Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Hendrik Ng

Penulis lepas yang bisa menulis apa saja tergantung kemana otaknya membawa.

Lebih Jauh Mengenal Twinning Program di Malaysia

OPINI | 21 November 2012 | 16:17 Dibaca: 178   Komentar: 0   0

Malaysia merupakan salah satu negara tujuan bagi puluhan ribu pelajar atau mahasiswa setiap tahunnya untuk menempuh pendidikan. Ambisi Malaysia sebagai negara kunci dalam pendidikan transnasional dunia, tentu banyak menarik pelajar atau mahasiswa untuk menuntut ilmu di Malaysia. Ada banyak alasan mengapa Malaysia bisa menarik puluhan ribu orang dan menjadi pusat pendidikan di antara negara Asia Tenggara.

Selain biaya hidup dan biaya kuliah di Malaysia yang tergolong murah, adanya twinning program juga membuat sekian banyak siswa untuk memilih Malaysia sebagai tujuan pendidikan mereka. Program ini termasuk unik, karena siswa dapat mengambil dan menyelesaikan kuliah mereka secara bersamaan di dua negara berbeda, yaitu Malaysia dan partner university di negara lain. Negara tersebut adalah Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Sedangkan Malaysia sendiri merupakan salah satu dari negara pertama di Asia Tenggara dalam memperkenalkan gelar kolaborasi bagi siswa atau pelajar internasional. Gelar kolaborasi tersebut merupakan program kuliah yang diakui oleh negara di atas, dan hal ini merupakan cara yang baru dan menarik untuk mengikuti program pendidikan internasional bagi para pelajar dan siswa yang berasal dari negara mana pun.

Sistem pendidikan di Malaysia dalam twinning program dibagi menjadi dua struktur, yaitu program sarjana 2 + 1 dan 3 + 0. Keduanya sama - sama memungkinkan pelajar atau siswa untuk memperoleh gelar universitas asing selagi kuliah di Malaysia. Lalu apa perbedaan dari kedua program tersebut? Gelar twinning 2 + 1 akan meberi peluang bagi siswa untuk kuliah selama dua tahun di Malaysia dan satu tahun berikutnya di negara pemberi ijazah. Gelar 3 + 0 merupakan gelar sepenuhnya yang diberikan pada siswa yang kuliah selama tiga tahun di Malaysia. Kedua program di atas merupakan pilihan yang tepat bagi siswa atau pelajar yang ingin mendapatkan gelar yang diakui secara internasional sekaligus mempunyai pengalaman hidup di Malaysia.

Mudahnya sistem pendidikan, rendahnya biaya kuliah dan biaya hidup di kota metropolis, tentu membuat semakin banyak siswa yang datang menuntut ilmu di Malaysia. Memulai pendidikan merupakan awal dari pengalaman yang mengesankan di negara tropis seperti Malaysia.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Taman Balekambang, Bukti Cinta Orangtua …

Agoeng Widodo | | 30 September 2014 | 15:39

Gedung DPR Dijual …

Hendra Budiman | | 30 September 2014 | 11:55

Bahkan Macan Asia pun Butuh Demokrasi …

Yudhi Hertanto | | 30 September 2014 | 12:16

Langkah Kecil, Meninggalkan Jejak yang …

Ngesti Setyo Moerni | | 30 September 2014 | 15:07

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 8 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 8 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 9 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 10 jam lalu

Pembantu yang Berani Mimpi Jadi Big Bos …

Seneng Utami | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Penjahat dan Rumput Liar …

Betty Tiominar | 8 jam lalu

Sejarah Tafsir dan Perkembangannya …

Khoiruz Zadit Taqwa | 8 jam lalu

Andi Wijayanto: Tidak Ada Super Minister …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Hak Rakyat Kembali Dikebiri …

Teguh M Jiwapraja | 8 jam lalu

Sepak Bola Indonesia Kini Jadi Lumbung Gol …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: