Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Achmad Holil

Bagian dari masyarakat RepublikBelajar.org yang memimpikan pendidikan Indonesia melahirkan manusia seutuhnya. Pengintegrasi Softskill ke Matakuliah. selengkapnya

RPP Menyenangkan Kurikulum 2013

REP | 27 January 2013 | 05:09 Dibaca: 10004   Komentar: 7   1

Kecuali Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Perangkat pembelajaran kurikulum 2013 akan disediakan oleh pemerintah. Menurut Mendikbud, upaya ini untuk mengurangi beban guru. Pasalnya  banyak guru belum kompeten dalam merancang berbagai perangkat pembelajaran.”Variasi sekolah dan guru itu luar biasa. Ada yang bisa membuat silabus, ada juga yang tidak. Jadi, kalau guru diwajibkan bikin silabus, ya remek,” Kata Mendikbud Muhammad Nuh (Kompas.com, 22/12/12)

Sudah diketahui bersama, proses pembelajaran yang baik dan efektif sangat ditentukan dari kualitas RPP-nya. Padahal tentang RPP banyak guru yang kesulitan dalam menyusun. Banyak contoh RPP yang beredar, tetapi tentu guru tidak bisa langsung menerapkan di kelasnya. Karena dalam merencanakan pelaksanaan pembelajaran, guru harus lebih dahulu tahu bagaimana cara siswanya mengerti, barulah merancang bagaimana dia mengajar. Dengan demikian, bisa jadi disetiap kelas akan memiliki RPP yang berbeda.

Oleh karena itu, diskusi tentang kurikulum 2013 di RepublikBelajar.org terus berlanjut. Kali ini saya mendapat ijin untuk berbagi dengan pembaca tentang usaha RepublikBelajar.org dalam pengembangan RPP. Maksudnya tentu untuk lebih mewarnai dunia pendidikan Indonesia menjadi lebih menarik dan lebih baik lagi.

Klik gambar berikut sebagai contoh RPP untuk tema Diri Sendiri, sub tema Aku dalam Mengenal Karaktristikku level 1. RPP ini berisi Diskripsi Mengajar Belajar, Tata Laksana Pengajaran, Authentic Assessment, dan Refleksi untuk mewujudkan capaian pembelajaran dari silabus kurikulum 2013 (pernah ditayangkan Kompasiana 19/1/13 dengan judul “Silabus Tematik Integratif Kurikulum 2013” ).

13592326651905638553

Artikel Lain:

-  Benarkah Guru Mentransfer Ilmu?
-  Bimsalabim Bergeser Ke Paradigma Pembelajaran Kurikulum Baru

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menengok Harga BBM dan Cara …

Tjiptadinata Effend... | | 28 August 2014 | 18:04

BBM Menguji Dua Kapasitas Kepemimpinan …

Jusman Dalle | | 28 August 2014 | 15:41

Foto Dicuri, Om Dedes Descodes Ngetop …

Widianto.h Didiet | | 28 August 2014 | 17:02

Masih Soal Final Piala Dunia 2014 …

Ahmad Khadafi | | 28 August 2014 | 16:28

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Pelecehan Seksual pun Terjadi Pada Pria di …

Nyayu Fatimah Zahro... | 3 jam lalu

Jokowi dan “Jebakan Batman” SBY …

Mania Telo | 3 jam lalu

Kota Jogja Terhina Gara-gara Florence …

Iswanto Junior | 6 jam lalu

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 10 jam lalu

Rieke Diah Pitaloka Tetap Tolak Kenaikan …

Solehuddin Dori | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Dari hati,untuk Pak Jokowi …

#savegazaforhumanit... | 8 jam lalu

Kisah Guru Biologi yang Mengaji di Depan …

Kusnandar Putra | 8 jam lalu

Angsa Merah Jambu …

Irfan Akbar | 8 jam lalu

Rendahnya Mutu Pendidikan di Indonesia …

Kania Yunita | 8 jam lalu

Belajar Berbahasa Secara Santun …

El Mahvudd | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: