacam-macam warna sesuai kebijakan rumah sakit masing-masing. Lambang ini di Indonesia di pakai sebagai bentuk lambang pertolongan medis dan kesehatan pada masyarakat yang memerlukan. sehingga tidak heran rumah sakit menggunkan lambang ini sebagai logo, lambang dan simbol rumah sakitnya. Begitu juga peta suatu kota biasanya memakai lambang ini sebagai lambang informasi letak tempat kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas.

http://www.pmi.or.id/ina/history/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 6 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 14 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 14 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 17 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: