Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Keturunan ke-13 Sultan Demak Terakhir

REP | 06 January 2011 | 17:56 Dibaca: 2988   Komentar: 14   1

Sultan Syah Alam Akbar III (R. Trenggono), adalah Sultan Demak terakhir. Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam yang berpusat di Jawa Tengah. Demak menjadikan dirinya sebagai tonggak perjuangan untuk menyebarkan agama Islam pada dasawarsa pertama abad ke-16. Bangunan penting bersejarah yang menjadi pusat kegiatan kerajaan Islam pertama di Jawa Tengah ini adalah Masjid Demak. Di sinilah markas para wali untuk bermusyawarah (sumber Ensiklopedi Islam, penerbit PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta).

Keturunan ke-13 dari Sultan Demak terakhir adalah Kanjeng Raden Penghulu Tafsir Anom V. Beliau wafat pada Kamis malam tanggal 30 Jumadil Awal 1864 atau tanggal 22 September 1933. Salah satu peranan KRP. Tafsir Anom V semasa hidupnya adalah ikut mendirikan dan mengembangkan Mambaul’ulum (yaitu pendidikan yang diselenggarakan berdasarkan agama) di Keraton Kasunanan Surakarta pada tanggal 20 Juli 1905. Madrasah ini mempelopori diberikannya pelajaran ‘Barat’ dalam sistem pendidikan Islam di Indonesia. Bentuk lain kepedulian Beliau terhadap pendidikan adalah membuka sekolah di pendopo rumahnya serta sekolah di sebelah Timur rumahnya (sekarang menjadi TK. MDN Kauman).

1347344164833186617

Salah satu putra beliau yang terkenal sebagai cendekiawan muslim adalah Prof. KH. R. Muhammad Adnan (nama kecilnya Muhammad Sauman). Karya besar beliau adalah Tafsir Al Quran berbahasa Jawa pada tahun 1977. Beliau yang juga menantu KH. Ahmad Shofawi menajdi takmir masjid Tegalsari di Surakarta. Setelah diijinkan pihak Keraton Kasunanan Surakarta, masjid Tegalsari mulai menyelenggarakan shalat Jumat.

Silsilah KRP. Tafsir Anom V adalah : Sultan  Syah Alam Akbar III, berputra Susuhunan Prawoto, berputra Pangeran Hadipati Madepandan I, berputra Pangeran Djojoprono, berputra Raden Djojoprono, berputra Raden Dadang Sumyang, berputra Raden Kreinojo, berputra Kangjeng Kyai Pengulu Djajaningrat (Kangjeng Kyai Pengulu Godong) Pengulu Dalem Kartasura, berputra Raden Ayu Muhammad Tohar, menikah dengan Kyai Muhammad Rohot, Pradikan di Matesih, berputra Kangjeng Kyai Pengulu Muhammad Tohar Hadiningrat (Kangjeng Pengulu Zakaria) Selarong, berputra Kyai Pengulu Tafsir Anom Hadiningrat I (Kanagjeng Kyai Djimat) Pengulu Dalem Susuhunan Pakubuwono IV, dimakamkan di Kutogedhe, berputra Kanjeng Kyai Pengulu Tafsir Anom IV, dimakamkan di Pajang Saripan, berputra Kangjeng Raden Pengulu Tafsir Anom V, berputra Kangjeng Raden Pengulu Tafsir Anom VI (Muhammad Sahlan / Khatib Winong) beliau wafat tanggal 30 Juli 1957.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Baduy, Eksotisme Peradaban Ke XV yang Masih …

Ulul Rosyad | | 20 December 2014 | 23:21

Batita Bisa Belajar Bahasa Asing, …

Giri Lumakto | | 21 December 2014 | 00:34

Penulis Kok Dekil, Sih? …

Benny Rhamdani | | 20 December 2014 | 13:51

Bikin Pasar Apung di Pesing, Kenapa Tidak? …

Rahab Ganendra 2 | | 20 December 2014 | 20:04

Real Madrid Lengkapi Koleksi Gelar 2014 …

Choirul Huda | | 21 December 2014 | 04:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 22 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 24 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 20 December 2014 09:14

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 20 December 2014 08:49

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 December 2014 07:59


Subscribe and Follow Kompasiana: