Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Risman Rachman

Anak Pantai Barat Selatan Aceh. @atjeh01

Teologi Tubuh Mariska

REP | 05 January 2010 | 11:17 via Mobile Web Dibaca: 1246   Komentar: 125   17


Bagian Tubuh M?

Bagian Tubuh M?

“Siapa sih yang tidak mengenal Mariska. Lengkapnya, Mariska Lubis.”

“Itu loh, yang namanya juga menggunakan singkatan Making Love, ML.”

“Oh, ML yang sering nulis soal sex ya?”

Itu sih dulu. Dulu, saat saya hanya kerap mengenal namanya dari perbincangan kawan-kawan, yang kemudian diam-diam saya berlangganan artikel-artikelnya lewat pesan Facebook.

Sekarang, melalui Kompasiana saya tidak hanya bisa membaca artikelnya saja tapi juga sesekali melirik wajahnya dan menangkap pesan-pesan penuh cinta dan kasih sayang dari komentar-komentarnya. Bukan hanya itu, saya juga menemukan kepribadian yang kuat, keteguhan yang prima, dan kecintaan yang meluap-luap pada keluarganya tanpa mengurangi setapakpun kasih sayangnya pada orang-orang terdekatnya, dan juga bagi siapa saja yang terjangkau dari tangan, terlihat dari sinar matanya, dan terhubung dengan hatinya. Termasuk diriku kah? Hanya sosok yang sudah tertarik meneliti soal sejak masih kuliah ini saja yang bisa menjawabnya.

Kalau sudah begitu, siapa sih yang tidak tertarik pada Mariska? Lihat saja jumlah pembaca yang mengunjungi tulisan-tulisannya, lihat juga jumlah orang-orang yang menjadi temannya, dan jika mau dalam lagi “dengarlah” bagaimana orang-orang ngerumpi tentang perempuan yang mengatakan dunia bisa jungkir balik dengan sex. Apakah saya tertarik juga pada Mariska, yang kini aktif sebagai konsultan sex dan juga aktif memberi seminar tentang sex?

Ho ho ho… ya iya lah tertarik. Sangat tertarik. Karena itu, saya sampai memahami sampai ke makna tubuh Mariska. Lekuk pemikirannya soal diri begitu transfaran sehingga saya tahu setiap detail penghargaannya pada diri sebagai sebuah tubuh. Kenapa Mariska begitu menghargai tubuh (diri)? Saya yakin karena Mariska melihat dirinya sebagai “bayang” Tuhan yang hadir ke alam nyata. Jadi “siapa saja yang mengenali dirinya maka sudah barang tentu ia akan mengenali Tuhannya,” begitu mungkin kata Mariska. Kalau sudah begitu siapa sih yang tidak mau menghargai dan memperlakukan tubuh atau diri secara baik dan terhormat? Itulah, Mariska. Tapi ia juga menyadari betapa pengenalan hanya pada tubuh akan berakhir pada kesunyian dan karena itu tidak cukup untuk menemukan getaran G-Spot, sebagai titik sentuhan yang membantu pendakian dari kepasrahan sang tubuh. Tubuh membutuhkan pasangan.

Penghargaan atas tubuh (diri) itulah yang kemudian membuat saya lebih mengenali lagi bagian-bagian terdalam dari Mariska, yang ternyata pernah di borgol karena membela negerinya. Mau tau lebih banyak soal ini silahkan tanya sendiri deh.

Kalau begitu, gimana sih gambaran bagian terdalam dan paling penting dari Mariska terkait tubuh dan pasangan? Sexy ngak ya?

Jelas sangat sexy karena dia juga mengenali satu potensi yang apabila dieksplorasi, diperlukan, dan disentuh dengan baik maka potensi itu juga dapat menyentuh titik paling di cari yakni G-Spot. Dan, Mariska lewat keberhasilannya mengenali tubuhnya ia akhirnya juga mengetahui rahasia-rahasia mujarab seputar sex yang bisa membantu menuju titik sasaran, G-Spot, melalui konsep pasangannya dan kaitannya dengan sex.

Bagi Mariska, sex adalah penghantar yang kuat kepada proses keterhubungan dan bila dirasa kurang juga sebuah penghantar pada penyatuan bahkan hingga dalam bentuk ekstasi sekalipun. Begitu pentingnya sex maka penting pula untuk dimanfaatkan pada hal yang benar. Ibarat arus listrik, sex bisa digunakan untuk yang salah dan juga untuk yang benar dengan konsekuensi masing-masing. Tapi, bagi Mariska sex adalah jalan bagi memahami makna kehadiran dan penyatuan dengan kekasih, dan juga dengan kekasih di atas kekasih. Dengan sex Mariska mengajarkan soal getaran yang dasyat ketika terhubung dengan sang kekasih, dan sungguh getaran itu  pasti akan sangat dasyat lagi jika terhubung, terpahami, tersambung, dan tersatukan dengan kekasih utama, kekasih yang telah memberi segenap cinta pada setiap diri, jauh sebelum setiap diri mengenal sex, cinta, dan getarannya.

Uup. Apa sih ramuan Mariska hingga ia berhasil menemukan dan menyentuh setiap titik G-Spot di tubuh malalui konsep pasangannya? Sederhana, ngak perlu sampai cari ramuannya ke luar negeri deh. Ada kog di negeri ini, bahkan ada di dirimu sendiri, begitu kalau boleh saya mewakili Mariska. Ramuan itu pertama kenalilah tubuhmu sebagai suatu ciptaan dari sang maha pencipta yang dengan kedirian kita bisa mengenalinya. Inilah ramuan pertama sehingga setiap diri diajak oleh Mariska untuk memperlakukan sebagaimana mestinya. Dan, ramuan kedua sebagai pelengkap ramuan pertama adalah soal pentingnya makna dan peran pasangan bagi setiap diri. Dengan pasangan inilah setiap tubuh bukan hanya bisa mengenali tapi bisa mengalami getaran-getaran dasyat hanya dengan perlakuan dan ungkapan serta berujung pada penyatuan sebagai puncak sentuhan  God-Spot yang ada di segenap tubuh.

Sungguh, bagi Mariska “Tubuh” dan “Pasangan” adalah kitab paling tua sekaligus paling dekat dan juga paling mudah untuk memahami, mengenali, dan menyatu dengan sang kekasih agung dan selebihnya adalah bukti-bukti dan pembelajaran setelah umat manusia terperosok dalam jurang kesesatan, termasuk sesat dalam memperlakukan tubuh dan pasangannya.

Mariska Lubis

Mariska Lubis

Duh, akhirnya aku bisa mengenal juga Mariska lewat TTM, bukan Teman Tapi Mesra tapi Teologi Tubuh Mariska.

Ilustrasi : google

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

Aborsi dan Kemudahannya …

Ali Masut | | 01 August 2014 | 04:30

Di Pemukiman Ini Warga Tidak Perlu Mengunci …

Widiyabuana Slay | | 01 August 2014 | 04:59

Jadilah Muda yang Smart! …

Seneng Utami | | 01 August 2014 | 03:56

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 13 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 17 jam lalu

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 21 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 31 July 2014 09:31

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 31 July 2014 09:01

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: