Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Fajar Ichsan

hanya seorang manusia biasa

Kampung Akhirat

OPINI | 05 February 2010 | 08:27 Dibaca: 750   Komentar: 12   1

Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: “Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau penyebrang jalan. Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati” (HR. Bukhori)(Hadits Arbain no. 40)

Dua bulan lalu aku pergi melalukan perjalanan spritual yang aku tunggu dan tak kusangka akhirnya bisa melaksanakan panggilan Allah SWT untuk berhaji. Aku merasa sangat senang disana walaupun lelah sangat kurasakan dalam prosesi haji tersebut. Walau disana udara terasa dingin dengan sengatan matahari, tetap aku merasa happy menjalaninya. Hampir saja aku lupa kampung halaman, indonesia.

Ada perjalanan yang lebih membuat orang lupa akan kampung halamannya dibandingkan perjalanan hajiku, yang bernama perjalanan kehidupan dunia. Sebagian besar manusia lupa akan kampung halamannya sehingga persinggahannya lebih menarik perhatiannya. Alih-alih mencari bekal untuk kembali ke kampung halaman, malah kecantol dengan apa yang ada di persinggahan.

Keindahan dunia memang melenakan kita. Canda tawa dan senda gurau menghiasi persinggahan ini.

Rasulullah kekasih tercinta mengingatkan kepada kita untuk tidak terlena dipersinggahan, untuk tetap tahu bahwa kita seorang musafir. Belumlah sampai kita pada tujuan. “jadilah engkau di dunia orang asing atau penyeberang jalan” begitulah sabda beliau Habibullah. Perjalanan masih panjang, bekal masih kurang, jangan-jangan tak akan sampai tujuan. Berhati-hatilah dengan keindahan persinggahan.

Jangan pernah lupa mencari bekal kebaikan. Jangan tunda setiap kesempatan yang diberikan. Jangan-jangan habis sudah kesempatan, ternyata tujuan tak mampu dicapai karena bekal yang kurang.

Waktu yang diberikan ALlah SWT merupakan kesempatan kita untuk mencari bekal. وَ مَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَ  تَكْسِبُ غَدَا وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوْتُ  ” Tidak ada seorang manusiapun yang tahu apa yang akan diusahakannya esok hari dan tidak ada seorang pun yang tahu dibumi mana kelak ia akan mati “(Surat Luqman:34) inilah peringatan dari  yang memiliki jiwa kita. Tidak ada sekali lagi yang mengetahui apakah esok ia masih hidup. Dibalik rahasia kegaiban kematian ada hikmah mendalam yang perlu kita renungi yaitu bekal apa yang telah kita persiapkan untuk menyongsong kampung akhirat tempat tujuan kita semua.

Jangan tunggu sore hari jika kita menjumpai pagi untuk kebaikan dan jangan tunggu pagi jika telah menjumpai sore. Jangan tunggu penyesalan yang berkepanjangan untuk mengingatkan kita. Sungguh tidak ada satupun manusia yang kembali jika telah  melalui gerbang kematian.

Mari kita berhenti sejenak merenungi perjalan yang telah kita lakukan. Masihkah kita ada dalam jalan yang benar menuju kampung akhirat ataukah kita telah tersesat kerimba nestapa tanpa kesudahan…

Cukuplah kematian sebagai pengingat kita…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Unimog Promosi Gratis …

Agus Japloens | | 22 August 2014 | 01:11

Identitas Bangsa Modal dalam Kompetisi …

Julius Deliawan | | 22 August 2014 | 09:42

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Pariwisata Mamasa, Mau Kemana? …

Sofian Munawar Asga... | | 22 August 2014 | 11:47

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | 5 jam lalu

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 9 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 9 jam lalu

Drama Pilpres Telah Usai, Keputusan MK Harus …

Mawalu | 9 jam lalu

Open Letter to Mr Joko Widodo …

Widiyabuana Slay | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: