Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Imam Puji Hartono

Saya IMAM PUJI HARTONO (IPH), , lahir di Jakarta, besar di Jawa Timur dan saat selengkapnya

Menjemput Rezeki-Nya

OPINI | 15 January 2013 | 09:43 Dibaca: 427   Komentar: 1   0

1358217776521011773

MENJEMPUT REZEKI-NYA

————————–

Assalamualaikum wr wb,

Sahabatku rahimakumullah,

Rezeki sering dikonotasikan oleh kebanyakan kita dengan materi , harta kekayaan, atau singkatnya fulus (duit).

Padahal rezeki Allah itu sangatlah luas definisinya. Kesehatan, kebahagiaan, rumah tangga sakinah, pasangan yang saleh, anak yang saleh, teman yang banyak, udara, air, makanan dll, itu semua rezeki dari Allah SWT.

Sayangnya banyak orang yang mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, keluarganya hingga harga dirinya hanya untuk mengejar rezeki dalam bentuk materi (uang) duniawi dan kita lupa bahwa hakekatnya rezeki itu berasal dari Sang Maha Pemberi Rezeki (Ar-Rozak).

Tidak ada manusia satupun yang bisa mengatur rezeki manusia yang lain, kecuali Allah menghendaki. Manusia hanya bisa bekerja, mengatur dan mengelola, tapi Allah-lah yang menentukan dan memberi rezeki kpd seluruh mahluk di Alam semesta ini. Orang yang meninggal dunia hakekatnya rezekinya telah habis, karenanya dlm Islam Islam tidak ada istilah kehabisan rezeki.

Oleh karenanya Agama mengajarkan keseimbangan antara mencari rezeki, beribadah, bekerja, istirahat dan bergaul. Janganlah kita korbankan seluruh waktu kita untuk semata-mata mengejar rezeki materi, hingga rela mengorbankan keluarganya dan kesehatannya.

Dalam menjemput rezeki kita wajib berusaha, namun hasilnya kita harus tawakal dan kita serahkan kepada Sang Maha Pemilik Rezeki. Penting sekali peran tawakal dalam menjemput rezeki, hingga Syaikh Imam As Syaifi’I (150 H/767M - 204H /819M), seorang mufti besar pendiri mazhab Syafi’i. Imam Syafi’i yang juga tergolong kerabat dari Rasulullah memberikan nasehat bijak soal tawakal dalam mencari rezki, beliau berkata:

‘Aku telah pasrahkan penerimaan rezeki-ku hanya kpd ALLAH, penciptaku, karena aku yakin DIA-lah sebaik-baik pemberi rezeki. Apabila sesuatu telah ditakdirkan menjadi rezekiku, maka tidak mungkin ia terlepas dariku meskipun ia berada di dalam lautan. Kemanapun aku pergi, rezeki Allah selalu mengunjungiku walaupun aku tidak memintanya. Tidak mungkin ada kehidupan tanpa rezeki, sebab DIA telah membagi-bagikan rezeki kita”(Imam As Syafii)

So, Kita wajib berusaha keras dan bekerja, namun tetap memasrahkan rezeki kita pada Sang Maha Pemberi rezeki.

Saudaraku, mintalah rezekimu hanya pada Allah semata, karena hanya DIA sebaik-baik pemberi rezeki.

Semoga Allah Swt senantiasa memberikan kpd kita dan anak keturunan kita rezeki materi yang banyak halal dan thayyib, juga rezeki berupa kesehatan, kebahagiaan, keluarga sakinah, anak yang saleh, teman yang banyak dll, dan semoga Allah Swt menjadikan kita hambatNYA yang senantiasa bersyukur atas rezeiki yang telah dilimpahkanNya kpd kita. Amin

Semangat Pagi n Happy Tuesday Sahabatku, Selamat beraktifitas menjemput rezeki-Nya. Jangan lupa untuk saling berlomba dalam kebaikan dan saling berpesn dalam kebenaran dan kesabaran.

Bâraka Allâh fîkum. Amiin

Jakarta, 15 Jan 2013

Wass.wr.wb

Imam Puji Hartono (IPH)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penambang Belerang Kawah Ijen yang …

Mawan Sidarta | | 17 September 2014 | 10:13

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka …

Wonenuka Sampari | | 17 September 2014 | 13:07

Seni Bengong …

Ken Terate | | 16 September 2014 | 16:16

[Fiksi Fantasi] Keira dan Perjalanan ke …

Granito Ibrahim | | 17 September 2014 | 08:56

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 7 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 7 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 8 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 9 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Vox Populi Vox Dei? …

Angin Dirantai | 7 jam lalu

Kayungyun: Catatan Sang Pelacur …

Kang_insan | 7 jam lalu

Tentang “Hobi” Baru SBY di …

Daniel H.t. | 8 jam lalu

Kenikmatan DPR …

Tion Camang | 8 jam lalu

Kata Mawar …

Prayogo Tulus | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: