Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Marsella

my email: beruang_batmen@yahoo.com

Tugas Presiden

OPINI | 01 December 2010 | 06:58 Dibaca: 4958   Komentar: 5   0

Presiden bagi saya adalah orang yang bertugas memutuskan dan menginstruksikan. Sering dulu waktu kecil ada terdengar di telinga saya ada istilah KepPres (Keputusan Presiden), juga ada InPres (Instruksi Presiden). Waktu itu Televisi masih satu, yakni Televisi Republik Indonesia (TVRI). Sering pembaca berita mengucapkan kata keppres dan inpres.

Di tahun-tahun belakangan saya sudah tidak mendengar lagi di berita munculnya kata-kata keppres dan inpres. Apakah saya sudah ketinggalan jaman? Apakah saya sudah tidak tahu lagi presiden RI di jaman sekarang tugasnya apa?

Di benak saya, carut-marut masalah berkepanjangan belakangan ini, seperti merebaknya faham sesat Gayusianisme (kasus-kasus korupsi dan manipulasi di mana-mana) dan faham sesat Manoharisme (kasus-kasus pornoisme) bisa dengan cepat ditangani dengan dua inpres atau keppres. Kalau saya yang menjadi  Presiden, saya akan sedikit bersifat diktator dalam menyikapi dua kasus ini. Akan saya buat keppres/inpres bahwa semua pengikut faham Gayusianisme harus dibereskan dan keppres/ipres bahwa semua faham Manoharisme harus dibereskan.

Setelah itu saya akan menekan semua bawahan saya untuk bekerja siang malam dalam menuntaskan keppres/inpres yang saya buat. Ini karena saya adalah presiden yang harus melindungi rakyat dari dampak buruk Gayusianisme dan Manoharisme. Sedikit diktator saya kira tidak apa-apa karena selama ini kalau dijalankan dengan demokrasi selalu penuh dengan trik dan intrik sehingga proses penanganan masalah yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak selalu terganjal. Saya akan lebih mengikuti hati nurani saya.

Saya yakin paling lambat setahun setelah keppres/inpres dijalankan dengan pengawalan ketat, setiap masalah akan secara signifikan teratasi.

Demikian seterusnya, setiap kali akan muncul kasus-kasus lain yang membahayakan kepentingan rakyat banyak, saya akan memanfaatkan kekuasaan saya (dengan cara diktator) akan saya keluarkan kepppres/inpres untuk itu, dan pelaksanaannnya akan saya kawal sekuat tenaga, dan paling lambat secara umum dalam waktu setahun harus ada dampak signifikan ke arah kebaikan dari pelaksanaan keppres/inpres itu. Paham demokrasi tidak selamanya baik kalau hal itu sudah terang-terang merugikan hajat atau kepentingan rakyat banyak. Voting di sini sudah tidak boleh dilaksanakan lagi. Saya harus bisa berbuat diktator penuh demi kepentingan rakyat banyak. Demokrasi (voting) akan saya laksanakan kalau pilihan-pilihan itu adalah pilihan-pilihan yang semuanya baik dan ingin mencari pilihan yang terbaik. Tapi kalau harus memilih antara alternatif bobrok melawan alternatif baik, saya akan memakai kekuatan diktatorian saya untuk memilih alternatif yang baik.

Demikian, semoga Presiden yang menjabat di RI saat ini membaca tulisan in.

´╗┐

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 13 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 13 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 14 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Donor Darah di Perancis …

Bayu Teguh | 11 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 12 jam lalu

Mitos-mitos Seputar Kenaikan Harga BBM …

Axtea 99 | 12 jam lalu

Menggali Potensi Diri dengan Travelling …

Detha Arya Tifada | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: