Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Bakungan

seorang anak manusia yang masih perlu banyak belajar akan arti kehidupan.

Manusia Pertama Itu Manu

OPINI | 16 June 2012 | 14:42 Dibaca: 174   Komentar: 1   2

Dalam khazanah kepercayaan Hindu, manusia pertama yang beradab adalah manu, hukum dan peraturan yang di keluarkan manu namanya manusmerti.
Dalam bahasa indonesia kata-kata manu ini diserap menjadi manusia, yang artinya mahluk sosial yang beradab, jika belum beradab atau bertingkah laku tidak beradab tentu belumlah layak disebut sebagai manusia.
Man dalam bahasa inggris juga bersumber dari kata manu ini.
Manu mendapatkan pengetahuan rohani berasal dari dewa matahari, dan pengetahuan rohani yg diterima saat ini di dunia kebanyak bersumber dari pokok-pokok aturan manu.
Tidaklah heran sebagian besar agama-agama dunia menempatkan matahari sebagai objek pemujaan.
Dunia modern pun menempatkan matahari sebagai sumber energi utama bumi dan kehidupannya.
Demikianlah di masa lalu matahari tidak hanya memberikan sumber energi, penguasa matahari pun memberikan ajaran rohani terawal pada manusia untuk menjadi mahluk beradab.
Hanya di hindu satu-satunya yang menjelaskan darimana datangnya pengetahuan di masa-masa awal peradaban. Tentu saja pembaca yang lain tidak setuju dengan pendapat saya ini, namun faktanya adalah manusmerti adalah satu2nya peraturan dan aturan pertama buat manusia di dunia ini yang tersisa dan masih dapat di nikmati manusia jaman sekarang

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Patung Malaikat Tuhan Pembawa Warta …

Blasius Mengkaka | | 30 August 2014 | 09:27

Jadi Donor Darah di Amerika …

Bonekpalsu | | 30 August 2014 | 06:25

Nasib Sial Florence Bisa Terjadi di …

Pebriano Bagindo | | 29 August 2014 | 20:14

Dian Sastrowardoyo dan Mantan ART Saya …

Ariyani Na | | 30 August 2014 | 10:04

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Ternyata Inilah Sebabnya Pendeta Paling …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Kesaksian Relawan Kerusuhan Mei …

Edo Panjaitan | 8 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 13 jam lalu

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 19 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Dua Puncak Lawu yang Terlupakan …

Munib Muhamad | 8 jam lalu

Anaphalis …

Riki Asiansyah | 8 jam lalu

Dan Memang Benar …

Vincensia Enggar | 8 jam lalu

Cyberspyphobia, Takut Diawasi di Internet …

Muhammad Muizzsuddi... | 8 jam lalu

Cacatan Kecil Mahasiswi Bisu …

Suryani Mursya | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: