Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Indra Sastrawat

Wija to Luwu, Alumni Fak.Ekonomi & Bisnis-Unhas. Lewat tulisan kita bisa saling berbagi dan mencurahkan selengkapnya

“Meluruskan” Fakta tentang Indonesia

OPINI | 17 November 2013 | 13:00 Dibaca: 713   Komentar: 4   4

13846679031332695449

Bendera Indonesia Merah Putih di hamparan sawah yang hijau (gambar dari:www.the-marketeers.com)

Membicarakan Indonesia memang tidak ada habisnya. Negeri dengan beragam budaya dan besar dengan sejarah membanggakan menyajikan begitu banyak mozaik untuk di tulis. Termasuk beberapa informasi yang perlu diluruskan sampai informasi yang layak diperdebatkan. Berikut beberapa fakta tentang Indonesia yang layak diperdebatkan:

1. Indonesia bukan Pemilik Pulau terbanyak di dunia

Seringkali kita mendapatkan informasi bahwa Indonesia yang terbentang luas dari Sabang hingga Merauke adalah Negara dengan pulau terbanyak, ternyata bukan. Dengan jumlah pulau sebanyak 17 ribu lebih (13.466 sudah memiliki nama), jumlah pulau di Indonesia tidak sebanyak FInlandia. Finlandia memiliki pulau sebanyak 179.584 pulau atau 10 kali jumlah pulau di Indonesia. Finlandia merupakan Negara yang terletak di Eropa Utara (Skandinavia), walau memiliki pulau terbanyak di dunia, luas daratan Finlandia yang menyatu dengan Eropa lebih besar dari gabungan 179 ribu pulau tersebut. Walau hanya memiliki jumlah pulau 17 ribu lebih, Indonesia dianggap sebagai Negara kepuluan terbesar di dunia mengalahkan Jepang, Filipina, Maladewa, Mikronesia, Fiji dll.

2. Bohong Besar Indonesia dijajah Selama 3,5 abad

Sejak sekolah dari SD hingga kuliah otak kita sering direcoki doktrin Indonesia pernah dijajah selama 350 tahun oleh Belanda. Ini jelas fakta yang harus diluruskan, jika klaim 350 tahun berarti kita dijajah Belanda sejak tahun 1595 (1945-350). Faktanya VOC atau serikat dagang Belanda baru menginjakkan kakinya di Banten pada tahun 1592 dipimpin oleh Cornelis De Houtman. Dan tahun 1592 tidak layak dijadikan dasar pengusaan VOC atas Indonesia karena untuk menaklukan suatu bangsa atau kerajaan butuh pertempuran dan dasar paling tepat menentukan awal mula penjajahan adalah ketika daerah tersebut ditaklukan. Fakta lain bahwa sampai abad 19 Belanda masih berusaha menaklukan nusantara seperti di Jawa meletus perang Diponegoro (1825-1830), di Sumatera Utara ada perang Sisingamangaraja (1887-1907), di Sulawesi Selatan ada perang hingga tahun 1907, perang Aceh terjadi hingga tahun 1930 dll. Menurut pendapat GJ Resink Tahun 1987 dalam bukunya Raja dan Kerajaan Yang Merdeka Di Indonesia Tahun 1850-1910. Disebutkan bahwa dalam kurun waktu tahun 1850 hingga 1910, masih banyak daerah di Indonesia yang masih merdeka atau belum diduduki oleh Kolonial Belanda. Yang benar adalah Belanda butuh 350 tahun untuk menaklukan Indonesia. Kita mesti bangga sebagai bangsa besar yang sulit dikalahkan bangsa asing bukan sebaliknya.

3. Ada Enam Bangsa yang coba menaklukan Indonesia

Selama ini kita diajarkan bahwa wilayah nusantara mengalami 3 periode perlawanan dari bangsa asing yaitu Portugis (1512-1574), Belanda (1592-1942) dan Jepang (1942-1945). Selain ketiga bangsa tersebut, nusantara pernah kedatangan bangsa lain yaitu Spanyol, Prancis dan Inggris. Spanyol pernah kali memasuki perairan Indonesia pada tahun 1521 dan meninggalkan nusantara sekitar tahun 1645 ketika tentara Spanyol yang kejam terusir dari bumi Minahasa, sejak itu Spanyol focus di Filipina. Spanyol gagal menaklukan nusantara seperti mereka menaklukan Amerika. Sedangkan jejak Prancis di Indonesia terjadi ketika di Eropa terjadi perang antara Belanda dan Prancis, perang kemudian di menangkan oleh Prancis sehingga semua wilayah yang dikuasai Belanda jatuh ke tangan Prancis (1805-1815). Penakluk Prancis, Napoleon lalu mengangkat Herman Wiliam Daendels sebagai gubernur jenderal di Nusantara. Daendels mulai menjalankan tugasnya pada tahun 1808 dengan tugas utama mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Penakluk Eropa ketiga yaitu Inggris. Inggris berada di nusantara sejak 1602. Namun jejak Inggris melalui serikat dagang India Timur meredup sejak VOC melebarkan kekuasaannya. Inggris memilih mundur ke Semenanjung Melayu. Inggris kemudian hadir kembali di Indonesia pada tahun 1811 sampai 1816.

4. Indonesia negara agraris atau maritim

Indonesia sering disebut sebagai negeri agraris karena sebagian besar rakyatnya hidup dari pertanian. Fakta yang terjadi sekarang bahwa 65% bahan pangan kita adalah impor dari luar negeri seperti India, China atau Amerika Serikat. Untuk padi (beras) produksi kita masih kalah dari India dan China kedua negera yang kini lepas landas di bidang teknologi. Menelisik jauh ke masa silam, rakyat nusantara lebih dikenal sebagai negeri maritim yang tangguh, mereka adalah penjelajah laut yang hebat. Nenek moyong kita sudah sering bolak balik ke Madgaskar, ke Venice bahkan hingga Pasifik. Uniknya adalah suku-suku berhuruf M adalah suku maritim seperti Makassar, Melayu, Mandar, Madura, Maluku, Minang. Selain itu orang-orang Buton dan Dayak punya tradisi laut yang hebat. Dulu mereka berlayar sambil berdagang, sayangnya anak cucu mereka sekarang lebih senang jadi pamong Negara (PNS). Suku yang kuat dengan pertaniannya adalah Jawa dan Sunda, ini bisa jadi karena tanah yang subur. Namun di candi Borobudur terdapat relief kapal cadik yang menandakan orang Jawa juga pelaut hebat.

5. Indonesia Rumah bagi Puluhan Agama

Pasca reformasi 1998, pemerintah Indonesia memberikan cap agama resmi kepada agama Konghucu, total ada enam agama resmi di Indonesia yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu. Keenam agama tersebut merupakan agama import dari luar nusantara. Selain ke-6 agama resmi tersebut di Indonesia terdapat beberapa komunitas agama yang eksis di dunia seperti Baha’I, Yahudi, Orthodox , Ahmadiyah dll. Diluar semua agama tersebut, Indonesia juga rumah bagi banyak agama tradisional yang tiak diakui. Jumlah mereka cukup banyak hingga puluhan, beberapa diantaranya seperti Parmalim (Sumut), Kahariangan (Kalimantan),¬† Wetu Telu (Lombok), Kejawen (Jawa) atau Toloatang (Sulsel). Yang sering terjadi para pemeluk agama tradisional ini diharuskan memilih salah satu agama resmi dalam mengurus administrasi kependudukan, banyak dari mereka memilih agama Hindu seperti orang Toloatang dan Kaharingan padahal mereka bukan pengikut Hindu. Sensus tahun 2010 sensus tahun 2010, 87,18% dari 237.641.326 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 6,96% Protestan, 2,9% Katolik, 1,69% Hindu, 0,72% Buddha, 0,05% Kong Hu Cu, 0,13% agama lainnya, dan 0,38% tidak terjawab atau tidak ditanyakan (Wikipedia.com).

6. Indonesia Macan Asia Masa Lalu

Saya harus membuka banyak sumber bacaan untuk meyakinkan diri bahwa tim nasional Indonesia pada masa lalu (sekitar tahun 1950-1970) adalah macan Asia yang hebat dengan prestasi. Faktanya dalam daftar Piala Asia tidak ada nama Indonesia minimal di posisi ke-4. Justru yang saya dapati adalah Burma, Thailand, Vietnam dan Kamboja. Pada masa 50 sampai 60 sepakbola Burma merupakan macan Asia sesungguhnya mereka pernah juara Asian Games 1966 dan 1970, prestasi terbaik Indonesia adalah perunggu pada Asian Games 1958. Satu satunya gelar Asia yang didapatkan Indonesia adalah juara Piala Asia Junior tahun 1961. Jangan lupakan Indonesia pernah menjuarai Mardeka Games tahun 1968 dengan mengalahkan Burma, dan yang paling heroik kita pernah main di Olimpiade. Kita sampai di Perempat final setelah menang WO dari Vietnam di penyisihan. Ramang dkk dikalahkan Uni Sovyet 0-4 di partai kedua.

7. Medali Indonesia di Olimpiade

Beberapa informasi salah sering muncul ketika menyinggung perjalanan tim nasional Indonesia di olimpiade, ada yang menyebut kita sampai babak final (perak) kalah dari Uni Sovyet, ada pula yang menulis kita sampai semifinal. Faktanya kita sampai di babak Perempat Final dengan menang WO dari Vietnam. Sadar lawan di perempat final adalah Uni Sovyet, Tony Puganick pelatih timnas berkata” kalian ingin main bola atau mengubah sejarah”, ungkapan yang melecut semangat timnas menahan Sovyet di hari pertama. Indonesia ‘benar-benar’ meraih medali pertamanya pada olimpiade Seoul 1986 lewat Trio Panahan Putri. Emas pertama kita dari cabang Bulutangkis di Olimpiade Barcelona 1992, setelah bulutangkis resmi dipertandingkan pertama kali di olimpiade 1992.

8. Sejarah Majapahit yang Samar

Pelajaran sejarah kita perlu diluruskan kembali, selama ini kita diajari (baca”doktrin) bahwa Majapahit lewat patihnya Gajah Mada yang terkenal dengan sumpah Palapanya pernah mengusai seluruh Nusantara dari Aceh hingga Papua. Faktanya kerajaan di Sulawesi tidak pernah ditaklukan oleh Majapahit, tidak ada satu lontara atau bukti tertulis yang menulis terjadi penaklukan di wilayah kerajaan Sulawesi yang pada masa itu wilayahnya sebagian besar di bawah pengaruh kedatuan Luwu. Bukti artefak justru membuktikan bahwa Majapahit datang untuk mencari biji besi untuk ditempa menjadi senjata yang kuat. Pada masa itu budaya tulis sudah lazim bagi orang Bugis Makassar dan mereka tidak pernah mencatat ada penaklukan dari kerajaan Majapahit, juga tidak ada peninggalan berupa candi atau bangunan khas jawa yang membuktikan Majapahit pernah berkuasa seperti di Sumatera. Di Maluku dan Papua juga tidak terdapat peninggalan candi dan sejenisnya. Jadi teori tentang Majapahit menguasai seluruh nusantara perlu di kaji ulang kembali.

9. Indonesia Kaya Mineral Tambang

Cerita yang menyebut Indonesia Negara yang melimpah barang tambang tidak sepenuhnya benar. Yang benar Indonesia Negara yang boros memanfaatkan sumber daya alamnya, parahnya sebagian besar di kelola oleh asing. Coba lihat rangking penghasil minyak bumi dunia, rangking Indonesia terlempar di nomor 21 dunia kalah dari Nigeria, Rusia, China dll. Produksi Minyak kita kalah dari Amerika Serikat (no.3 dunia) anehnya AS mengirim perusahaan mereka untuk  menguasai ladang minyak kita dan bodohnya kita mau menerima mereka. Tambang mineral lain seperti Emas, rangking Indonesia hanya di nomor 9 dunia (2,3% cadangan dunia) kalah dari Kanada (no.9) dan AS (no.3), dan hebatnya perusahaan Negara AS bernama PT. Freeport menjadi pengelola tambang emas terbesar Indonesia di Papua. Mereka mengusai 90,64% saham Freeport Indonesia dan menyisakan kurang 10% untuk pemerintah Indonesia. Yang lebih parah adalah Batubara dimana Indonesia yang hanya punya cadangan 0,5% adalah punya produksi batabara no. 6 dunia, produksi batubara kita semakin menepis dan tidak lama lagi akan habis karena produksi berlebihan. Rangking tambang Indonesia yang lain adalah Nikel (no. 4 dunia), Tembaga (7), Timah (5), Gas Alam (13). Indonesia memang memiliki kekayaan yang bervariasi tapi dalam jumlah yang terbatas namun terus dikelola dengan berlebihan.

Itu beberapa fakta tentang Indonesia yang menarik untuk diperbincangkan. Fakta menarik lainnya akan menyusul. Ini hanya sebagaian kecil dari begitu banyak cerita tentang Indonesia yang masih tersimpan dalam lemari peradaban.

salam

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 13 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 14 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 14 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 8 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Marah, Makian, Latah. Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: