Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Kwee Minglie

Motto : Hiduplah bermanfaaat bagi orang banyak

Sikap Keraguan

REP | 10 December 2011 | 19:02 Dibaca: 1491   Komentar: 2   0

SIKAP KERAGUAN

Sikap keraguan bukanlah sikap kesatria. Seorang satria ia akan selalu bertindak tegas dan penuh keyakinan. Kegagalan bagi kasatria, merupakan awal kebangkitan.

Sikap keraguan, merupakan kelemahan besar, batu sandungan bagi segala kesuksesan.

Mengapa sikap keraguan mudah hadir ? salah satu penyebab utama adalah karakter. Karakter yang lemah, akan mudah membawa seseorang ragu dalam mengambil tindakan. Jadi sesungguhnya tindakan dan karakter tidak terpisahkan.

Johann Wolfgang von Goethe (1749–1832), dramawan dan novelis Jerman, mengatakan : “Keraguan hanya dapat dihilangkan dengan tindakan.”

Albert Einstein (1879–1955), ahli fisika Amerika Serikat kelahiran Jerman mengatakan : “Kelemahan sikap akan menjadi kelemahan karakter.”

Untuk bisa mengatasi keraguan, yang perlu diperhatikan adalah pendidikan karakter. ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Pencegahan, bisa didilakukan dari pendidikan awal, yaitu dimana peran orang tua sangatlah penting. Pendidikan yang otoriter merupakan salah satu penyebab utama sianak kehilangan percaya diri, menyusul keluarga yang hancur ( terjadinya pertengkaran dan kekerasan ) yang berakibat penuh keraguan dalam bertindak. Jadi jika ada orang tua yang merasa anaknya kurang percaya diri, janganlah cepat-cepat mengatakan bahwa anaknya bermasalah, sebaiknya intropeksi diri bahwa itu lebih besar kemungkinan datangnya dari kesalahan pendidikan dirumah.

2. Kesadaran, merupakan penyembuh utama bagi mereka yang dihinggapi keraguan, sadar bahwa keraguan lebih banyak membawa kerugian diripada keuntungan, anda harus sadar bahwa itu terjadi karena karakter anda sudah terbentuk yang secara tidak sadar penuh keraguan dalam bertindak. Jika sudah menyangkut karakter, maka hampir bisa dikatakan sulit untuk bisa diubah, namun jangan kecil hati anda masih bisa mencegahnya untuk tidak mengganggu anda. Beberapa tip berikut bisa dibuat latihan jika anda mulai merasakan sulit. Yaitu

3. Bersikaplah tenang dan jangan tergesa-gesa dalam mengambil sikap, biasanya kegelisahan akan mendahului itu semuanya. Kemudian upayakan semua permasalahan dipahami dengan betul. Ucapan negatif lebih memperkuat keraguan. Jadi upayakan jangan berbicara sebelum dipahami benar. Banyak bertanya merupakan awal membangkitkan keyakinan.

4. Jika masalahnya sangat penting yang bisa menentukan nasib berikutnya, maka anda perlu mengambil waktu untuk sela, artinya belajarlah mendengarkan suara hati terdalam. Sebaiknya anda renungkan baik-baik sebab dan akibatnya. Kemudian ambillah satu sikap yang dirasakan ada damai dalam hati. Betindaklah tanpa ragu-ragu, karena apapun yang akan terjadi, akan bermanfaat bagi anda. Tidak perliu menyesali kegagalan, sebaliknya jadilah kegagalan untuk momentum yang akan membangkitkan semangat anda lebih berani bertindak dalam perhitungan yang matang.

Selamat mencobanya, jika anda seorang yang dipenuhi keraguan dalam bertindak. 

Esperance, WA. 05 Des. 2011

 

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Jalan, Super Admin Kompasiana! …

Nurul | | 27 August 2014 | 11:44

Menyambut Baik Undang-undang Panas Bumi …

Ikhsan Harahap | | 27 August 2014 | 10:03

Jokowi: Rekonsiliasi Itu Apa? …

Armin Mustamin Topu... | | 27 August 2014 | 05:58

Mengapa Turis Tiongkok Tidak Suka ke …

Leo Kusima | | 27 August 2014 | 11:46

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 7 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 8 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 8 jam lalu

“Kelompok Busuk Menolak Ahok” …

Pakfigo Saja | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: