Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ahmad Munawir

orang yang selalu belajar dan belajar

Setelah Lulus Sekolah Langsung Kerja

OPINI | 15 March 2013 | 17:01 Dibaca: 218   Komentar: 0   0

Sekolah untuk pintar ,pintar akan gampang cari pekerjaan.itulah cara pikirdan cara pandang semua masrarakat Indonesia tentang pendidikan.maka semua rakyat Indonesia bersusah payah menyekolahkan anaknya meskipun dengan hutang sekallipun. Tidak ada orang tua yang tidak ingin anaknya tidak sekolah ,namun karena keterbatasan dana mereka dengan terpaksa tidak bisa menyekolahkan anaknya,

span style=”mso-tab-count:1″>Fakta dilapangan berkata lain untuk saat ini, pendidikan akan dikatakan selesai apabila sudah menempuh pendidikan sarjana.apabila tidak sarjana maka orang dan perusahaantidak akan menghargainya.dengan ijazah sarjana masih sulit untuk mendapat pekerjaan.karena harus bersaing dengan ribuan pelamar lain, Apalagi untuk lowongan sebagai pegawai negeri.

span style=”mso-tab-count:1″>Solusi yang ditawarkan pemerintah adalah sekolah kejuruan,di Indonesia sudah berdiri sekolah kejuruan dengan berbagai bidang keahlian ,seperti otomotif, sepeda motor,tata boga,computer,tata busana,pertukangan kayu,pertanian ,industri kelautan dan pertanian. Solusi ini hanya menyentuh segellintir anak Indonesia,karena sebagian besar mereka sekolah di sekolah bukankejuruan.akibatnya ,kemana mereka apabila tidak melanjutkan kuliah?memang banyak perusahan yang butuh tenaga hanya tamatan SLTA namun sebagian besar dari mereka adalah wiraswatawan.adalah harus untuk menambah jiwa wiraswata kepada anak didiknya untuk pendidikan masa depan.adalah mutlak bagi siswa agar bisa bekerja setelah lulus untuk memilih sekolah yang bisa langsung kerja seperti sekolah kejuruan ,sekolah ikatan dinas dan lainnya.

span style=”mso-tab-count:1″>Pada tahun 2013 /2014 akan diterapkan kurikulum pendidikan,dari jargonnya adalah memanusiakan manusia,dimana akan disusun kurikulum untuk mendorong kreatifas siswa dan rasa keiingin tahuan siswa,metode pengajarannya akan dirubah,seperti yang ada dinegara Australia.didalam kurikulum ini akan diajarkan tentang plurarisme,penguatan sikap,ilmu pengetahuan ,keterampilan,kreatifitas, bapak menteri juga telah melakukan penghapusan label RSBI dan SBI ini ditangkap suatu maksud akan menyamaratakan kualitas pendidikan diindonesia dari aceh sampai papua(khusnudhon),apa yang dilakukan bapak menteri sekarang adalah memaksimalkan system pengajaran ,yaitu bagaimana cara mendapatkan ilmu bukan ini ilmunya.ada koreksi kecil dari pak ci sapaan akrab Bapak Ir.ciputra dia mengatakan” inilah kesalahan sistem pendidikan kita,dimana anak didik tidak dibekali dengan jiwa kewirausahaan”

span style=”mso-tab-count:1″>Harapan bangsa Indonesia adalah ini langkah yang baik dan akan menjadikan kuallitas pendidikan di Indonesia naik peringkat dunia dan untuk memenuhi tuntutan zaman modernitas.langkah ini adalah langkah kecil ,namun tidak pada inti dari permasalahan pendidikan diindonesia.kurikulum di Indonesia tidak kalah dengan pendidikan di Amerika ,Israil,Norwegia dan Negara maju lainya.buktinya kita bisa menciptakan teknologi yang terbaru sekalipun.namun memang perlu disempurnakan. tapi yang lebih penting system pendidikannya yang harus dirubah secara perlahan.dan memaksimalkan fungsi dari pada pendidikan itu sendiri.

span style=”mso-tab-count:1″>Harapannya adalah setelah program ini berjalan,akan ada perbaikan kualitas pendidikan di indonesia sehingga anak indonesia akan gampang mendapat pekerjaaan.apabila ada kurikulum kewira usahaan pada setiap jenjang sekolah asa tersebut akan segera terwujud.

span style=”mso-tab-count:1″>Pada dasarnya,setiap manusia akan bekerja, namun sebagian besar tidak akan sejalan dengan keilmuan yang dimiliki, itu sah-sah saja.tapi dengan pendidikan yang selaras dengan dunia kerja dan dunia industri saat ini akan menciptakan manusia yang tidak hanya bisa bekerja tapi memperkerjakan dan bermanfaat.

Tags: mineral air club

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 5 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 6 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 7 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Mencari Azan ke Kampung Segambut …

Rita Kunrat | 8 jam lalu

Wonderful Indonesia: Menelusuri Jejak …

Casmudi | 8 jam lalu

Memanfaatkan Halaman Rumah untuk Tanaman …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Jangan-jangan Jokowi (juga) Kurang Makan …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Susi yang Bikin Heran …

Mbah Mupeang | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: