Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Andi Firmansyah

Seorang pendidik yang bertugas di Tanjung Balai Karimun Prov. Kepri Aktif menulis di beberapa forum yang selengkapnya

Setan Ingin Tobat

REP | 11 October 2011 | 00:53 Dibaca: 1486   Komentar: 3   0

Pernahkah terbayang oleh anda sendainya sosok bernama “Setan “ itu tidak pernah wujud di dunia ini? Bagaimana seandainya sosok setan itu ingin bertaubat dan berbuat baik? Ia tak ingin lagi menjadi yang “terkutuk dan sosok penggoda manusia” untuk berbuat dosa sebagaimana profesinya saat ini yang sudah menjadi darah daging seperti orang minang dan orang cina dengan sifat dagangnya.

Alkisah, setan telah bosan dengan petualangannya mengajak dan menyeru kejahatan kepada manusia. Ia merasa lelah dan capek. Ia ingin bertobat dan mencicipi kenikmatan hidup dalam iman sebagaimana diwartakan oleh kitab-kitab suci.

Maka datanglah ia ke Vatikan menemui Paus dan mengutarakan keinginannya. Paus terharu tapi hatinya juga terguncang.

“Jika setan beriman, lalu untuk apa lagi gereja? Apa jadinya dengan Vatikan? Apa jadinya dengan segala harta benda seni budaya yang melukiskan kejayaan agama melawan makhluk yang bernama Setan? Semuanya pasti akan terbengkalai sepanjang waktu bersamaan dengan tobatnya Setan.”

Paus menolak permohonan setan ini. Setan adalah tokoh Antagonis yang mewarnai hampir seluruh isi Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Baginya, jika permohonan ini diterima, maka Injil harus direvisi dan menempatkan setan sebagai Tokoh Protagonis yang bisa saja malah meredupkan watak Tokoh Utama dalam kitab suci tersebut.

Setan datang kepada Rabi Yang Agung. Sama seperti Paus, Rabi pun termenung.

“ Jika Yahweh menghapuskan kejahatan dari muka bumi, apa yang membedakan satu umat dengan umat yang lain?Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan. Maka, apa jadinya kedudukan bangsa Yahudi seandainya setan bertaubat?Seluruh Hak Istimewa Yahudi akan tercabut. Maka Rabi pun menolak menjadi perantara untuk pertobatan ini.”

Setan tak hilang akal. Masih banyak pintu menuju Surga. Ia datang kepada seorang Syeikh. Hal yang sama dengan pemuka agama Ibrahim lainnya, ia pun tak menerima apa-apa. Dimata Syeikh itu, jika setan bertobat dan menjadi Muslim, lantas bagaimana umat membaca salah satu ayat yang berbunyi

“Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang….”

Sebuah ayat yang berisi peringatan kepada umat tentang bahaya bujuk rayu setan sebagai musuh yang nyata. Pertobatan setan pastilah akan mengguncangkan seluruh sendi kepercayaan Islam. Haruskah Al Qur’an direvisi juga?Hingga hal inilah yang membuat Syeikh jelas-jelas menolak pertobatan setan.

Setan sangat kecewa. Ia merasa haknya untuk menikmati apa yang selama ini dinikmati oleh manusia telah di zalimi oleh para pemuka agama tersebut. Ia memutuskan untuk langsung menghadap Tuhan. Tapi sama saja. Tuhan mengatakan bahwa pertobatannya masih terlalu dini. Tuhan malah mengingatkan janji serta komitmen setan untuk selalu menyesatkan umat manusia. Bahkan Tuhan juga menegaskan kepada setan bahwa bukankah makhluk sejati itu adalah makhluk yang mampu memegang janji serta komitmennya?maka apabila ia ingin menjadi makhluk sejati berarti ia harus berkorban. Harus menerima takdirnya sebagai makhluk penggoda. Harus rela menjadi makhluk yang terkutuk…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: