Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Bakungan

seorang anak manusia yang masih perlu banyak belajar akan arti kehidupan.

Meyakini Satu Tuhan, tapi Mengakui Adanya Tuhan yang Lain, Logika yang Aneh!

OPINI | 21 June 2012 | 02:43 Dibaca: 2520   Komentar: 25   3

Pernah mendengar kalimat ini agamaku, itu agamamu, ini Tuhanku dan itu Tuhan mu.
Ketika saya tanya, emang Tuhan ada berapa? Teman saya menjawab dengan tegas hanya ada satu Tuhan, tiada Tuhan yang lain.
Saya kemudian bertanya, kalo Tuhan hanya satu kenapa menurunkan banyak agama, dan kenapa ada ayat-ayat yang bertentangan dengan agama yang lain.
Dengan tegas teman saya berkata, Tuhan ku satu-satunya Tuhan yang benar dan menurunkan pada utusannya yang paling dipercaya.
Saya bertanya, lantas bagaimana dengan Hindu, karena para penerima wahyu Hindu juga mendapatkan dari Tuhan.
Dia menjawab, Tuhan ku berbeda dengan Tuhan Mu.
Saya harus ngakak keras-keras ketika mendengar jawaban sahabat saya, dia hanya mengakui satu Tuhan namun disaat yang lain menduakan Tuhan juga. Logika yang aneh bukan?
Apakah anda ada yang berpikir demikian Tuhan mu adalah Tuhan mu dan Tuhan ku adalah Tuhan ku yang berbeda. Jika ada yang berpikir demikian anda sudah memasuki area menduakan Tuhan.
Namun saya bersyukur di Hindu tidak membuat saya berdosa akan pikiran demikian, karena di Hindu boleh berpikir bebas akan Tuhan.
Jadi saya aman dari dosa, namun saya kasihan akan kondisi teman saya yang menjadi berdosa akan pikirannya menduakan Tuhan.
Saya tahu dia tidak tega mengatakan agama saya agama sesat, karena diluar agamanya semuanya adalah sesat, maklum sudah lama menjadi seorang sahabt jadi tidak tega mengatakan saya sesat, walau sekarang saya akan tertawa jika ada yang mengatakan hindu ajaran sesat, karena saya tahu kenyataanya bahwa hindu tidak menyesatkan saya.
Tidak ada agama yang demikian bebas mengekspresikan keyakinan seperti Hindu, mungkin hanya budha yang mampu menyaingi. Tapi tetap tak akan bisa karena tanpa hindu agama budha tak akan pernah ada, dan sang budha dianggap salah satu tokoh suci agama hindu dan ajaran budha diserap oleh hindu. Nah betapa luasnya ajaran Hindu.
Ketika sang Budha mengatakan ehipasiko, datang lihat dan buktikan. Agama hindu dengan tegak mengatakan siapapun boleh menganalisa dia, karena ajaran-ajaran hindu bersifat sanathana, yang artinya tiada berawal dan tiada berakhir. Apa yang tercantum di veda akan bersifat abadi. Karena itulah disebut veda yg artinya pengetahuan.
Pengetahuan apa yg dipelajari di veda? Semua pelajaran rohani dipelajari di veda dan semua pelajaran duniawi juga ada di veda.
Lantas bagaimana Hindu melihat Tuhan-tuhan yang lain?
Dalam salah satu ayat dalam kitab veda mengatakan ” Hanya ada 1 Tuhan, namun orang bijak (suci) menyebut dengan banyak nama”.
Karena ayat-ayat seperti inilah makanya hindu tidak pernah mengatakan agama lain itu sesat, karena hindu percaya ada banyak jalan menuju Nya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kabar Burung tentang Bandung: Superhero …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 14:15

Ikhlas, Kunci Ibu Bisa Bahagia …

Sekar Sari Indah Ca... | | 20 December 2014 | 13:33

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35

Mazagran: Lahir dari Perang, Lalu …

Kopi Keliling | | 20 December 2014 | 13:38

Ikuti Blog Competition ā€¯Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 7 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 8 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 9 jam lalu

Hati Lembut Jokowi Atas Manuver Ical …

Mas Wahyu | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: