Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Contoh Teori Freud tentang Id, Ego dan Super Ego

OPINI | 02 January 2013 | 23:41 Dibaca: 4189   Komentar: 0   1

menurut teori freud id adalah bersifat hedonisasi dan selalu dipuaskan. sedangkan ego sebagai menjembatin antara id dan super ego. kemudian super ego berhubungan dengan religus, moral, aturan dan norma.

saya akan menulis contoh yang pernah dibuat dan diperanankan dengan saya dan teman sekelompok saya, dari teori freud tentang id, ego dan super ego dalam aplikasi pada kehidupan sehari-hari.

Rara adalah seorang anak remaja jaman sekarang. Rara dilahirkan oleh kedua orang tua yang berada pada golongan berada. Ia memiliki teman bernama Sasi dan Maura. mereka bertiga bersahabat sejak mereka smp. Mereka bertiga baru saja lulus dari SMA dan melanjutkan ke perguruan tinggi ternama. Sasi dan Maura satu perguruan tinggi, sedangkan Rara berbeda perguruan tinggi dengan mereka.

Di hari pertama masuk kuliah Rara berjumpa dengan banyak orang baru yang belum ia kenal sama sekali. Rara kemudian duduk di tangga lobby kampusnya, lalu dihampir oleh tiga orang perempuan dan mereka berkenalan lalu saling akrab. Ternyata tiga perempuan tersebut satu fakultas dan satu kelas dengan Rara. Tiga perempuan tersebut bernama Febi, Laras dan Irma, ketiga perempuan ini memiliki sikap yang bertolak belakang dengan Rara. Ketiga perempuan ini merupakan perempuan-perempuan soleh dan rajin beribadah. sedangkan Rara ada sosok yang jarang atau terkadang masih bolong-bolong dalam melaksanakan solat.  Rara dan ketiga teman nya itu ternyata menjadi akrab, Rara selalu diajak untuk melakukan sholat, mengingatkan untuk sholat, dan mengajak untuk puasa sunnah senin - kamis bersama.

Suatu hari pada hari libur kuliah Rara berada didalam kamarnya, kemudian pintu kamar nya ada yang mengetuk. Ternyata setelah dibukakan pintu oleh Rara yang datang ternyata sahabat Sasi dan Maura. Sasi dan maura menanyakan bagaimana kampus tempat Rara kuliah, bergosip-gosip ria, dan pembicarakan  dan merencanakankapan mereka bertiga dapat liburan bersama-sama. Setelah pembicaraan selesai Sasi mengajak kedua sahabatnya untuk ikut bersama datang pada acara party temannya. Awalnya Rara menolak ajakan Sasi karena ia takut tidak diizinkan oleh orang tuanya. Akan tetapi karena Maura juga membantu Sasi untuk membujuk Rara ikut, pada akhirnya merek bertiga pergi ke party tersebut dan baru pulang larut malam.

Beberapa bulan kemudian Rara mendapatkan berita buruk bahwa usaha kedua orang tuanya bangkrut. Kehidupan Rara berubah seratu delapan puluh derajat berubah. Rara menjadi sedih, tidak bergairah, dan depresi. kemudian sahabat-sahabat Rara terutama Sasi dan Maura ikut prihatin dan ingin menghibur Rara dengan melakukan shopping dimall. Rara sangat menolak ajakan tersebut karena ia sudah tidak memiliki uang untuk berfoya-foya lagi, akan tetapi kedua teman nya tetap memaksa dan akhirnya Rara setuju dengan ajakan mereka.

sesampainya di Mall, Rara lupa dengan kesedihannya. Dan mereka mengujungi beberapa toko bermerek. Pada satu toko Rara melihat, menyukai dan ingin memiliki barang tersebut akan tetapi harga barang tersebut cukup mahal. Rara sudah tidak berjaya seperti dahulu ia harus memikirkan bagaimana hari esok jika ia membeli barang tersebut. Rara mengurungan niatnya nya untuk membeli barang itu. kemudian kedua sahabat Rara turut prihatin kepadanya. Kedua sahabatanya kemudian menyarankan beragam macam cara untuk Rara bisa membeli barang tersebut dan salah satu cara yang dianjurkan adalah dengan mengambil barang milik teman kampusnya yang akrab dengan nya. kemudian setelah barang itu dicuri olehnya, Rara dapat menjualan nya dan mendapatkan keuntungan yang besar dan dapat membeli barang yang ia inginkan. Rara mempertimbangankan cara tersebut.

keesokan harinya dikampus Rara bertemu dengan Febi, Laras, dan Irma. Mereka bertiga ada kuliah sampai jam setengah 12, kemudian Febi mengajak teman-teman nya untuk kemesjid lebih awal agar bisa melakukan sholat berjamaah disana. sesampainya dimesjid Febi, Laras dan Irma izin untuk mengambil wudhu duluan dan menitipkan barang berharga dan tasnya pada Rara.Seketika Rara mengingat perkataan kedua sahabatanya tentang mencuri barang milik teman nya dan menjualnya sehingga ia bisa membeli barang yang ia inginkan. akan tetapi Rara dan masih Ragu akan semuanya hati kecilnya berkata “jika ia mengambil barang teman nya ia akan mendapatkan barang yang ia inginkan, akan tetapi mencuri itu adalah berbuatan yang tidak terpuji dan akan menimbulkan dosa yang cukup besar, akan tetapi disini lain Rara sangat membutuhkan uang untuk membeli barang tersebut”.

perang hati-hati Rara semakin menjadi antara memenuhi keinginan nya atau melawan keinginannya. pada akhirnya Rara memutuskan untuk tidak mengambil barang teman-teman nya karena takut berbuat dosa dan takut dijauhin oleh teman nya jika ia ketahuan mencuri. Dan Rara juga mempertimbangan barang yang ia inginkan merupakan barang yang tidak terlalu penting dalam hidupnya. Lalu setelah teman nya tiba selesai berwudhu, giliran Rara untuk berwudhu dan melakukan sholat zuhur berjamaah.

Dari contoh diatas sangat jelas bahwa id nya adalah ketika Rara menginginkan dan ingin sekali memliki  barang tersebut. Egonya ketika suara hatinyaberkata antara mencuri atau tidak mencuri. super egonya ketika Rara berpikir takut akan dosa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Ga Pengen Gundul? Rawat Rambutmu??? …

Kang Isrodin | | 29 November 2014 | 12:00

Sentilan-sentilun SBY dan Jokowi …

Gunawan | | 29 November 2014 | 09:00

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Festival Payung Indonesia Pertama, …

Indria Salim | | 29 November 2014 | 13:31

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jangan Tekan Ahok Lagi …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 11 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Seperti Apa Mas Kawin di Zaman Rasulullah …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kontraversi Aborsi …

Jahrianti Nur Tahir | 8 jam lalu

Remang-remang Kunang-kunang …

Harry Ramdhani | 8 jam lalu

Panggung Rising Star Indonesia Gagal …

Sakinah Fitri | 9 jam lalu

Terpidana Pembunuh Munir Itu Telah Bebas …

Agusman | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: