Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Abdi Rumasa

Mahasiswa di salah satu PTN di Jakarta, wiraswastawan. GM Of Elhikmah Mart, Chareo Shop, Hikmah selengkapnya

Al-Hikam Ibnu Atha’Illah Kitab Babon Kaum Sufi

REP | 02 February 2013 | 03:23 Dibaca: 2786   Komentar: 3   2

Inilah kitab legendaries itu ! Kitab yang akan mengguncang mata umat islam. Entah kenapa kitab Al-Hikam karangan Ibnu Atha’illah Al-Iskandari ini begitu melegenda. Padahal secara isi dan materi, buku ini  cukup berat untuk di cerna oleh nalar biasa. Apalagi kitab aslinya berbahasa Arab gundul, alias tak berharakat sedikit pun.

Ajaibnya lagi, buku ini sudah di pelajari di Indonesia oleh para santri di pesantren-pesantren tradisional sejak lembaga yang bernama pesantren itu ada. Kemudian dengan perkembangan dakwah Islam, banyak pula kiyai thariqoh membacakannya secara sporadic di depan jemaah yang umumnya adalah kalangan awam dan juga lebih sering didominasi oleh kalangan menengah ke bawah.

Selain itu, yang menjadikan buku ini semakin membuat penasaran adalah sisi kontroversialnya sebagai sebuah buku babon (induk) kaum sufi yang dewasa ini banyak menjadi perdebatan dan sumber “pertikaian” paham di tengah-tengah umat ini. Misalnya, ketika ilmu tasawuf pada zaman ini _khususnya di Indonesia_ sedang didera kritik oleh para pengikut puritanisme, buku ini justru menjadi sumber inspirasi dan bahan materi pelatihan-pelatihan professional serta pengajian-pengajian modern yang bernilai entertain, seperti yang dilakukan Emha Ainun Najib, K.H. Abdullah Gymnastiar, hingga motivator kondang seperti Mario Teguh.

Bahkan tak sedikit umat islam yang mengaku berpaham “paling suci” dan mengharamkan ajaran sufi malah secara tak sadar mengutip hikmah-hikmah dari kitab Al-Hikam ini. Padahal sejarah telah mencatat bagaimana Ibnu Atha’illah telah berdebat sangat sengit dengan Ibnu Taimiyah terkait kritikannya terhadap ajaran-ajaran sufi. Menurut Ibnu Taimiyah ajaran tasawuf terlalu mengada-ada dan tidak ada dasarnya, baik dari sunah Rasulullah SAW maupun dari Al-Qur’an. Meskipun setelah perdebatan itu terjadi, beliau mengakui bahwa apa yang dilakukan dan diajarkan oleh Ibnu Atha’illah adalah sesuatu yang penting bagi umat ini.

Menurut saya selain di juluki kitab babon kaum sufi kitab ini juga layak mendapat gelar kitab induk motivasi karena sangat banyak sekali motivasi-motivasi kata bijak yang menggugah semangat hidup di dalamnya jauh sebelum banyaknya kata-kata bijak yang keluar dari mulut trainer dan motivator-motivator masa kini.

Sebaiknya saudara baca sendiri isi kandungan kitab babon kaum sufi ini supaya anda merasakan betapa menggugah semangat untuk anda yang ingin terus berjalan dan mencapai tujuan hidup yang hakiki.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Keuntungan Minum Air Mineral di Pagi Hari …

Vitalis Vito Pradip... | 8 jam lalu

Perbandingan Cerita Rakyat Ande-ande Lumut …

Kinanthi Nur Lifie | 8 jam lalu

Kalau Nggak Macet, Bukan Jakarta Namanya …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Merdeka Tapi Mati! …

Engly Ndaomanu | 8 jam lalu

‘Jujur dan Benar dalam Pola …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: