Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sgi Sambas Kalbar

Akun ini dikelola oleh lima orang, Syaiful Hadi, Irhamni Rahman, Junita, Gusti Rahayu, dan Jamil selengkapnya

Tips Menciptakan Kelas yang Menyenangkan

OPINI | 13 September 2012 | 05:37 Dibaca: 4279   Komentar: 1   0

Sekarang coba ingat kembali bagaimana ruang kelas anda dulu ketika SD! Sebagian besar pasti akan menjawab, ada poto presiden dan wakil presiden di atas papan tulis, ada gambar burung garuda, beberapa gambar pahlawan, warna ruangan kelas yang membosankan, hiasan bunga di meja guru, dan lainnya. Benar?

Sekarang coba perhatikan gambar berikut,

13475144042019092118

Dok Pribadi

Ruang kelas yang atas mungkin adalah ruang kelas sebagian besar sekolah di negeri ini, sepi dan tidak ceria. Anak-anak pasti tidak suka, sayang saja mereka belum bisa menyuarakan ketidak sukaannya. Sedangkan gambar yang bawah adalah gambar ruang kelas sebagian besar sekolah di luar negeri. Ramai, berwarna-warni, dan menyenangkan, bukan?

Lingkungan belajar yang baik jelas memiliki peranan penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Lalu bagaimanakah caranya menciptakan ruangan kelas yang menyenangkan itu?

Perhatikan kombinasi dan pemilihan warna. Untuk sekolah dasar yang semua siswanya adalah anak-anak yang masih gemar bermain, maka pilihlah warna-warna cerah yang bisa membuat mereka senang.

Perhatikan afirmasi di kelas. “Rajin Pangkal Pandai” mungkin adalah salah satu contoh afirmasi yang sering ada di kelas kita dulu. Dalam penulisan afirmasi ini, diusahakan menggunakan subjek saya atau aku sehingga lebih mengena ke siswa, misal “Jika ingin pandai, maka saya harus rajin belajar”. Selain pemilihan subjek yang tepat, meletakkan afirmasi juga harus tepat, setinggi mata siswa. Jangan terlalu tinggi dan terlalu rendah.

Aroma kelas. Pernah mengajar di kelas yang siswanya baru selesai olah raga dan berkeringat? Bagaimana aroma kelas? Tidak mengasikkan, bukan? Begitu juga yang siswa rasakan, jika ada aroma tak sedap maka mereka tidak akan bisa belajar dengan baik. Dianjurkan diberi pengharum ruangan, lebih baik lagi ada aroma terapi.

Sediakan tumbuhan di dalam ruangan. Masih ingat pelajaran IPA, respirasi tumbuhan? Jika di siang hari, tumbuhan akan menghirup karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen. Itulah sebabnya jika anda sedang lelah, berteduhlah di bawah pohon, nikmat sekali bukan? Adanya tumbuhan di dalam kelas, diharapkan bisa membantu sirkulasi udara dan menjadi sejuk.

Ciptakan suhu yang kondisif. Jangan terlalu gerah. Di Indonesia yang beriklim tropis, pengaturan ventilasi udara serta adanya kipas angin di dalam kelas mungkin akan sangat membantu menciptakan suhu yang nyaman untuk belajar.

Batasi jumlah siswa dalam kelas. Idealnya, jumlah siswa dalam sebuah kelas maksimal 25 siswa. Jika terpaksa, masih bisa ditoleransi menjadi 30 siswa. Jika terlalu banyak dikhawatirkan siswa dalam kelas tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

Pengaturan tempat duduk. Kelas di sekolah negeri ini sebagian besar bernuansa teater, tempat duduk siswa di atur sedemikian rupa seperti kursi penonton bioskop. Pengaturan seperti ini menyebabkan siswa yang berada di belakang akan susah mengikuti pelajaran. Apalagi jika suara guru nya pelan dan jumlah siswanya banyak. Banyak alternatif lain yang bisa digunakan, misal bentuk U, V, O, dan lain sebagainya.

Display. Keberadaan display dalam kelas akan memotivasi dan menstimulasi siswa dalam pembelajaran. Display adalah wadah atau tempat untuk memberikan informasi penting yang bisa mendukung pembelajaran.

Jika semua komponen di atas di atur sedemikian rupa, maka kondisi kelas yang menyenangkan akan bisa terwujud dengan sangat baik. Semoga saja Sekolahku, Syurgaku bisa dirasakan oleh anak-anak negeri ini.

Salam Ukhuwah, SYAIFUL HADI (SYAIHA)

Tags: syaiha freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 8 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 9 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 10 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Photo-Photo: “Manusia Berebut Makan …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kisruh di DPR: Jangan Hanya Menyalahkan, …

Kawar Brahmana | 8 jam lalu

Saran Prof Yusril Ihza Mahendra Kepada …

Kopi Keliling | 8 jam lalu

Korupsi yang Meracuni Indonesia …

Cynthia Yulistin | 8 jam lalu

MA Pasti Segera Bebas, Karena Kemuliaan …

Imam Kodri | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: