Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Iwansukmanuricht

Pendidikan, Politik dan Hukum

Keterbatasan Metode Pengajaran Langsung

REP | 28 February 2013 | 21:12 Dibaca: 268   Komentar: 0   0

Menghadapi kurikulum 2013 yang hanya menunggu lima bulan lagi, oleh sebab itu seorang guru sudah seharusnya membekali diri dengan berbagi pengetahuan dan strategi dalam mengajar, untuk itulah sebagai pendidik tentu seorang guru memahami, pentingnya mengajar, dan bagaimana guru mengajar dikelas, yang merupakan hal yang sangat penting dan bersifat pokok atau wajib dilaksanakan oleh seorang guru. Berbagai macam metode dan model pengajaran tentu sudah dikuasi oleh seorang guru, sehingga transformasi pendidikan akan tersampaikan kepada peserta didik. Profesionalisme seorang guru dalam menyampaikan materi akan terlihat pada saat guru tersebut mengajar dikelas.

Semua metode pengajaran yang telah dikuasi oleh seorang guru tentu memiliki keterbatasan atau kelemahan-kelemahannya. Untuk itu penulis akan berusaha memberikan salah satu informasi tentang keterbatasan atau kelemahan dari metode pengajaran tersebut.

PENGAJARAN LANGSUNG

Pengajaran langsung mendasarkan diri pada peran aktif guru, yang berperan sentral dalam memberikan isi pelajaran kepada murid-muridnya dengan cara mengajari seluruh kelas. Metode mengajar ini ditemukan efektif di banyak studi yang menghubungkan temuan-temuan dari observasi kelas dengan ukuran-ukuran hasil belajar murid.

Sejumlah elemen harus ada agar pengajaran langsung efektif, yaitu sebagai berikut:

1. Pelajaran yang Distrukturisasikan Dengan Jelas

Pelajaran secara keseluruhan perlu distruturisasikan dengan jelas, sehingga murid dapat memahami dengan mudah isi pelajaran itu dan hubungannya dengan apa yang telah mereka ketahui. Tujuan pelajaran dapat dibelajarkan kepada murid pada awal pelajaran, misalnya dengan mengatakan “hari ini akan kita akan belajar tentang…” atau dengan menulis tujuan pelajaran itu dipapan tulis.

2. Presentase yang Terstruktur dan Jelas

Guru perlu mempresentasikan materi yang mereka ajarkan dalam bentuk langkah-langkah kecil. Murid perlu sepenuhnya menguasai langkah-langkah itu sebelum melangkah ke bagian berikutnya. Setiap langkah itu sendiri perlu distrukturisasikan dengan baik dan jelas. Informasi seharusnya disampaikan dengan tingkat kejelasan dan antusiasme yang tinggi.

3. Pacing

Pacing pelajaran adalah bagian penting dari pengajaran langsung yang efektif meskipun bukan tanpa kontroversi. Pada awalnya para peneliti menyarankan bahwa pelajaran perlu disampaikan secara fastpaced (dengan kecepatan tinggi).

4. Modelling

Salah satu prosedur yang berguna untuk diikuti ketika mengajarkan topik-topik tertentu adalah dengan memberikan model secara eksplisit tentang sebuah keterampilan atau prosedur. Modeling berarti  mendemonstrasikan sebuah prosedur kepada murid. Ini bisa lebih efektif dibanding menggunakan penjelasan verbal, khususnya untuk murid yang masih belia dan mereka yang lebih menyukai gaya belajar visual.

5. Penggunaan Pemetaan Konseptual

Salah satu strategi yang dapat membantu menstrukturisasikan pelajaran dalam pikiran murid adalah penggunaan pemetaan konseptual. Peta konseptual adalah kerangka kerja yang dapat dipresentasikan kepada murid sebelum topik pelajaran itu dipresentasikan, memberikan ikhtisar yang menghubungkan berbagai bagian dari sebuah topik dan struktur siap-pakai (atau skema) kepada murid.

6. Tanya-jawab Interaktif

Salah satu bagian krusial dari pengajaran langsung adalah interactive questioning (Tanya-jawab interaktif). Karena pentingnya Tanya-jawab interaktif bagi pengajaran efektif, dan karena ada banyak penelitian tentang elemen, maka aspek ini akan didiskusikan secara tersendiri di bab selanjutnya.

KETERBATASANNYA

Pengajaran langsung memiliki berbagai keterbatasan. Metode ini tidak efektif untuk semua murid yang berbeda dan lebih cocok untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan dasar daripada ketrampilan-ketrampilan berpikir tinggi.

Praktik individual, yang dikenal sebagai seatwork, adalah salah satu bagian penting pengajaran langsung, tetapi sekali lagi beberapa kondisi tertentu harus terpenuhi untuk membuatnya efektif. Seatwork perlu disiapkan dengan baik dan perlu dikaitkan dengan jelas dengan tujuan dan sasaran pelajaran. Meskipun normal bahwa seatwork akan berbentuk mengerjakan latihan-latihan di dalam work-book atau work sheet, penting untuk tidak mengikuti skema penerbitnya secara kaku, tetapi menyesuaikan seatwork itu dengan tujuan pelajaran dan murid yang diajar.

Guru perlu memantau seluruh kelas selama seatwork guna memastikan bahwa semua murid tetap pada tugasnya. Guru perlu berjalan mengelilingi kelas untuk membantu murid-murid yang mengalami masalah tanpa menghabiskan terlalu lama dengan salah satu atau sekelompok murid saja.

Sumber Buku : Daniel Muijs & David Reynolds, 2008. Effective Teaching (Teori dan Aplikasi), Pustaka Pelajar

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keputusan KPU Tetapkan Jokowi-JK sebagai …

Yusril Ihza Mahendr... | | 23 July 2014 | 14:21

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Stop! Jadi Orangtua Egois (Mari Selamatkan …

Siska Destiana | | 23 July 2014 | 12:36

Penting Gak Penting Ikut Asuransi Kebakaran …

Find Leilla | | 23 July 2014 | 11:53

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 2 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 3 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 7 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 7 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: