Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Iskandar Zulkarnain

coba berbagi pada sesama, pemilik blog http://iskandarzulkarnain.com/

Rumah Soekarno di Bengkulu

REP | 03 December 2011 | 13:45 Dibaca: 1078   Komentar: 3   1

Selain Masjid Jamik yang merupakan karya Soekarno di Bengkulu, hal yang paling kita kenal tentang pengasingan Beliau di Bengkulu, jejak peninggalan tentang pengasingan itu dapat kita lacak dengan mengunjungi rumah Soekarno di Bengkulu.

1322919218353540238

Tampak depan Rumah Soekarno di Bengkulu

Lokasi Rumah Pengasingan Bung Karno terletak di Jalan Jeruk yang sekarang berganti nama menjadi Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Lokasinya di pusat kota akan memudahkan untuk dikunjungi.

1322919322513242062

Pengunjung Wisata Sejarah rumah Soekarno di Bengkulu

Di rumah Soekarno ini, dapat dijumpai benda peninggalan antara lain foto-foto, sepeda asli Bung Karno, kostum tonil Monte Carlo, perabot, dan buku-buku. Dari pantauan, sebagian besar koleksi foto Bung Karno potret aktivitas keseharian di Bengkulu dengan grup sandiwara atau tonil Monte Carlo. Lalu terdapat juga foto-foto Bung Karno bersama Ibu Fatmawati dan sahabat lainnya yang mengunjunginya selama menjalani pengasingan. Selain koleksi foto, rumah bersejarah tersebut juga menyimpan 303 judul buku yang menjadi bacaan Bung Karno selama pengasingan. Ironisnya ada sebanyak 100 buku sudah tidak bisa dibaca, karena kondisinya sudah usang dimakan usia.

Masa-masa pembuangan yang dialami oleh Soekarno memang penuh warna. Setelah beberapa tahun diasingkan di Ende, pemerintah kolonial Belanda akhirnya memindahkan Soekarno ke sebuah wilayah terbelakang di Pulau Sumatera, yaitu Bengkulu. Disinilah kemudian Soekarno bertemu dengan Fatmawati, putri seorang tokoh Muhammadiyah Bengkulu. Singkat cerita, Fatmawati kemudian menjadi istri Sukarno.

13229194761446074555

Diatas sepeda ini Pasangan Soekarno-Fatmawati menyusuri Pantai Panjang

Bengkulu tentu tak hanya mempunyai rumah Soekarno saja sebagai objek wisatanya. Sebagai kota “pesisir”, Bengkulu mempunyai pantai yang indah, namanya Pantai Panjang. Konon dahulu Soekarno dan Fatmawati sering berjalan-jalan di pantai ini. Di sepanjang pantai sekarang dapat ditemukan dengan mudah warung-warung yang menyajikan masakan laut. Masih di horison Pantai Panjang masih berdiri dengan kokoh Benteng Marlborough. Cerita tentang Benteng ini akan saya tulis pada tulisan lain lagi.

13229195972104995416

Pandangan Sisi depan sebelah kiri rumah Soekarno

Rumah pengasingan ini ukuran aslinya adalah 162 m² dengan bangunan 9 x 18 m. Bentuk bangunannya empat persegi panjang. Memiliki halaman yang cukup luas dengan atap berbentuk limas. Pintu utamanya berdaun ganda berbentuk persegi panjang dengan jendela persegi panjang berhias kisi-kisi. Belum diketahui kapan rumah ini pertama kali didirikan namun diperkirakan dibangun awal abad ke-20.

13229197621262210046

Pandangan sisi kanan depan rumah Soekarno di Bengkulu

Awalnya rumah tersebut merupakan milik pengusaha Tionghoa bernama Tan Eng Cian yang bekerja saat itu sebagai penyuplai sembako untuk Pemerintah Hindia Belanda. Kita masih dapat melihat ciri rumah Cina dari bangunannya pada lubang angin yang terdapat di atas jendela dan pintu bermotif huruf Cina. Rumah ini kemudian disewa oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menempatkan Bung Karno selama diasingkan di Bengkulu.

13229198541150296127

Pandangan Sisi Belakang Rumah Soekarno di Bengkulu

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Keuntungan Minum Air Mineral di Pagi Hari …

Vitalis Vito Pradip... | 8 jam lalu

Perbandingan Cerita Rakyat Ande-ande Lumut …

Kinanthi Nur Lifie | 8 jam lalu

Kalau Nggak Macet, Bukan Jakarta Namanya …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Merdeka Tapi Mati! …

Engly Ndaomanu | 8 jam lalu

‘Jujur dan Benar dalam Pola …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: