Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Bernadetta

Mahasiswa Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta yang bercita - cita menjadi seorang Violis ^_^)/ Belajar selengkapnya

Agama Kong Hu Cu

REP | 03 January 2013 | 20:28 Dibaca: 6684   Komentar: 8   6


Kalau ada teman - teman yang sedang bingung untuk membuat makalah mengenai agama kong hu cu, teman- teman bisa baca tulisan dibawah ini.

khususnya buat teman - teman yang mendapat tugas mata kuliah Antropologi Religi, bisa baca juga nih :D

tapi sumbernya juga diambil dari buku dan sumber internet yang lainnya . selamat membaca .

AJARAN KONG HU CU

Menurut sepanjang sejarah, orang-orang Cina sudah hidup bermasyarakat dengan budaya yang tinggi sejak tahun 2007 SM. Beberapa sumber kuno mengemukakan bahwa mereka telah mempunyai Sje-tsing yaitubuku tentang pujian-pujian dan Shu Ching yaitu buku tentang sejarah, yang memberi kesan bahwa mereka sudah percaya pada satu Tuhan (monoteisme) yang disebutnya Shang ti atau Penguasa tertinggi yang berada di Tien (surga) (Agussalim Sitompul dalam AAD, 1988: 217). Kemudian orang-orang Cina itu di tanah airnya dipengaruhi ajaran Budha, Tao dan Kong Hu Cu, yang kemudian dibawa pula mereka yang pergi merantau.

A. LATAR BELAKANG SEJARAH

Kong Hu Cu atau Konfusius adalah seorang ahli filsafat Cina yang terkenal sebagai orang pertama pengembang sistem memadukan alam pikiran dan kepercayaanorang Cina yang mendasar. Ajarannya menyangkut kesusilaan perorangan dan gagasan bagi pemerintahan agar melaksanakan pemerintahan dan melayani rakyat dengan teladan perilaku yang baik (M.H. Hart 1982:53).

Dalam ia mengajarkan ajaran-ajarannya ia tidak suka mengkaitkan dengan paham ketuhanan, ia menolak membicarakan tentang akhirat dan soal-soal yang bersifat metafisika. Ia hanya seorang filosof sekuler yang mempermasalahkan moral kekuasaan dan akhlak pribadi manusia yangbaik. Namun dikarenakan ajaran-ajaran lebih banyak mengarah pada kesusilaan dan mendekati ajaran keagamaan maka ia sering digolongkan dan dianggap sebagai pembawa agama.

B. PENDIRI DAN PEMBAWA AJARAN KONG HU CU

Uraian tentang pribadi Kong Hu Cu dan cara hidupnya digambarkan dalam laporan-laporan dari para muridnya yang terhimpun dalam Lun Yu yaitu suatu analisis Kehidupan Kong Hu Cu. Guru dari Shantung ini berasal dari keluarga sederhana, yang jujur dan setia berbakti kepada Thian. Setelah Kong Hu Cu wafat, maka ajarannya dilanjutkan oleh para muridnya, dengan caranya masing-masing. Diantaranya para muridnya yang terkenal ialah Meng Tsu (372-288 SM) dan Syuun yang berbeda terhadap ajaran-ajaran gurunya, maka ajaran Kong Hu Cu yang kemudian disebarluaskan itu, menjadi berbeda-beda.

Sehingga timbul tidak kurang dari delapan aliran paham tentang ajaran Kong Hu Cu. Di samping itu ajaran Kong Hu Cu ini banyak pula mendapat saingan dari ajaran atau paham keagamaan lainnya. Betapapun juga kebanyakan orang Cina jika tidak menganut agama lain ia tetap menghormati ajaran Kong Hu Cu dengan muridnya Meng Tsu.

C. KITAB-KITAB AJARAN KONG HU CU

Untuk dapat memahami ajaran Kong Hu Cu dapat dipelajari beberapa kitab, yang mengandung wejangan Kong Hu Cu, kitab-kitab yang diyakini ditulis Kong Hu Cu sendiri, dan beberapa buku yang ditulis oleh para pengikutnya. Kitab-kitab tersebut adalah sebagai berikut:

1. Lun Yu

Kitab Lun Yu adalah suatu ‘analekta Kong Hu Chu’ yang merupakan kumpulan perkataan Kong Hu Cu, yang disusun para pengikutnya setelah Kong Hu Cu wafat. Kitab ini ada tiga macam, yaitu versi Naskah Kuno, versi Shi’i, dan versi Lu. Yang kebanyakan dipakai sekarang adalah versi Lu. Antara ketiga versi itu berbeda-beda.

2. Enam Kitab Klasik

Keenam kitab ini diyakini ditulis Kong Hu Cu sendiri, yaitu :

a) Shu Ching

Kitab ini mengandung 100 dokumen sejarah dinasti-dinasti kuno Negeri Cina, dimulai dari abad 24 SM sampai abad 8 SM. Dari buku ini dapat diketahui bagaimana timbul tenggelamnya Negeri Cina di zaman purba, yang menyangkut ajaran keagamaan dan kesusilaan.

b) Shih Ching

Kitab ini merupakan kumpulan kitab puisi dari masa lima abad pertama dinasti Chan. Tujuan buku ini adalah agar para pengikut Kong Hu Cu mengetahui tentang budaya dan sastra puisi yang mengandung nilai-nilai moral. Di dalamnya ada 300 lebih sajak-sajak pilihan.

c) Yi Ching

Kitab ini mengemukakan tentang sistem filsafat yang fantastis, yang menjelaskan arti dasar tentangYin (wanita) danYang (pria).

d) Li Chi

Kitab ini menguraikan tentang upacara-upacara tradisional untuk menanamkan disiplin rakyat, dan mengarahkan kehalusan budi, keagungan dan tingkah laku sopan santun dalam pergaulan masyarakat. Dengan catatan bahwa Li adalah pernyataan perasaan dalam upacara kuno, bahwa Li tanpa perasaan adalah semu, dan jangan dilakukan praktek yang merendahkan derajat.

e) Yeo

Kitab ini merupakan kitab music, yang dimasa Kong Hu Cu dikaitkan dengan puisi, setiap sajak ada musiknya dan lagu-lagu lama dibuatkannya komposisi baru.

f) Chu’un Ch’ii

Kitab ini menguraikan tentang musim semi dan musim rontok dengan peristiwa di negeri Lu sejak tahun pertama pemerintahan Pangeran Yiu (722 SM) sampai tahun ke-14 masa pemerintahan Pangeran Ai (481 SM), yang menguraikan tentang jalannya pemerintahan yang baik dan dihukumnya para menteri yang bersalah.

3. Tiga Kitab Kebajikan

Ketiga kitab ini merupakan tambahan ajaran kebajikan untuk memahami ajaran Kong Hu Cu, yaitu :

a) Ta Hsuch

Kitab ini dikaitkan dengan Tseng Tsan, seorang pengikut Kong Hu Cu yang mengemukakan adanya tiga pertalian pokok dalam perkembangan diri yaitu, manifestasi kebijakan yang terkenal, mencintai rakyat, dan berhenti pada kebaikan tertinggi.

b) Chung Yung

Kitab ini merupakan doktrin tentang kehendak yang ditulis oleh cucu lelaki Kong Hu Cu bernama Tzu Su dan memberi petunjuk tentang ajaran Chung (maksud) dan Yung (normality)

c) Hsioo Ching

Kitab ini kitab klasik yang menunjukan alimnya anak yang menguraikan percakapan antara Tsung Tzu dan Kong Hu Cu tentang betapa pentingnya anak yang alim sehingga menjadi dasar dan sumber dari kebajikan dan budaya bagi kehidupan selanjutnya.

4. Tiga Kitab Murid Kong Hu Cu

Kitab ini merupakan bahan yang tidak bisa disampingkan untuk memahami Kong Hu Cu, yaitu :

a) Kitab Meng Tsu

Berisi himpunan ceramah dan percakapan antara Meng Tsu dengan para Tuan Tanah, para Menteri, Teman-teman dan para muridnya.

b) Kitab Hsun Tsu

Kitab ini aslinya memuat 322 pasal, tetapi kemudian diringkas menjadi 32 pasal.

c) Kitab Tung Dhung Shu

Kitab ini memuat beberapa bahan ceramahnya dan percakapannya tentang sifat dasar manusia, filsafat sejarah, dan ilmu pengetahuan.

Dengan besar pengaruh Kong Hu Cu dan paramuridnya maka pada permulaan tahun Masehi ajaran-ajaran mereka dijadikan etika dan kultus Negara. Maka disusun pada kitab-kitab klasik Cina antara lainnya ialah sebagaimana dibawah ini.

5. Kitab-kitab Klasik Cina

a) Yit-sying

Kitab ini merupakan kitab ‘nujum’ (ramalan) yang menguraikan tentang ‘heksagram’ yaitu pigura dari enam tanda yang seluruhnya berjumlah 64. Unsur dasarnya ialah garis lurus dan garis patah. Tanda-tanda tersebut secara berurut melambangkan Yang yaitu unsur dunia yang bersifat terang, kering, panas, lelaki, aktif dan Yin yaitu unsur-unsur dunia yang gelap, basah, dingin, wanita dan pasif. Inilah kedua tenaga yang mendorong jalan Tao (susunan dunia).

b) Sjoe-tsing

Kitab ini merupakan buku sejarah atau piagam yang berisi cerita turun temurun Raja Tsjou.

c) Sje-tsing

Kitab nyanyian dan puji-pujian.

d) Tsj’oen-tsj’ioe

Kitab tentang musim dan kronik negeri Lu tempat asal Kong Hu Cu.

e) Li-tsji

Kitab tentang Li yang memuat tentang kaidah-kaidah kehidupan dan ritus.

D. POKOK AJARAN KONG HU CU

Sebagaimana yang telah disebutkan, bahwa Kong Hu Cu selalu menghindari pembicaraan mengenai metafisika, ketuhanan, jiwa, dan berbagai hal yang ajaib. Namun ia tidak meragukan tentang adanya Tuhan Yang Maha Esa yang dianut masyarakatnya. Bahkan ia lebih meneguhkan pemujaan terhadap leluhur, dengan kesetiaan terhadap sanak keluarga dan penghormatan terhadap orang tua. Ia mengajarkan betapa penting artinya penghormatan dan ketaatan istri terhadap suami, ataupun rakyat terhadap penguasanya. Menurut Kong Hu Cu hidup ini ada dua nilai yaitu Yen dan Li. Yen artinya cinta atau keramahtamahan dalam hubungan dengan seseorang, sedangkan Li artinya keserangkaian antara perilaku, ibadah, adat istiadat, tata karma dan sopan santun.

Kong Hu Cu mengatakan bahwa ada tiga hal yang menjadi tempat orang besar, yaitu kagum terhadap perintah Tuhan, kagum terhadap orang-orang penting, dan kagum terhadap kata-kata yang bijaksana. Orang yang tidak kagum terhadap ketiga hal tersebut atau malahan berperilaku tidak sopan dan menghina kata-kata bijaksana adalah orang-orang yang picik (Lun Yu 16:8). Ia berkeyakinan bahwa adanya Negara itu tak lain untuk melayani kepentingan rakyat, bukan rakyat untuk (penguasa) Negara. Maka penguasa pemerintahan harus member contoh suri tauladan yang moralis terhadap rakyat dan bukan bertindak zalim. Kong Hu Cu berkata “apa yang kamu tidak suka orang lain berbuat atas dirimu, jangan lakukan”.

Kong Hu Cu mengatakan bahwa Pemerintah hanya meletakkan dasar-dasar yang benar. Jika anda memimpin dengan contoh yang benar, siapa yang berani menggugat anda (Lun Yu 12:17), jika penguasa berbuat benar, ia akan berpengaruh terhadap rakyat tanpa perintah-perintah, jika penguasa sendiri berbuat tidak benar, maka semua perintahnya menjadi tidak berguna (Lun Yu 13:6).

Kong Hu Cu mengatakan “Jika penguasa meralat tindakan sendiri, bagi pemerintah itu soal yang mudah, jika ia tidak meralat tindakannya sendiri, bagaimana ia dapat meralat orang lain” (Lun Yu 13.13). maka untuk memajukan rakyat sesuai dengan aturan-aturan Tuhan, bimbinglah rakyat dengan kebijaksanaan, periksalah atau aturlah mereka dengan sanksi hukuman, maka rakyat akan berusaha bermukim di luar penjara, tanpa rasa hormat dan rasa malu. Bimbinglah rakyat dengan kebijaksanaan, periksalah atau aturlah mereka dengan aturan-aturan kesopanan, maka rakyat akan mempunyai rasa hormat menghormati (Lun Yu .2.3.).

Pandangan Kong Hu Cu tentang dunia, bahwa dunia itu dibangun atas dasar moral, jika masyarakat dan negara rusak moralnya, maka begitu pula tatanan alam menjadi terganggu, terjadilah bahaya peperangan, banjir, gempa, kemarau panjang, penyakit merajalela dan lainnya. Oleh karenanya manusia mempunyai tempat terhormat yang tinggi yang harus diberkati dengan cahaya ketuhanan. Kong Hu Cu mengatakan bahwa “Biukan system yang membuat manusia itu hebat, melainkan orang-orang yang membuat system itu yang hebat” (Lun Yu 15:29). Ia percaya bahwa asal manusia itu baik, dan akan kembali ke sifat yang baik, oleh karenanya tidak diperlukan adanya juru selamat.

Yang perlu bagi manusia adalah adanya guru yang berbudi. Guru yang berbudi akan berusaha sungguh-sungguh mengajarkan ajarannya serta menjadi contoh teladan yang baik bagi orang lain. Kong Hu Cu sendiri menyatakan bahwa dirinya adalah seorang guru yang mendapat petunjuk dari Tuhan. Hal mana sebagaimana dikemukakan dalam kitab Lun Yu tentang budi luhur antara lain sebagai berikut:

1. Laksanakan apa yang diajarkan, baru kemudian ajarkan apa yang dilaksanakan (Lun Yu 2:13)

2. Orang yang unggul (cerdas) mengerti apa yang benar,

3. Orang yang unggul (berada) mencintai jiwanya, orang yang kekurangan mencintai miliknya.

4. Orang atasan selalu ingat bagaimana ia dihukum karena salahnya, orang rendahan selalu teringat pada hadiah yang diterimanya.

5. Orang atasan akan menyalahkan diri sendiri, orang rendahan akan menyalahkan orang lain.

6. Orang atasan jika dihargai akan merasa senang tetapi tidak bangga, orang bawahan itu bangga tetapi tidak dihargai.

7. Orang unggul bersifat liberal terhadap pendapat orang lain, tetapi tidak menyetujui dengan kesempurnaan. Orang rendahan hanya menyetujui dengan sempurna pendapat orang lain, tetapi tidak liberal terhadap mereka.

8. Orang-orang cerdas berpandangan universal, jujur dan adil, orang-orang awam tidak jujur dengan pandangan yang tidak universal.

Ajaran Kong Hu CU dibidang kesusilaan menekankan pada rasa setia kawan secara timbale balik, menanam rasa simpati dan kerja sama yang harus dimulai dari lingkungan keluarga sampai pada masyarakat luas. Sebagaimana diajarkannya dikalangan masyarakat Cina sudah menjadi tradisi, adanya lima macam hubungan manusia, yaitu :

1. Hubungan antara penguasa dan masyarakat

2. Hubungan antara ayah dan anak lelaki

3. Hubungan antara kakak lelaki dan adik lelaki

4. Hubungan antara suami dan istri

5. Hubungan antara teman dan teman

Menurut Kong Hu Cu, kekacauan berasal dari ketidakseimbangan. Jadi masing-masing pihak harus menduduki tempatnya masing-masing agar keseimbangan tidak terganggu. Dalam kehidupan timbal balik, Kong Hu Cu mengajarkan agar “ jangan berbuat pada orang lain jika anda tidak ingin orang lain berbuat pada anda”.

E. AJARAN MENG TSU DAN HSUN TSU

Meng Tsu adalah murid Kong Hu Cu yang baik, pandai, dan bermoral kuat. Menurutnya, orang memiliki sikap perilaku sejak lahir, yaitu Jen (kebesaran hati), Yi (sifat berbudi), Li (kesopanan), dan Chich (kebijaksanaan).

Jadi jika seseorang jahat, maka sifat itu tidak bawaan sejak lahir. Dan perasaan malu, haru, sopan, dan hormat merupakan sifat dasar manusia. Dia jug berkata bahwa rusaknya sifat dasar manusia itu karena hubungan hidup yang kasar.

Dalam hal pemerintahan, Meng Tsu mendukung penuh ajaran gurunya, Kong Hu Cu, bahwa pemerintahan yang baik itu bukan tanpa perikemanusiaan, tetapi pada teladan yang baik dari penguasa. Untuk mencapai pemerintahan yang baik, rakyat perlu diikutsertakan karena rakyat bukan sekedar dasar dari pemerintahan tapi jug peradilan terakhir bagi pemerintahan.

Sedangkan HsunTse adalah pengajar yang realistic. Ia tidak percaya terhadap Tien(surga) sebagai pribadi Tuhan. Menurutnya Tien adalah hukum alam yang tidak berubah. Manusia bukanlah Tien yang bertanggung jawab atas kehidupannya, ataupun kebahagiaan dan bencana alam yang dihadapinya. Jadi apabila sandang, pangan, tenaga digunakan semertinya maka surge tidak akan mendatangkan kemalangan. Jadi dia tidak percaya pada hal takhayul, ia juga menganggap bahwa sifat dasar manusia itu adalah jahat, sedangkan kebaikan seseorang itu didapat dari lingkungannya.

F. AJARAN KONG HU CU DI INDONESIA

Sejak tahun 136 Sm ketika ajaran Kong Hu Cu dijadikan pandangan hidup atau agama negara, maka ia dibawa serta para perantau Cina memasuki kepulauan Nusantara. Orang-orang Cina itu mendirikan kelenteng-kelenteng, dan rumah abu, tempat mereka menghormati roh-roh leluhur. Pada permulaan abad ke-20 dikarenakan kekecewaan orang Cina terhadap pemerintahan Belanda, maka didirikan perkumpulan Cina berdasarkan ajaran Kong Hu Cu.

Pada tahun 1918 di Sala berdiri suatu lembaga agama Kong Hu Cu yang disebut “Khong Kauw Hwee” yang sempat terhenti ketika perang dunia kedua dan masuknya jepang ke Indonesia. Pada tahun 1954 di Sala orang-orang Cina membangun kembali Lembaga Pusat Agama Kong Hu Cu yang disebut Khong Kauw Tjong Hwee yang memang pernah berdiri pada tahun 1923, namun kemudian diubah namanya menjadi “Perserikatan Khong Chiao Hui Indonesia (PKCHI)”.

Pada tahun 1961 PKCHI mengadakan kongresnya yang ke-4 untuk meminta agar agama Kong Hu Cu dikukuhkan kedudukannya dalam Kementrian Agama Republik Indonesia. Dalam kongres itu juga nama PKCHI diubah menjadi Lembaga Agama Sang Kongchu indonesia atau disingkat LASKI dan diubah lagi pada tahun 1963 menjadi “Gabungan Perkumpulan Agama Kong Hu Cu Indonesia” yang disingkat GAPAKSI Kemudian pada tahun 1964 rohaniawan Kong Hu Cu mengadakan musyawarah nasionalnya yang pertama di Ciamis untuk membahas tata agama dan penyeragamannya di Indonesia. Pada kongres ke-5 tahun 1964 GAPAKSI mengubah namanya dengan “Gabungan Perhimpunan Agama Kong Hu Cu se-Indonesia yang disingkat MATAKIN, yang tersusun dari tingkat pusat, tingkat daerah propinsi, tingkat daerah kabupaten atau kotamadya.

kehidupan agama Kong Hu Cu di Indonesia didukung oleh adanya rohaniawannya yang disebut Hoksu (pendeta), Bunsu (guru agama), dan Kausing (penyebar agama) yang didominasi oleh orang Cina saja. Agama Kong Hu Cu telah diakui sebagaia agama yang di Indonesia berdasarkan UU No.5 tahun 1969 dan terhitung sejak 5 April 1979 agama ini dikelola di bawah Direktorat Jenderal Hindhu dan Budha Departemen Agama RI.

Perlu diketahui pula adanya beberapa hari raya orang cina di Indonesia, antara lain :

1. Tahun Baru Imlek

Ini adalah tahun baru menurut tradisi cina berdasarkan sistem penanggalan Bulan yang di negeri Cina disebut Pesta Musim Semi. Ini dirayakan untuk memperingati hidupnya kembali alam semesta setelah keadaan mati selama musim dingin yang gelap dan suram.

2. Hari Raya Cheng Beng (Bersih Terang)

Pada hari itu orang Cina akan berziarah ke makam leluhur mereka untuk membersihkan kuburannya dengan membawa dupa, lilin, kertas sembahyang dan sesajian.

3. Pek Chun (Pesta Air)

Hari raya lainnya yang berlaku untuk orang-orang Cina di Indonesia.

4. Sembahyang Chioko

Ini dilakukan untuk memuja roh-roh yang tidak disembahyangkan oleh kaum kerabatnya.

5. Perayaan Tong Che

Perayaan ini dilaksanakan pada bukan ke-7 imlek ketika bulan purnama sebagai permulaan tahun baru.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 8 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 12 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 11 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Irvan Hidayat | 11 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 12 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: