Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Indra Wibisana

Anak Indonesia, yang mencoba hidup di negeri orang, yang benci tapi rindu pada negeri sendiri, selengkapnya

Stop Making Stupid (Indonesian) People Famous!

OPINI | 21 August 2013 | 18:41 Dibaca: 1096   Komentar: 9   2

1377085135871285610

Stop Making Stupid (Indonesian) People Famous!

Judul di atas dimodifikasi dari pepatah “Stop Making Stupid People Famous!“. Pepatah ini adalah ajakan untuk berhenti membuat orang-orang bodoh menjadi terkenal. Saya kira sudah cukup banyak orang yang menjadi terkenal hanya dengan menunjukkan kebodohan. Saya berharap anda pun merasa demikian, dan mulai muak melihat kebodohan yang di-blow up sedemikian rupa sehingga menjadi konsumsi hiburan khalayak. Demikianlah setelah cukup lama vakum, kali ini saya jadi terpancing setelah melihat sharing-an teman-teman saya di Facebook.

Kali ini dengan nuansa yang kurang lebih sama, saya muak terhadap posting-an-posting-an yang isinya menyebarluaskan “kegoblokan” orang-orang Indonesia. Sharing “kegoblokan” memang postingan yang sensasional dan populer, banyak dikomentari dan di-like, tapi tidak mendidik, tidak membuat Indonesia lebih baik bahkan mencoreng Indonesia. Bagai menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.

Di Kompasiana pun demikian, posting-an yang isinya mencaci-maki kegoblokan demikian banyak. Memang harus diakui bahwa bangsa kita memang tidak seluruhnya cerdas, selalu ada pro dan kontra antara yang cerdas dan yang goblok. Tetapi saya khawatir kalau kegoblokan terus disebarluaskan, jadinya malah menular, dan semakin banyaklah bangsa kita yang tadinya cerdas jadi ikut-ikutan goblok.

Saya tidak ingin menghakimi pro dan kontra tes keperawanan, siapa yang cerdas dan siapa yang goblok. Saya tidak ingin menghakimi pro dan kontra form akta kelahiran, masalah Tanah Abang, masalah Ustadz Solmed dan polemik-polemik buatan media lainnya. Tapi bagi yang merasa cerdas, berhentilah debat kusir dengan pihak yang goblok. Ingatlah selalu ucapan Mark Twain yang cukup terkenal, “Never argue with stupid people, they will drag you down to their level and then beat you with experience.”

Di lain pihak, sharing prestasi orang Indonesia memang sedikit dan kurang populer, orangnya itu-itu saja sehingga lama-kelamaan jadi membosankan, apalagi kalau sampai mendewa-dewakan. Tetapi pada dosis yang tepat, sharing prestasi orang Indonesia lebih mampu menaikkan harga diri sebagai bangsa, dan membagikan sikap mental yang lebih positif. Mudah-mudahan prestasi mereka dapat menginspirasi dan dapat dijadikan teladan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mendapat Untung Usai Mengusir Lalat …

Mahaji Noesa | | 04 March 2015 | 17:16

Hantu KPK Adalah …. …

Dean Ridone | | 04 March 2015 | 09:50

Fungsi Pajak, Ya Buat Kita Juga! …

Johar Zauhariy | | 04 March 2015 | 10:08

Belajarlah Mencintai Istri Lewat Preman …

Suci Handayani | | 04 March 2015 | 10:05

Kompasiana Ngulik: Ngobrolin Genre Musik …

Kompasiana | | 23 February 2015 | 14:51


TRENDING ARTICLES

Maaf, Kami Juga Muak, Mister Abbot …

Aji Maulana | 7 jam lalu

Ada Kejadian Biadab, Mana Suara Psikolog …

Amba Sumujud | 8 jam lalu

Presiden Jokowi Penikmat Adegan Tinju KPK vs …

Imam Kodri | 10 jam lalu

Lulung vs Ahok: 3 Kecerdasan Lulung dan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Jokowi “Tegar” KMP Bubar Karena …

Gunawan | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: