Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Zamroni Roni

Graphic Designer

Ada Makhluk Lain Selain Manusia di Luar Bumi.

REP | 12 January 2012 | 04:44 Dibaca: 3689   Komentar: 2   0

Hari ini saya mengikuti ceramah mesjid mingguan di lingkungan saya. Ada hal- hal yang menurut saya ustadz kurang sederhana dalam menjawab beberapa pertanyaan. Ustadz cenderung menjawab secara kebukuan yang pribadi saya bertele- tele. Saya mencoba menjawab pertanyaan itu, bagi pembaca berhak untuk tidak percaya dan mohon maaf bila tidak menurut kaidah penulisan yang baik. Bagi yang senang dengan tulisan saya ini, terima kasih.

Pertanyaan 1 dari pendengar: Adakah makhluk selain manusia di dunia yang bisa berperan seperti manusia?

Jawaban 1 dari saya: Ada, yaitu Malaikat, Jin dan Syaitan. Manusia adalah makhluk yang mempunyai zat berbentuk benda nyata. Sekarang ini hanya bisa tinggal di Bumi (Earth) dengan mengandalkan zat oksigen untuk bernafas. Bila ingin tinggal di luar bumi harus ada mekanisme pendukung untuk pengadaan oksigen. Sejauh ini tempat tinggal terjauh manusia dari bumi adalah di Stasiun Luar Angkasa Internasional sejauh 360 KM. Atau bila benar pendaratan manusia ke bulan yang berjarak 385 KM. Malaikat, Jin dan Syaitan adalah makhluk gaib. Bisa dipahami secara Iman, sama seperti roh yang tidak bisa diterangkan secara ilmu pengetahuan manusia atau ghaib. Malaikat makhluk yang pasti masuk syurga, Jin ada yang menurut kepada Allah dan ada membangkang, dan syaitan makhluk pembangkang yang pasti masuk neraka. Mereka pasti juga tinggal di tempat yang ghaib atau diluar pemikiran logis manusia. Ilmu pengetahuan sekarang belum menemukan bukti adanya makhluk tidak ghaib di luar bumi. Al’quran dah Hadist yang dipahami manusia sekarang belum menemukan inspirasi atau ilmu yang menyatakan ada makhluk nyata diluar bumi. Mikroba atau makhluk terasing di bumi untuk hidup tetap membutuhkan syarat wajib zat oksigen untuk hidup. Jadi kita jangan bermimpi menemukan makhluk di luar bumi apalagi sejenis manusia yang diberikan nafsu dan fikiran. Temukan dulu planet yang mengandung oksigen baru ekplorasi apa yang ada didalamnya. Ini saya khayalkan jika makhluk itu memerlukan oksigen untuk hidup. Bila tidak mari berkhayal- khayal!

Pertanyaan 2 dari pendengar:  Apa hubungan antara 7 lapisan langit di ayat Al’quran dengan ilmu pengetahuan manusia sekarang?

Jawaban 2 dari saya: Sejarah yang paling terkenal dibahas di Al’quran dan Hadist tentang 7 lapisan langit adalah peristiwa ghaib perjalanan Israk Miraj nabi Muhammad SAW. Secara sederhana  langit itu adalah jika kita berdiri di bumi dan memandang keatas, itulah langit. Awan termasuk juga langit pemahaman sederhana kita. Dan juga mencakup bulan bintang komet dan planet yang bisa dilihat dengan teleskop khusus. Hebatnya sekarang ilmu pengetahuan telah menemukan bahwa untuk menuju luar angkasa ada 7 lapisan atmosphere yang harus dilalui. Ada kaitannya tidak ya?

Sering ustadz menjawab pertanyaan dikaitkan dengan wewenang Allah untuk mengatur dunia, tapi tetap saja datar untuk dipahami. Uneg- uneg saya tentang ini adalah: Allah memerintahkan malaikat untuk mengatur dunia termasuk memberi roh kepada manusia, mengatur peredaran matahari mencatat kebaikan dan keburukan manusia, mencabut roh tersebut  dari manusia dan menanyai tanggung jawabnya didunia kubur. Hampir semua itu adalah hal ghaib yang bisa dipahami secara iman. Tapi kita jangan malas berfikir untuk mencoba membongkar rahasia atau ilmu Allah. Sehingga biasa mengatakan itu kehendak atau takdir Allah saja. Peradaban manusia di bumi diterangkan oleh Al’quran banyak dibuktikan dengan hal- hal ghaib dan sesuai dengan peradaban masing- masing mengandung sejarah tentang mukzizat nabi. Mulai dari nabi Adam AS yang diturunkan dari langit adalah awal manusia yang berlawanan dengan pemahaman Darwin, banjir besar nabi Nuh AS yang sekarang isunya kapal tersebut ditemukan di Turki, dibakarnya nabi Ibrahim tapi tidak meninggal, menghidupkan orang mati oleh nabi Isa AS, perjalanan israk miraj nabi Muhammad SAW dan Alqurannya. Itu adalah hal- hal ghaib atau mukzizat yang  bisa dipahami secara iman. Tapi sekarang hal- hal ghaib zaman dahulu bisa dipecahkan oleh ilmu pengetahuan modern sekarang.

Nabi Muhammad SAW adalah contoh kehidupan manusia yang sampai sekarang bisa diteladani logika kehidupannya. Beliau bersedih ketika meninggal pamannya, beliau sukses menjadi manager diperusahaan Khadizah sehingga mempunyai uang ratusan juta seperti sekarang sehingga bisa memberi mahar yang tinggi ketika melamar Khadizah yang janda itu. Beliau menggigil ketika pertama kali berjumpa malaikat Zibril mengadu kepada isterinya dan minta diselimuti. Beliau terkena pedang dan panah ketika sebagian prajuritnya mengabaikan peraturan strategi perangnya di suatu peperangan. Cara tidur, makan, berjalan, berbicara dan menghadapi orang yang membencinya. Dan menjelang meninggalnya beliau sakit. Itu semua adalah sosok nyata yang diceritakan oleh sumber- sumber yang dipercaya zaman. Anak muda sekarang senang dengan sesuatu yang logis.

Ustadz menerangkan bagaimana laut bergelombang adalah kehendak Allah. Benar segala sesuatu datang dari Allah diperintahkan ke Malaikat untuk merealisasikannya. Tetapi proses dari perintah Allah itu bisa kita pelajari kalau kita mau belajar semata- mata karena Allah bukan karena sombong. Masih banyak rahasia Allah yang harus kita kejar untuk kita pecahkan logikanya. Gelombang laut terjadi karena adanya angin, daya tari bulan dan perubahan suhu air tersebut. Angin  terjadi karena perubahan suhu yang menggerakkan materi. Coba ketika mencampur air mendidih dengan air dingin, tapa kita bantu air tersebut akan bergerak sesuai dengan mekanisme fisikanya. Mekanisme panas dingin air ini diterapkan di mesin untuk pendinginan mesin. Tapi kalau ditanya air laut datang dari mana itu baru ghaib, atau kenapa air laut harus asin itu baru juga ghaib. Tapi ternyata air laut berpisah dengan air tawar sudah diceritakan di Al’Quran kalau kita mau belajar. Ini uneg- uneg saya sebagai manusia lagi belajar sesuai dengan iman Muslim saya. Mohon maaf bila kurang berkenan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 5 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 6 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 12 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

New York Menjadi Pusat Perhatian Dunia …

Margaretha Mumbunan | 7 jam lalu

Telaah Euthunasia dalam Perspektif Hukum …

Muhammad Ihsan | 7 jam lalu

Aburizal Layak Mundur …

Ahmad Fedullah | 8 jam lalu

Bugis Street Oase Pejalan Kaki …

Jimmy S Harianto | 8 jam lalu

Halal atau Haramkah Obatku?? …

Nurul Amalia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: