Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Imam Puji Hartono

Saya IMAM PUJI HARTONO (IPH), , lahir di Jakarta, besar di Jawa Timur dan saat selengkapnya

Menjemput Rezeki-Nya

OPINI | 15 January 2013 | 09:43 Dibaca: 438   Komentar: 1   0

1358217776521011773

MENJEMPUT REZEKI-NYA

————————–

Assalamualaikum wr wb,

Sahabatku rahimakumullah,

Rezeki sering dikonotasikan oleh kebanyakan kita dengan materi , harta kekayaan, atau singkatnya fulus (duit).

Padahal rezeki Allah itu sangatlah luas definisinya. Kesehatan, kebahagiaan, rumah tangga sakinah, pasangan yang saleh, anak yang saleh, teman yang banyak, udara, air, makanan dll, itu semua rezeki dari Allah SWT.

Sayangnya banyak orang yang mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, keluarganya hingga harga dirinya hanya untuk mengejar rezeki dalam bentuk materi (uang) duniawi dan kita lupa bahwa hakekatnya rezeki itu berasal dari Sang Maha Pemberi Rezeki (Ar-Rozak).

Tidak ada manusia satupun yang bisa mengatur rezeki manusia yang lain, kecuali Allah menghendaki. Manusia hanya bisa bekerja, mengatur dan mengelola, tapi Allah-lah yang menentukan dan memberi rezeki kpd seluruh mahluk di Alam semesta ini. Orang yang meninggal dunia hakekatnya rezekinya telah habis, karenanya dlm Islam Islam tidak ada istilah kehabisan rezeki.

Oleh karenanya Agama mengajarkan keseimbangan antara mencari rezeki, beribadah, bekerja, istirahat dan bergaul. Janganlah kita korbankan seluruh waktu kita untuk semata-mata mengejar rezeki materi, hingga rela mengorbankan keluarganya dan kesehatannya.

Dalam menjemput rezeki kita wajib berusaha, namun hasilnya kita harus tawakal dan kita serahkan kepada Sang Maha Pemilik Rezeki. Penting sekali peran tawakal dalam menjemput rezeki, hingga Syaikh Imam As Syaifi’I (150 H/767M - 204H /819M), seorang mufti besar pendiri mazhab Syafi’i. Imam Syafi’i yang juga tergolong kerabat dari Rasulullah memberikan nasehat bijak soal tawakal dalam mencari rezki, beliau berkata:

‘Aku telah pasrahkan penerimaan rezeki-ku hanya kpd ALLAH, penciptaku, karena aku yakin DIA-lah sebaik-baik pemberi rezeki. Apabila sesuatu telah ditakdirkan menjadi rezekiku, maka tidak mungkin ia terlepas dariku meskipun ia berada di dalam lautan. Kemanapun aku pergi, rezeki Allah selalu mengunjungiku walaupun aku tidak memintanya. Tidak mungkin ada kehidupan tanpa rezeki, sebab DIA telah membagi-bagikan rezeki kita”(Imam As Syafii)

So, Kita wajib berusaha keras dan bekerja, namun tetap memasrahkan rezeki kita pada Sang Maha Pemberi rezeki.

Saudaraku, mintalah rezekimu hanya pada Allah semata, karena hanya DIA sebaik-baik pemberi rezeki.

Semoga Allah Swt senantiasa memberikan kpd kita dan anak keturunan kita rezeki materi yang banyak halal dan thayyib, juga rezeki berupa kesehatan, kebahagiaan, keluarga sakinah, anak yang saleh, teman yang banyak dll, dan semoga Allah Swt menjadikan kita hambatNYA yang senantiasa bersyukur atas rezeiki yang telah dilimpahkanNya kpd kita. Amin

Semangat Pagi n Happy Tuesday Sahabatku, Selamat beraktifitas menjemput rezeki-Nya. Jangan lupa untuk saling berlomba dalam kebaikan dan saling berpesn dalam kebenaran dan kesabaran.

Bâraka Allâh fîkum. Amiin

Jakarta, 15 Jan 2013

Wass.wr.wb

Imam Puji Hartono (IPH)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 9 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 9 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 10 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 8 jam lalu

Mitos-mitos Seputar Kenaikan Harga BBM …

Axtea 99 | 8 jam lalu

Menggali Potensi Diri dengan Travelling …

Detha Arya Tifada | 9 jam lalu

Rinni Wulandari Lebih Melesat… …

Raynadi Salam | 9 jam lalu

Kecardasan Tradisional …

Ihya Ulumuddin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: