Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Albertus Femi

“Do unto others as you would have them do unto you.” - Golden Rule -

Mengenal Genre Anime dan Manga

REP | 12 March 2013 | 11:37 Dibaca: 229   Komentar: 1   0

Anak-anak, remaja, bahkan yang sudah dewasa sekalipun menyukai yang namanya anime dan manga.
Anime merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang artinya sama dengan kartun. Begitu juga manga yang merupakan bahasa Jepangnya komik. Anime dan manga memang asyik dan menarik untuk disimak, tidak heran kalau ada saja yang mengeluarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit hanya untuk mengoleksi keduanya.

Anime dan manga memiliki beberapa genre yang perlu dicermati. Jika ingin membaca manga atau menonton anime melalui internet, biasanya di halaman situs menyantumkan genre pada masing-masing anime dan manga. Pengetahuan akan genre ini sangat penting, khususnya bagi anak-anak dan remaja karena cover dari anime dan manga dapat mengecoh. Ada kemungkinan cover depan dari anime dan manga sangatlah menarik dan “sopan”, namun isinya ternyata sangat tidak pantas untuk anak-anak.

Anime dan manga memiliki beberapa genre. Genre yang umum dimengerti oleh khalayak umum adalah comedy, action, adventure, drama, romance, fantasy, sci-fi, sport, supernatural, mystery, dan horror. Selain genre-genre tersebut, masih ada beberapa genre yang asing di telinga orang Indonesia karena masih disebut dalam bahasa aslinya. Genre-genre tersebut diantaranya adalah josei, seinen, ecchi, harem, reverse harem, mecha, slice of life, shoujo, shoujo ai, shounen, shounen ai, yaoi, dan yuri. Beberapa genre bukanlah untuk konsumsi anak-anak atau umur dibawah 18 tahun.

Josei, Seinen, Mecha, Slice of Life

Josei yang dalam bahasa Inggrisnya adalah “female” merupakan genre yang ditujukan untuk kaum perempuan remaja dewasa (18 tahun) hingga dewasa (lebih dari 40 tahun). Seinen kebalikan dari Josei, yakni genre yang ditujukan untuk kaum pria remaja dewasa hingga dewasa.
Mecha merupakan genre yang menjadi favorit anak-anak, contohnya adalah Gundam dan Mazinger. Genre ini selalu ada robot dan umumnya diselipkan drama dan action. Dimana ada genre mecha disitu ada robot.

Slice of Life jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti sepotong kehidupan. Genre Slice of Life menceritakan kisah nyata dalam kehidupan sehari-hari seorang karakter anime atau manga. Contoh plot Slice of Life adalah kehidupan sehari-hari seorang remaja perempuan yang bersekolah di suatu SMA yang berusaha untuk menarik perhatian senior yang disukainya. Contoh plot lainnya adalah kisah orang tua membesarkan 3 anak-anaknya yang memasuki fase membangkang (puber) terhadap orang tuanya. Slice of Life memiliki plot yang minim perubahan drastis sehingga terkesan membosankan namun genre ini disukai oleh pecinta anime dan manga karena menyertakan unsur reality didalamnya.

Ecchi, Harem, Reverse Harem

Ecchi bukanlah genre yang diperuntukkan untuk anak-anak 15 tahun kebawah (dan seharusnya tidak untuk umur dibawah 18 tahun). Ecchi merupakan genre yang memperlihatkan aurat karakter anime atau manga. Biasanya karakter perempuan yang ditampilkan auratnya dan dalam frekuensi yang cukup sering. “Buka-bukaan” pada genre ini biasanya masih dalam batas sensor namun tentu tidak baik untuk konsumsi anak-anak.

Genre harem memiliki plot 1 protagonis dengan banyak karakter lawan jenis disekitar karakter protagonis. Untuk genre harem, karakter protagonisnya adalah laki-laki dan ia dikelilingi oleh beberapa karakter perempuan dan biasanya semua karakter perempuan yang ada menyukai si protagonis. Kebalikan dengan reverse harem (seperti namanya), reverse harem memiliki plot 1 karakter protagonis perempuan yang dikelilingi oleh beberapa karakter laki-laki dan tentu saja biasanya si protagonis menjadi rebutan seluruh karakter laki-laki yang ada. Harem dan reverse harem tidak menampilkan adegan “buka-bukaan” dan terkadang menampilkan adegan romantis yang membuat hati pembaca berdegup-degup.
Harem dan reverse harem sangat disenangi oleh penggila anime dan anime karena genre ini seperti surga dunia. Siapa yang tidak senang dalam dunia real dikelilingi oleh banyak perempuan dan seluruh perempuan tersebut menyenangi si laki-laki, begitu juga sebaliknya. Genre ini memberikan fantasi kepada penonton dan pembaca.

Shoujo,  Shounen

Shoujo jika diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris berarti “girl”. Genre ini difokuskan kepada pembaca perempuan muda atau remaja. Genre ini biasanya dicampur dengan genre drama atau slice of life tentang percintaan. Ciri-ciri dari genre ini dapat dilihat dari nama pengarang dan gambarnya. Pengarang anime atau manga bergenre shoujo umumnya perempuan dan memiliki ciri khas gambar karakter yang cantik, tampan, dan mata yang besar berkilauan. Salah satu manga dan anime jadul terkenal bergenre shoujo adalah Candy Candy.

Shounen kebalikan dari shoujo. Shounen ditujukan kepada pembaca laki-laki muda. Karena segmentasi pasarnya adalah laki-laki maka kadang genre ini dicampur dengan genre ecchi / “buka-bukaan”. Anime dan manga Naruto merupakan salah satu contoh yang bergenre shounen dan dicampur dengan genre action, comedy, fantasy, dan drama.

Shoujo Ai, Shounen Ai, Yuri, Yaoi

Sangat dianjurkan agar anime dan manga jenis ini tidak dikonsumsi.
Keempat genre ini merupakan genre yang memiliki kesamaan, yaitu kisah percintaan sesama jenis. Ya, sesama jenis. Entah apa yang ada di pikiran pengarang sampai menciptakan anime dan manga bergenre ini. Walaupun terdengar “terlarang” tetap saja ada peminat.

Shoujo ai menceritakan kisah percintaan perempuan dengan perempuan sedangkan shounen ai sebaliknya. Walaupun “terlarang” tapi masih dalam batas “kewajaran”, maksudnya adalah tidak ada adegan vulgar. Yuri sama dengan shoujo ai namun genre yuri memiliki adegan vulgar yang amat sangat tidak layak untuk umur 18 tahun kebawah. Yaoi juga memiliki adegan vulgar sangat “terbuka” seperti yuri namun menceritakan percintaan laki-laki dengan laki-laki. Jika menemui anime atau manga yang memiliki salah satu dari keempat genre ini, disarankan untuk menjauhinya (kecuali memiliki kecenderungan yang berbeda).

Cermati genre dari anime dan manga sebelum menonton dan membacanya. Baca keterangan pada suatu anime dan manga karena anime dan manga selalu memiliki lebih dari 1 genre. Jangan sampai otak diisi oleh gambar-gambar yang tidak diinginkan karena tidak mengenal genre.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 4 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 6 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 6 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 10 jam lalu

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Stress,,Siapa Takut??? …

Ummu Zahrotun Nadzi... | 7 jam lalu

Luar Biasa, Budaya Minahasa Sukses Pentas di …

Veldy Umbas | 7 jam lalu

Empat Sinyal Bahaya kubu KMP …

Axtea 99 | 8 jam lalu

Cerita Dibalik Sekeping Emas Cabang Wushu …

Choirul Huda | 8 jam lalu

Jas Bekas Adian Napitupulu …

Umar Zidans | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: