Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Zen Muttaqin

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN selengkapnya

“Kebenaran Objektif dan Subjektif “

OPINI | 24 July 2011 | 23:04 Dibaca: 736   Komentar: 16   14

13114715182084429290

.

SAYA SENANG,
BAHWA KEN DEDES, DEMIKIAN BAIK
MEMBERIKAN TANGGAPAN DAN FAKTA FAKTA
YANG DI JADIKAN LANDASAN TULISAN MAS ADI.

DENGAN KADAR YANG SANGAT RASIONAL, TANPA MENDISKREDITKAN FAKTA,
YANG DI PERMASALAHKAN ADALAH, CARA PANDANG MAS ADI
DAN INTERPRETASI MAS ADI TERHADAP BERITA.
DAN ITU SUDAH MASUK DALAM RANAH OPINI MAS ADI.

SAH SAH SAJA MAS ADI MENGAMBIL KESIMPULAN DARI DATA YANG DIPEROLEH,
ITU HAK SETIAP ORANG KARENA MEMANG ITU HANYALAH OPINI DAN PENDAPAT.

HENDAKNYA MEMANG KITA SELALU MEMBERIKAN RUANGAN
BAGI PENDAPAT DAN HORMATI PENDAPAT ORANG LAIN.
MENJADIKANNYA  SEBAGAI REFERENSI DAN BANDINGAN
DENGAN PENDAPAT ORANG LAIN DAN PENDAPAT KITA SENDIRI.

CUMA
JANGAN MELAKUKAN GENERALISASI, DAN STIGMATIK TERHADAP
PENDAPAT SESEORANG DENGAN MENGGEBYAH UYAHKAN
ATAU MENGENERALISIR  BANYAK ORANG..

KALI INI BISA SAJA SAYA MEMPUNYAI PANDANGAN SAMA DENGAN MAS ADI,
TETAPI BISA JADI SAAT YANG LAIN SAYA AKAN MENOLAKNYA

DARI SALING MENGHORMATI DAN MENGHARGAI PENDAPAT ORANG LAIN,
MAKA AKAN KITA PEROLEH HASIL KESIMPULAN YANG HAMPIR MENDEKATI KEBENARAN UMUM.ATAU KEBENARAN OBYEKTIP, BUKAN KEBENARAN SUBYEKTIP.

KEN DEDES, SAYA SANGAT MENGHORMATI ANDA, YANG TELAH MEMBERIKAN FAKTA DAN DATA.
MAS ADI, MASUKAN DARI KEN DEDES MEMANG SANGAT BAIK, UNTUK ANDA DAN JUGA SEMUA PEMBACA TULISAN ANDA, BERTERIMAKASIHLAH KEPADA KEN DEDES YANG DENGAN SUSAH PAYAH MEMBERIKAN DATA DAN FAKTA.

JANGAN SEKALI KALI DIANGGAP SEBAGAI PENYERANGAN DAN CAMPUR TANGAN TULISAN ANDA. TERMASUK MENDISAKREDITKAN ANDA.
HENDAKLAN ANDA MEMBUKA RUANGAN PENDAPAT ORANG LAIN, HARGAI DAN HORMATI. PENDAPAT MEREKA.
BIARKAN PEMBACA BISA MEMBERI KESIMPULAN DAN KEBENARAN SUBYEKTIP MASING2.
DAN SERAHKAN KESIMPULAN SEMUANYA KEPADA PEMBACA MASING2. MENARIK KESIMPULAN MENJADI KEBENARAN OBYEKTIP.

SELAMAT,
SEMOGA SEMUA MENJADI BERSAHABAT DAN MELANJUTKAN MASING2 KEGEMARAN DAN MENGGALI POTENSI DAN MENGEMBANGKAN DIRI DENGAN MENGELUARKAN KEMAMPUAN SEBAIK BAIKNYA, UNTUK MENGISI KEBENARAN OBYEKTIP.

BETAPA INDAHNYA REPUBLIK INI DIISI DENGAN MANUSIA2 YANG MENGHARGAI DAN MENGHORMATI PENDAPAT ORANG LAIN, DENGAN MEMBANGUN PENGERTIAN BERSAMA MENGAMBIL KESIMPULAN KEBENARAN OBYEKTIP. YANG BISA KITA JADIKAN PEGANGAN DALAM PERGAULAN HIDUP KITA.

TRIMAKASIH,

WASSALAM

.

JAKARTA, 23 JULY 2011

.

ZENMUTTAQIN

N.B.

TERIMA KASIH KEPADA MAS ADI DAN KEN DEDES
SAYA MELANSIR KOMEN SAYA UNTUK POSTING HARI INI,

SEMOGA RIDLO ,
MASALAH INI SAYA GUNAKAN SEBAGAI CONTOH KASUS,
PENGERTIAN MASALAH KEBENARAN SUBYEKTIP
DAN KEBENARAN OBYEKTIP.

SEMOGA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA.

AMIIN

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 11 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 12 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 12 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Phsycologhy Dangdut Pengaruhi Cara Pandang …

Asep Rizal | 8 jam lalu

“Triple Steps Solution” Upaya …

Hardiansyah Nur Sah... | 8 jam lalu

Every Children is Special …

Hardiansyah Nur Sah... | 8 jam lalu

Pemilik Bagasi Lost 500 Juta Rupiah Itu …

Irawan | 8 jam lalu

Habibi & Kakak vs Sentimentil Sang Guru …

Daniel Oslanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: