Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Desi Ariani

untuk lebih baik...

Telusuri Lebih Juah Makna Dibalik Filosofi Motif Batik

OPINI | 05 January 2011 | 19:11 Dibaca: 1971   Komentar: 0   0

TELUSURI LEBIH JAUH MAKNA DIBALIK FOLOSOFI MOTIF BATIK

Sangat disukuri kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki banyak keunikan tersendiri dari sabarang sampai sampai merauke kita sangat kaya akan khasanahan budayanya yang untuk itu harus dilestarikan dengqan sebaik-baikya. Terutama yang dalam beberapa waktu ini yang sedang digandrungi adalah batik.Dulu batik hanya digandrungi oleh orang tua saja, namun sekarang kaum muda tak mau ketinggalan menggunakan batik yang biasanya dibuat dengan model-model yang disesuikan dengan umur seseorang yang memakainya.

Namun sekali lagi kita sebenarnya bukan hanya melirik dari model atau warna yang sesuai untuk kita pakai, namun harusnya dipertimbangkan bagaimana kesuaian penggunaan untuk kita memakainya dengan mempertimbangkan kondisi, tempat.Berikut ini sepenggal uraian singkat mengenai batik dalam pemakainnya dan makna yang terkandung dalam batik:

1. 1.Parang, salah satu motif batik yang populer. Ada berbagai jenis motif parang yang memiliki arti berbeda. Parang Barong merupakan parang yang paling besar dan agung yang hanya boleh digunakan untuk Raja.

batik parang

batik parang

Parang sendiri merupakan simbol dari ombak samudera, menggambarkan semangat dan energi yang tiada henti. Dulu, motif ini hanya boleh untuk kasta prajurit dan adipatiĀ  ke atas.

4. 4.Beras Kecer adalah motif yang cukup terkenal di Solo, bentuknya berupa butiran-butiran menyerupai beras yang tersebar. Beras Kecer bermakna pengharapan untuk kemakmuran dan rejeki yang melimpah.

5. 5. Motif batik banyak menggambarkan simbol-simbol pertanian dan kegiatan keseharian pembatiknya. Misalnya untuk pembatik yang hidup di pedesaan, motifnya akan banyak bergambar tumbuhan, kupu-kupu, burung, alas alasan, kopi pecah, jaring, usus keli, dan sebagainya.

Selain simbol pertanian, batik juga digunakan sebagai pernyataan niat seseorang.

1. Seperti motif Madu Bronto, menyimbolkan seseorang yang sedang kasmaran.

batik madubronto

batik madubronto

Madu Bronto dulu dikenakan pria yang mau kencan atau bertandang ke tempat pacarnya. Jadi ketika orangtua si perempuan melihat bajunya, mereka langsung tahu tujuan kedatangan pria tersebut” Motif ini juga sering dikenakan saat acara lamaran, atau pada sarasehan calon mempelai pria. Madu berarti manis, sedangkan bronto berarti tarung. Jika digabungkan mengandung arti bertarung dalam manis. Gambarnya sendiri menyerupai peniti yang tersusun kotak-kotak dan memanjang.

2. Semen Gunung yang merupakan simbol dari bangunan. Terdapat gambar gapura, gunung dan lar (motif garuda atau visualisasi sayap).

batik semen gunung

batik semen gunung

Tak akan pernah habis rasanya jika kita ingin mengulas makna batik satu persatu. Namun, mengetahui artidan nilai filosofis dari batik, setidaknya untuk batik yang akan kita kenakan adalah sebuah tindakan yangbijaksana.Semoga dengan macam-macam batik yang telah disebut di atas akan member manfaat dan pengetahuan bagi kita dalam mempertimbangkan batik yan mau kita pakai. Sekian. Terimakasih.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Island Getaway ala Robinson Crusoe ke Nusa …

Ivani Christiani Is... | | 25 July 2014 | 14:32

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Rilis UNDP: Peringkat Pembangunan Manusia …

Kadir Ruslan | | 25 July 2014 | 15:10

Yuk Bikin Cincau Sendiri! …

Ahmad Imam Satriya | | 25 July 2014 | 15:03

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 5 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 9 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 9 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 10 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: