Back to Kompasiana
Artikel

Sejarah

Pedi Ahmad

orang yang senang bermain. sehari-hari berkeliaran di kota Bandung

KH Yusuf Tauziri: Tokoh Pejuang Wanaraja, Garut

REP | 11 October 2010 | 17:30 Dibaca: 1724   Komentar: 2   0

Pesantren Darusalam Wanaraja, Garut mempunyai keunikan tersendiri. Selain sebagai pusat kegiatan keagamaan di lingkungan kecamatan Wanaraja, Pesantren Darusalam memiliki ikatan sejarah yang sangat kental selama masa perjuangan.

Kyai Haji Yusuf Tauziri merupakan salah seorang tokoh pejuang Garut. Sewaktu masih kecil, mempunyai nama Damiri, terkenal anak nakal. Orang tuanya sudah beberapa kali memasukan ke pesantren akan tetapi ia lebih suka main bola dan pencak silat daripada menjadi seorang santri.

Tahun 1923, beliau pergi ibadah haji, ketika pulang namanya berubah menjadi Yusuf Tauziri. Lalu beliau mendirikan mesjid dan pesantren yang dinamai Darussalam di Wanaraja, Garut. Pada zaman Jepang, beliau masuk tahanan karena dituding akan mengadakan sabotase.

Pada zaman revolusi, beliau mendirikan laskar Darussalam yang kemudian bergabung dengan BKR yang menjadi TKR. KH Yusuf Tauziri diajak Kartosuwiryo agar mengumumkan proklamasi Negara Islam Indonesia/ Darul Islam (NII/ DI), akan tetapi beliau menolaknya. Sesudah wanaraja direbut Belanda ia hijrah ke Pesantren Cipari, sebelah utara dari Wanaraja—dulu Cipari merupakan bagian dari Wanaraja tapi setelah ada pemekaran kecamatan, Cipari termasuk wilayah kecamatan Pangatikan. Pesantren Ciparilah yang dipakai Markas oleh beliau sehingga sering diserang oleh pasukan DI/TII, sampai 52 kalinya.

Oleh TNI beliau dianggap besar jasana dalam membantu pasukan Siliwangi yang pulang hijrah ke Jawa Barat dari serangan DI dan Belanda. Beliau meninggal di Garut pada tahun 1982, dan dimakamkan di lingkungan Pesantren Darussalam Wanaraja.

Sumber:

- Tokoh kab. Garut

- Wawancara dengan ibu Tedja (87), mustami pengajian Darussalam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 7 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 8 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 9 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Batuk Efektif …

Kaminah Minah | 8 jam lalu

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 8 jam lalu

Komunitas, Wiramuda dan Pemuda Muhammadiyah …

Kang Nanang | 8 jam lalu

Aku Berlari dari Hati …

Christian Urbanus | 9 jam lalu

Tanya Jawab ala Toni Blank …

Wahyu Hidayanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: