Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Bhtrg

Aku adalah satu diantara mereka dan kamu. Aku hanya bagian dari yang tidak terpisahkan diantara selengkapnya

Karo Bukan Batak: Test Genetik Siapa Takut.

REP | 17 September 2011 | 19:28 Dibaca: 2255   Komentar: 151   2

Contoh DNA

Contoh DNA

Test DNA memang cukup efektif. Walaupun 99% DNA manusia adalah sama, tetapi 1% cukup dapat membedakan rumpun manusia.

Kemungkinan bahwa Karo adalah beda dengan Tapanuli/Batak/Toba adalah sangat besar, karena DNA mempengaruhi metabolisme dan metabolisme mempengaruhi karakter.

Sebagai contoh, orang Yahudi mengunakan teknologi DNA untuk menentukan turunannya yang tersebar luas. Yahudi dengan DNA-nya memilki karakter yang cendrung sama.

Sebuah studi hal DNA mengatakan orang MINANG hampir sama dengan Orang Batak (general), namun perlu ditanya bagaimana samplingnya/ teknik pengambilan sampel? Apakah mewakili semua yang disebut batak, padahal yang dikelompokkan dengan batak saja ada lebih dari 5 suku. Sementara KARO saja memilki KARO GUGUNG/Digunung, KARO JAHE/dataran rendah dan KARO Langkat/yang menuju pesisir, selain itu ada KARO SINGKIL YANG SELAMA INI MALAH TIDAK DIANGAP BATAK. Semua kelompok KARO ini merupakan satu kesatuan yang memiliki bahasa yang nyambung walaupun ada perbedaan gaya. Kelompok KARO MAYE-MAYE, adalah Karo Melayu. JaADI SESUNGUHNYA KALAU BICARA KARO SAJA SUDAH SETARA DENGAN BERBICARA SELURUH TAPANULI DARI UTARA SAMPAI SELATAN. Dan  tentunya Karo sebagian  SUKU yang BESAR  diketahui memiliki karakter yang sangat berbeda dengan kelompok Tapanuli/Batak. Karena dipengaruhi PERBEDAAN LELUHUR SEDARI AWAL.

DNA coding sunguh sangat efektif, namun tentunya diperlukan prosedur sampling yang benar, siapakah KARO Original, misalnya dapat  disampling 10 orang lalu, 4 Karo originil, 3 campur, 2 asli suku lain misalnya Tapanuli/Batak………..maka akan diketahui apakah dan berapakah besar perpotongan genetiknya. Tentu saja dengan berjalannya waktu, telah terjadi perkawinan campur sehingga diperlukan SAMPEL YANG ORIGINAL selain campuran dan yang mengaku asli dari SUKU LAIN.

Selain itu, dalam hal kajian seperti ini dapat dilihat dari 2 faktor ilmiah, fenotif  (tampak luaran) dan genotif (pembawa sifat dalaman). Secara fenotif apakah semua orang Karo ini seragam? Ternyata tidak, ada yang dari model India, Arab sampai  Cina dan Mongolia, artinya Karo bercampur sedemikian rupa.

Namun disislain Karo memiliki fenotif budaya yang berbeda, apakah saya benar? minimal bahasa Karo sangat jauh berbeda, kemudian karakter juga berbeda, cara berpikir juga berbeda…..ini adalah fenotif yang dapat dilihat secara luaran.

Waktu Advisor penulis baru pulang dari perbatasan India-Nepal dalam rangka memberi kuliah Internasional selama 3 minggu. Ketika dia bertemu dengan saya, beliau mengatakan banyak sekali orang mirif kamu di sana. Bisa saja perkawinan campur disekitar India Nepal menghasilkan orang yang mirif orang Karo misalnya (India belakang).  Namun yang paling penting adalah KARO ternyata MEMILKI CIRI YANG TIDAK DIMILKI Oleh orang disekitarnya. Artinya Karo adalah KARO, lahir dari kekerabatan Yang KHAS.

Faktor Genotif merupakan salah satu petunjukkan kesamaan RAS, tetapi jika BENAR TEORI KARO ADALAH KELOMPOK MULTI ETNIK DAN DIPERSATUKAN KARENA KEKRABATAN, maka kemungkinan DNA KARO bisa saja ada yang mirif dengan turunan India, ada yang Mongol dan sebagainya…………

Karena ternyata KARO ITU BUKAN KLAN/TURUNAN DARAH (seperti Tapanuli/Toba dan suku lainnya mereka menggunakan turunan darah/satu induk).

Di Karo, tidak ada yang bisa membuktikan semua MERGA KARO-KARO  (salah satu induk merga di KARO) adalah satu BAPAK. Misalnya SUB MERGA karo-karo adalah SITEPU, SINULLINGGA, KARO SEKALI DLL mereka ini BUKAN SATU INDUK demikian juga kelompk MERGA YANG LAIN. Artinya Karo BENAR-BENAR karena KEKERABATAN (IRAKUT).

Oleh karena itu TIDAK PERLU DI TAKUTKAN HAL TEST DNA, KARENA KARO MUNGKIN DALAM RANGE YANG SANGAT LUAS……….KARO BISA MEMILKI KESAMAN RAS DENGANs INDIA, MUNGKIN CINA, MONGGOL ZENGIS KHANS dan sebagainya.

Dalam hal ini, jika ada kesempatan dan ingin dilakukan TEST DNA pada waktunya sebagai sebuah KAJIAN ILMIAH maka boleh saja lakukan test DNA, dan lebih baik  dan pasti  lebih baik langsung bersama suku seperti Tapanuli/Batak/Toba dan suku lainnya agar langsung dapat diputuskan hasilnya dan disepakati.

Seperti dilaporkan, Test DNA ini telah membuktikan bahwa orang Cina berasal dari Sumatera, bukan orong sumatera berasal dari CINA. Hal Keturunan Mongol yang dilaporkan hampir 40 juta itu didunia, itu karena memag MOGOL pada masanya berjaya, sehingga dipersia pun banyak keturunan Mongol, di Turki  juga demikian dan sebagainya……………..

Untuk iitu sebelum dapat terlaksana, tidak apa kita belajar mencari data secara sejarah, apalagi BATAK bukanlah PENGELOMPOKKAN YANG DETAIL, KARENA BATAK JUGA ADA DIMALYSIA DAN FILIPINA, sebagai sebutan orang yang tidak bersosialisasi, tidak berTUHAN ALLAH dan bahkan makan Orang. Dari Ketiga istilah batak ini tidak satupun mewakili orang Karo.

Kita butuh data sejarah dan nantinya juga butuh Test DNA untuk melengkapinya.

Gambar dari: http://cincintitanium.blogspot.com/2010/12/titanium-dna-ring.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluarga Pejabat dan Visa Haji Non Kuota …

Rumahkayu | | 30 September 2014 | 19:11

Me-“Judicial Review” Buku Kurikulum …

Khoeri Abdul Muid | | 29 September 2014 | 22:27

Spongebob dalam Benak Saya …

Ire Rosana Ullail | | 30 September 2014 | 16:48

Sepak Bola Indonesia Kini Jadi Lumbung Gol …

Arief Firhanusa | | 30 September 2014 | 15:58

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 9 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 11 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 13 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 14 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Smartphone dan Pribadi Boros Energi …

Dian Savitri | 8 jam lalu

Gerakan Indonesia Menulis; Mencari Nilai …

Rendra Manaba | 8 jam lalu

Pegawai BRI Beraksi Bak Debt Collector …

Rusmin Sopian | 8 jam lalu

Tradisi dan Teknologi …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Pisah Sambut Kejari Singaparna …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: