Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Santi Diwyarthi

a wife, a mother, a worker....

Nyepi, Swasti Warsa Anyar, Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi, Anggarakasih Julungwangi, Selasa 12 Maret 2013

REP | 11 March 2013 | 14:33 Dibaca: 549   Komentar: 0   0

Tapa brata Penyepian…..

Parisada merumuskan brata penyepian menjadi Catur Barata Penyepian yaitu:

-Amati geni (tidak menyalakan api termasuk memasak). Itu berarti melakukan upawasa (puasa).

- Amati karya (tidak bekerja), menyepikan indria.

- Amati lelungan (tidak bepergian).

- Amati lelanguan (tidak mencari hiburan)

Pada prinsipnya, saat Nyepi, panca indria kita diredakan dengan kekuatan manah dan budhi. Meredakan nafsu indria itu dapat menumbuhkan kebahagiaan yang dinamis sehingga kualitas hidup kita semakin meningkat. Bagi umat yang memiliki kemampuan yang khusus, mereka melakukan tapa yoga brata samadhi pada saat Nyepi itu.

Yang terpenting, Nyepi dirayakan dengan kembali melihat diri dengan pandangan yang jernih dan daya nalar yang tiggi. Hal tersebut akan dapat melahirkan sikap untuk mengoreksi diri dengan melepaskan segala sesuatu yang tidak baik dan memulai hidup suci, hening menuju jalan yang benar atau dharma. Untuk melak-sanakan Nyepi yang benar-benar spritual, yaitu dengan melakukan upawasa, mona, dhyana dan arcana.

Upawasa artinya dengan niat suci melakukan puasa, tidak makan dan minum selama 24 jam agar menjadi suci. Kata upawasa dalam Bahasa Sanskerta artinya kembali suci. Mona artinya berdiam diri, tidak bicara sama sekali selama 24 jam. Dhyana, yaitu melakukan pemusatan pikiran pada nama Tuhan untuk mencapai keheningan. Arcana, yaitu melakukan persembahyangan seperti biasa di tempat suci atau tempat pemujaan keluarga di rumah. Pelaksanaan Nyepi seperti itu tentunya harus dilaksana-kan dengan niat yang kuat, tulus ikhlas dan tidak didorong oleh ambisi-ambisi tertentu. Jangan sampai dipaksa atau ada perasaan terpaksa. Tujuan mencapai kebebesan rohani itu memang juga suatu ikatan. Namun ikatan itu dilakukan dengan penuh keikh-lasan.

Nah, lalu bagaimana pelaksanaan Nyepi di luar Bali? Rangkaian Hari Raya Nyepi di luar Bali dilaksanakan berdasarkan desa, kala, patra dengan tetap memperhatikan tujuan utama hari raya yang jatuh setahun sekali itu. Artinya, pelaksanaan Nyepi di Jakarta misalnya, jelas tidak bisa dilakukan seperti di Bali. Kalau di Bali, tak ada kendaraan yang diperkenankan keluar (kecuali mendapat izin khusus), namun di Jakarta hal serupa jelas tidak bisa dilakukan.

Sumber: Buku “Yadnya dan Bhakti” oleh Ketut Wiana, terbitan Pustaka Manikgeni)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Unik Menyeberangkan Mobil ke Pulau …

Cahayahati (acjp) | | 16 September 2014 | 14:16

Blunder #1 Jokowi: Arsitektur Kabinet …

Shendy Adam | | 16 September 2014 | 11:14

Kenapa Narrative Text Disajikan di SMA? …

Ahmad Imam Satriya | | 16 September 2014 | 16:13

Apartemen Murah? Teliti Sebelum Membeli (5) …

Farida Chandra | | 16 September 2014 | 15:16

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Norman K Jualan Bubur, Tampangnya Lebih Hepi …

Ilyani Sudardjat | 6 jam lalu

Suparto, Penjahit Langganan Jokowi …

Niken Satyawati | 9 jam lalu

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 10 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 12 jam lalu

UU Pilkada, Ken Arok, SBY, Ahok, Prabowo …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: