Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sgi Sambas Kalbar

Akun ini dikelola oleh lima orang, Syaiful Hadi, Irhamni Rahman, Junita, Gusti Rahayu, dan Jamil selengkapnya

Tips Menciptakan Kelas yang Menyenangkan

OPINI | 13 September 2012 | 05:37 Dibaca: 4048   Komentar: 1   0

Sekarang coba ingat kembali bagaimana ruang kelas anda dulu ketika SD! Sebagian besar pasti akan menjawab, ada poto presiden dan wakil presiden di atas papan tulis, ada gambar burung garuda, beberapa gambar pahlawan, warna ruangan kelas yang membosankan, hiasan bunga di meja guru, dan lainnya. Benar?

Sekarang coba perhatikan gambar berikut,

13475144042019092118

Dok Pribadi

Ruang kelas yang atas mungkin adalah ruang kelas sebagian besar sekolah di negeri ini, sepi dan tidak ceria. Anak-anak pasti tidak suka, sayang saja mereka belum bisa menyuarakan ketidak sukaannya. Sedangkan gambar yang bawah adalah gambar ruang kelas sebagian besar sekolah di luar negeri. Ramai, berwarna-warni, dan menyenangkan, bukan?

Lingkungan belajar yang baik jelas memiliki peranan penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Lalu bagaimanakah caranya menciptakan ruangan kelas yang menyenangkan itu?

Perhatikan kombinasi dan pemilihan warna. Untuk sekolah dasar yang semua siswanya adalah anak-anak yang masih gemar bermain, maka pilihlah warna-warna cerah yang bisa membuat mereka senang.

Perhatikan afirmasi di kelas. “Rajin Pangkal Pandai” mungkin adalah salah satu contoh afirmasi yang sering ada di kelas kita dulu. Dalam penulisan afirmasi ini, diusahakan menggunakan subjek saya atau aku sehingga lebih mengena ke siswa, misal “Jika ingin pandai, maka saya harus rajin belajar”. Selain pemilihan subjek yang tepat, meletakkan afirmasi juga harus tepat, setinggi mata siswa. Jangan terlalu tinggi dan terlalu rendah.

Aroma kelas. Pernah mengajar di kelas yang siswanya baru selesai olah raga dan berkeringat? Bagaimana aroma kelas? Tidak mengasikkan, bukan? Begitu juga yang siswa rasakan, jika ada aroma tak sedap maka mereka tidak akan bisa belajar dengan baik. Dianjurkan diberi pengharum ruangan, lebih baik lagi ada aroma terapi.

Sediakan tumbuhan di dalam ruangan. Masih ingat pelajaran IPA, respirasi tumbuhan? Jika di siang hari, tumbuhan akan menghirup karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen. Itulah sebabnya jika anda sedang lelah, berteduhlah di bawah pohon, nikmat sekali bukan? Adanya tumbuhan di dalam kelas, diharapkan bisa membantu sirkulasi udara dan menjadi sejuk.

Ciptakan suhu yang kondisif. Jangan terlalu gerah. Di Indonesia yang beriklim tropis, pengaturan ventilasi udara serta adanya kipas angin di dalam kelas mungkin akan sangat membantu menciptakan suhu yang nyaman untuk belajar.

Batasi jumlah siswa dalam kelas. Idealnya, jumlah siswa dalam sebuah kelas maksimal 25 siswa. Jika terpaksa, masih bisa ditoleransi menjadi 30 siswa. Jika terlalu banyak dikhawatirkan siswa dalam kelas tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

Pengaturan tempat duduk. Kelas di sekolah negeri ini sebagian besar bernuansa teater, tempat duduk siswa di atur sedemikian rupa seperti kursi penonton bioskop. Pengaturan seperti ini menyebabkan siswa yang berada di belakang akan susah mengikuti pelajaran. Apalagi jika suara guru nya pelan dan jumlah siswanya banyak. Banyak alternatif lain yang bisa digunakan, misal bentuk U, V, O, dan lain sebagainya.

Display. Keberadaan display dalam kelas akan memotivasi dan menstimulasi siswa dalam pembelajaran. Display adalah wadah atau tempat untuk memberikan informasi penting yang bisa mendukung pembelajaran.

Jika semua komponen di atas di atur sedemikian rupa, maka kondisi kelas yang menyenangkan akan bisa terwujud dengan sangat baik. Semoga saja Sekolahku, Syurgaku bisa dirasakan oleh anak-anak negeri ini.

Salam Ukhuwah, SYAIFUL HADI (SYAIHA)

Tags: syaiha freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: