Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Namin Ab Ibnu Solihin

Pengagas Sekolah Akhlak, Founder Rumah Semangat, Founder TPA Al-Ukhuwah, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 03 Cileungsi.silakan selengkapnya

Strategi Mewujudkan Lingkungan Sekolah Bersih

REP | 22 November 2012 | 13:37 Dibaca: 2627   Komentar: 0   0

Saat kita berada di lingkungan yang bersih dan indah, maka hati dan perasaan kita juga menjadi nyaman, dan ingin lama-lama berada ditempat tersebut. Mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih memang tidak mudah tapi juga bukan tidak mungkin bisa kita lakukan. Berikut ini saya ingin menceritakan bagaimana kami mewujudkan sebuah lingkungan sekolah yang bersih, sebuah pengalaman yang menarik di SD Muhammadiyah 02 Cileungsi. Sekolah kami memang bukat sekolah elit, juga secara fisik gedungnya juga tidak bagus, tapi bukan berarti membuat kami untuk tidak melakukan apa-apa untuk menjaga lingkungan sekolah kami tetap bersih.

1. Membuat Peraturan dan Mewujudkannya

Peraturan atau tata tertib di lingkungan sekolah sangatlah dibutuhkan, terutama hal-hal yang berakitan dengan kebersihan. Peraturan tersebut harus bisa di laksnakan oleh semua warga sekolah, secara konsiten dan bersama-sama.

2. Memberikan Punishment and Reward

Kami memberikan punishment (hukuman) bagi siswa yang membuang sampah sembarangan, yaitu dengan hukuman yang sudah di sepakati bersama-sama yaitu denda sebesar Rp.10.000, uang tersebut diambil dari uang jajan siswa selama beberapa harim, atau dibayar secara lunas. Alhasil dengan uang sebesar tersebut mereka akan sangat berhati-hati ketika membuang sampah.

Kami juga memberikan reward (penghargaan) bagi siswa yang telah menjaga lingkungan sekolahnya tetap bersih. Walaupun sangat sederhana, biasanya kami mengumumkan kelas-kelas yang selalu menjaga kebersihan, pengumuman kami sampaikan di acara upacara, apel dan kegiatan sholat dzuhur. Ternyata cara ini ampuh untuk memberikan semangat kepada kelas-kelas untuk terus mewujudkan halaman dan kelas yang bersih.

3. Bekerjasama

Siswa menjadi alat yang ampuh yang bisa dijadikan sebagai pengawas kebersihan sekolah, mereka akan melporkan kepada pihak guru apabila ada teman-nya yang membuang sampah sembaranga. Laporan ini, merupakan bentuk komitmen yang kami buat sebagai bentuk kebersamaan dalam menjaga lingkungan akan tetap bersih.

4. Memberikan Teladan (Contoh)

Sebagai seorang guru, kami berusaha untuk memberikan teladan terbaik bagi anak-anak termasuk dalam hal menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Keteladan kami berikan melalui contoh yang nyata, yaitu setiap kami melewati jalan yang ada sampahnya maka kami akan mengambilnya kemudian meminta bersama-sama siswa untuk membersihkannya. Walau kami sadari bahwa tidak semua guru bisa melakukan hal ini.

5. Mengontrol dan mengingatkan setiap hari

Sebuah program sehebat apapun tidak akan bisa berhasil tanpa ada sebuah ada kontrol yang baik. Kami hampir setiap waktu mengingatkan agar anak-anak untuk terus menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih, terutama pada waktu istrihat dan ishoma.

Untuk mewujudkan kesadaran ini tidaklah mudah, kami telah 2 tahun untuk mencoba berbagai sistem dan program. Ternyata kami bisa mewujudkannya bahwa yang paling terpenting untuk membangun keperibadian tersebut adalah dengan pendidikan keteladan dan kelembutan. Didorong oleh keinginan kuat dan tidak mudah menyerah Insyallah pembangunan keperibadian siswa akan mudah terwujud.

Semoga bermanfaat ayo kita wujudkan lingkungan sekolah yang bersih

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haru Jokowi-JK di Kapal Phinisi …

Yusran Darmawan | | 25 July 2014 | 10:00

Terimakasih BPJS …

Guntur Cahyono | | 25 July 2014 | 06:54

Anonim atau Pseudonim? …

Nararya | | 25 July 2014 | 01:41

9 Tips Meninggalkan Rumah Saat Mudik …

Dzulfikar | | 24 July 2014 | 22:48

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: