Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Hendri Juhana

seorang petualang yang suka menata sunyi di balik takdir sang waktu

Gemericik hati Sang Sufi

OPINI | 15 January 2011 | 12:33 Dibaca: 243   Komentar: 5   8

12950949291098767870

google.com

Lihat

Gemericiknya air membius hening di malam itu.

Wajah rembulan pun tampak suram seolah menutup bingkai cahaya di sela-sela hembusan angin.

Lantunan hasrat merona seakan tak henti-hentinya bertasbih.

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar!!!

Lihat

Kerejaan malam bukti kebesaranNya

Bintang-bintang tersenyum dan tak henti-hentinya meyapa

Puji dan doa merangkai menjadi bingkai sang jiwa

Terima kasih wahai pemilik malam

Terimakasih wahai pemilik siang

Terima kasih wahai pemilik jiwa

Terima kasih wahai pemilik raga

Lihat………………………………………

Lihat………………………………………

Lihat………………………………………

Lihat……………………………………….

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Alternatif Belanja di Kota Solo …

Suci Handayani | | 25 April 2015 | 14:26

Tiga Rahasia dari Seorang Instruktur Menulis …

Mauliah Mulkin | | 25 April 2015 | 13:39

[Blog Competition] Perlindungan Tanpa Beban …

Kompasiana | | 18 April 2015 | 12:01

Masihkah Esok, Masihkah? …

Jansori Andesta | | 25 April 2015 | 15:27

10 Ulasan Kompasianer Terkait Kepergian Olga …

Kompasiana | | 25 April 2015 | 14:38



Subscribe and Follow Kompasiana: