Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ridwan Sank

Ridwan Sank adalah seorang Trainer & Hipnoterapis, merupakan orang biasa yang berusaha memberdayakan diri bagi selengkapnya

Hypnoteaching, Memberdayakan Mindset Guru

OPINI | 25 February 2013 | 17:24 Dibaca: 1302   Komentar: 0   1

13617877131719347629

ridwan sank

Pagi itu merupakan hari pertama bagi Bu Fitri untuk mengajar di kelas 10C, kelas yang selama ini dihindari oleh hampir semua guru, kelas tersebut memang terkenal dengan kenakalan siswanya. Dan benar saja, saat pertama bu Eka baru masuk kelas, suasana gaduh di dalam kelas seperti pasar, begitu ramai dan membahana. Sehingga tidak heran, dari awal sampai jam pelajaran selesai, sebagian besar siswa di kelas ini berhasil membuat ibu guru ini geleng kepala, dan stres dibuatnya.

Namun dibalik rasa stress, ibu guru B. Inggris di salah satu SMA di Sumatra ini, merasa tertantang dan memiliki keyakinan untuk bisa “menaklukkan” siswa kelas 10A. Sehingga berikutnya dia banyak bertanya dan mencari referensi tentang bagaimana cara berkomunikasi dan mengajar efektif di kelas, hingga tiba suatu saat, dia membuka laptop dan menelusuri jawabannya di www.google.com dan menemukan kata Hypnoteaching. Bagi dia, istilah ini masih asing di telinga nya, sehingga dia terus mencari artikel yang berkaitan dengan Hypnoteaching, akhirnya dia menemukan artikel yang dibuat oleh praktisi Hypnoteaching dalam blog pribadinya www.ridwansank.com, yang berjudul “HYPNOTEACHING, RAHASIA MELIPAT GANDAKAN DAYA MAGNETISME GURU”. Setelah membaca artikel tersebut dan mengikuti seminar Hypnoteaching bersama praktisi tersebut, lalu mengaplikannya di kelas, kini Ibu Fitri merasakan perubahan dalam mindset dalam diri nya, cara berkomunikasi dan teknik mengajar di kelas, sehingga secara langsung merasakan feedback positif dari siswanya.

Dari kisah tersebut di atas, manfaat dari aplikasi Hypnoteaching ini sangat luar biasa. Namun harus diakui masih banyak persepsi negatif masyarakat terhadap Hypnoteaching, sebagian besar masih menganggap bahwa teknik ini tidak sesuai dengan syariah, ada juga yang mengasumsikan bahwa bila guru mengikuti seminar hypnoteaching, mereka akan diajarkan bagaimana seorang guru bisa membuat siswa tidur dan mempengaruhi nya tanpa sadar.

Hypnoteaching sebenarnya merupakan salah satu teknik yang menggabungkan antara ilmu hipnosis, komunikasi, psikologi dan teknik pengajaran di kelas. Jadi teknik ini jauh dari mistik maupun klenik. Banyak sekali definisi dari Hypnoteaching yang dibuat oleh para pakar, namun saya sendiri mendefinisikan Hypnoteaching adalah “Seni berkomunikasi dalam proses pengajaran dengan cara mengekplorasi alam bawah sadar, sehingga siswa menjadi fokus, relaks dan sugestif dalam menerima materi peajaran yang diberikan”

Prinsip utama Hypnoteaching adalah “Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”.

Artinya sebelum kita (guru) membawakan materi pelajaran, seorang guru harus mau dan mampu menyamakan frekuensi antara dirinya dengan siswa (building rapport) sehingga komunikasi dalam proses KBM menjadi lebih kondusif dan efektif. Oleh karena itu sebelum guru meminta siswa untuk membuka mindset yang berorientasi kepada prestasi, guru harus mau membuka mindset nya terlebih dahulu, agar berorientasi kepada prestasi siswa dengan metode andragogi.

Ada 4 elemen utama dalam Hypnoteaching, yaitu :

1. Konsentrasi

Baik guru maupun siswa harus konsentrasi dalam pengajaran, itulah mengapa sebelum masuk dan mengajar di kelas, guru harus melakukan fast self hypnosis terlebih dahulu (di jelaskan saat seminar hypnoteaching).

Ada banyak cara untuk mengajak siswa berkonsentrasi dan fokus kepada guru dan materi pelajaran, alah satunya dengan teknik focus attention statement.

Misalnya saat proses belajar berlangsung, dan tiba-tiba AC di kelas mati, sudah pasti suasana kelas menjadi gaduh, akibatnya siswa kepanasan dan tidak konsentrasi.

Salah satu upaya guru yang bisa dilakukan adalah menggunakan teknik focus attention statement. Contohnya “ anak-anak biarkan saja suasananya seperti ini, anggap saja kalian sedang menonton konser NOAH, bayangkan & rasakan saja saat kalian melihat konser mereka, penuh sesah, pengap, tapi tetap asyik. Kalo kalian benar-benar “gaul”, pasti kalian pernah menonton konser dan tahu bagaimana rasanya saat menonton konser..ya seperti ini..dan biarkan kallian kini menjadi lebih fokus….kepada saya..”

2. Relaksasi

Relaksasi ini sangat diperlukan agar siswa menjadi lebih tenang dan nyaman, karena saat dalam kondisi ini, gelombang otak siswa berada pada posisi Alpha (14cps - 7 cps), kondisi dimana mereka menjadi lebih relaks dan sugestif saat menerima materi pengajaran dari guru.

Contoh kalimat yang bisa digunakan oleh guru “ Anak-anak silahkan atur duduk kamu dengan nyaman, tegakkan tulang punggung, lalu ambillah nafas yang dalam dari hidung dan buang perlahan lewat mulut, dan katakan WOW !”

3. Instalasi

Maksud dari Instalasi disini adalah komunikasi yang dilakukan guru saat memberikan materi pelajaran dan sugesti kepada siswa. Agar sugesti menjadi efektif, ada 3 hal yang harus lakukan oleh guru, yaitu :

· Gunakan kalimat yang sederhana dan mudah diingat

· Gunakan kalimat yang terjadi sekarang (present tense)

· Fokus kepada tujuan, hindari negative statement. Contohnya hindari kata :tidak, jangan, bukan, dilarang, tapi, dll. Contoh dalam perintah “kamu jangan mencontek”

· Intonasi

Gunakan intonasi yang tepat saat berbicara, guru harus memahami dan memperhatikan ritme berbicara. Karena dalam ilmu komunikasi efektif, intonasi memiliki peran 38% untuk memasukkan sugesti ke alam bawah sadar siswa

4. Repetisi

Tidak jarang suasana di kelas begitu ramai dan siswa tidak fokus kepada apa yang di kelaskan oleh guru, oleh karena itu saat guru melakukan presentasi di kelas, gunakanlah repetisi. Repetisi / pengulangan ini sangat berguna untuk menembus Critical Area (CA) siswa agar mereka menjadi lebih sugestif. Sedangkan Critical Area sendiri adalah filter yang berfungsi untuk menyaring semua informasi yang masuk ke dalam otak.

Dengan teknik Hypnoteaching ini diharapkan menjadi salah satu solusi agar proses KBM di kelas menjadi jauh lebih efektif

Saya sangat berharap mulai sekarang dan seterusnya, guru maupun dosen untuk selalu meng up to date diri sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pendidikan, salah satunya dengan mengikuti seminar Hypnoteaching yang biasa saya selenggarakan.

Salam

www.ridwansank.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Haruskah Jokowi Blusukan ke Daerah Konflik …

Evha Uaga | | 19 December 2014 | 12:18

Haruskah Jokowi Blusukan ke Daerah Konflik …

Evha Uaga | | 19 December 2014 | 12:18

Jalanan Rusak Kabupaten Bogor Bikin …

Opi Novianto | | 19 December 2014 | 14:49

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 10 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: