Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Abdul Adzim

Belajar menulis dan berbagi informasi

Istighfar Kunci Pembuka Rejeki

OPINI | 24 July 2012 | 17:37 Dibaca: 1839   Komentar: 0   0

13431082261297352836

Istighfar

Istigfar berasal dari bahasa Arab yang artinya’’ memohon ampun’’ kepada Allah Swt atas kesalahan dan dosa-dosa yang pernah diperbuat. Nabi Saw mengajarkan kepada para pengikutnya agar senantiasa memohon ampun setiap sholat lima waku dengan mengucapkan ‘’أستغفر الله العظيم tiga kali. Berarti, setiap hari orang mukmin harus ber-istgfar 15x setiap usai sholat. Semakin rajin sholat sunnah, akan semakin banyak jumlah istigfat, dan semakin jarang sholat semakin jarang ber-istigfar.

Bagi Nabi Saw, sebenarnya Istigafar tidak mempengaruhi dirinya. Sebab, beliau sudah mendapat jaminan dari Allah Swt balasan surga. Kendati mendapat pengampunan dan jaminan surga, Nabi Saw justru semakin rajin beristigfar, tasbih, dan tahmid dan tahlil. Tujuan bukan menghapus dosa dan kesalahan, tetapi bentuk rasa syukur kepada Allah Swt atas segala rahmat dan kasih sayang-Nya. Dan, sekaligus tuntunan bagi para pengikutnya agar selalu memohon ampunan kepada Allah Swt setiap saat dan waktu atas segala salah dosa.

Allah Swt menciptakan manusia dengan karakteristik salah dan lupa. Namun, sebaik-baik manusia yang lupa ialah, berani mengakuinya dan mau bertaubat kepada-Nya. Orang Arab sering kali menyebut manusia dengan ‘’Al-Insan’’ yang berarti ‘’Li Kastroti Al-Nisyan (banyak lupa). Orang yang paling buruk ialah selalu berbuat salah, dan tidak pernah mengakui kesalahan, justru bangga dengan kesalahan dan maksiat yang diperbuatnya. Nabi Saw menyebut orang model seperti ini dengan istilah ‘’Al-Mujahirin’’. Nabi-pun mengomentari model manusia seperti ini dengan mengatakan:’’ setiap kesalahan (dosa) yang diperbuat umatku mendapatkan maaf, kecuali Al-Mujahirian……(HR Al-Bukhori).

Manusia memang tempat salah dan lupa, namun selama masih mau mengakui dan bertaubat, pasti Allah Swt akan memaafkan, walaupun dosa-dosa itu memenuhi langit dan bumi. Dengan catatan, merasa menyesal, bersitigfar, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi, serta tidak bangga dengan dosa yang pernah di perbuat.

Ajaran Nabi Saw agar umatnya selalu ber-istigfar memiliki banyak manfaat, baik manfat duniawi maupun ukhrowi. Beberapa manfaaf Istigfar, sebagaimana yang di ajarkan Nabi Saw yang bersumber dari kitab suci Al-Qur’an, di antaranya:

QS Nuh (71:10) yang artinya:’’Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun.Niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.[1]

Kandungan QS Nuh (71:10-12) begitu mendalam. Allah Swt memerintahkan kepada semua orang-orang mukim tak terkcuali agar supaya banyak ber-sitigfar. Dalam ayat ini, istigfar menjadi kunci utama pembuka kemakmuran dan rejeki yang melimpah ruah. Hujan di dalam al-Qur’an bisa di artikan berkah, karena dengan air hujan mampu membasahi bumi yang kering. Dengan hujan, tumbuh-tumbuhan bisa subur dan memberikan berkah kepada penghuni bumi.

Jika difahami secara mendalam, ayat ini mengisyarakat kepada manusia bahwa sebuah keluarga, atau komunitas masyarakat akan mendapatkan berkah yang melimpah, jika benar-benar menjalan perintah Allah Swt dan menjauhi laranganya. Ibarat hujan deras yang membasahi bumi, yang memberikan manfaat yang melimpah kepada setiap penghuni bumi, baik manusia maupun hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Ayat berikutnya, Allah Swt melanjutkan dengan ‘’ Wa Yumdidkum bi Amwalin wa Baniin wa Yajal lakum Jannatin wa Yajal Lakum Anhara..…..(QS Nuh (71:12). Ayat ini menjadi lambing kemakmuran dan sejahteraan ekonomi. Dimana, orang yang selalu beristigfar (memohon ampun) kepada Allah Swt, maka Allah Swt akan memberikan harta (rejeki) yang melimpah, serta memberikan anak-anak, dan juga kebun-kebun yann indah dan juga sungai-sungai yang mengalir jernih. Ayat ini menjadi lambang kemakmuran keluarga. Keluarga bisa dikatakan bahagia nan sejahtera, jika memiliki anak-anak yang sholih serta rejeki yang melimpah, deang kondisi kebun yang luas dan menyegarkan.

Kadangkala, keluarga yang kondisi ekonominya kekurangan dan kesulitan. Atau memiliki banyak harta tetapi tidak merasa tengang dan sejahtera, justru merasa kurang dan hidup tidak tentram. Sesungguhnya, orang yang demikian ini tidak mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Jika mereka menyadari atas kesalahan dan pelangaran yang diperbuat, dan memohon ampuan kepada Allah Swt, mereka akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Anak-anak mereka akan menjadi anak-anak yang taat dan sholih, harta mereka menjadi berkah, melimpah dan akan menjadi jembatan menuju surga Allah Swt.

Ibnu Kastir, ketika memaknai QS Nuh (71:12), beliau mengatakan:’’ jika kalian bertaubat kepada Allah Swt, kemudian memohon ampun kepada-Nya, dan taat melaksanakan segala perintah-Nya, maka Allah Swt akan melipatgandakan rejeki kalian. Dan, Allah Swt akan memberikan rejeki (berkah) dari langit, dengan kemakmuran hasil-hasil bumi, seperti tanaman dan tumbuhan yang subur di persawahan dan perkebunan, serta ternak-ternaak. Artinya, anak dan rejeki bagi keluara menjadi lambang kemakmuran dan kesejahteraan ekonomi. (Lihat: Ibnu Kastir: Tafsir QS Nuh 71:12).

Dan, bulan suci Ramadhan itu merupakan kesempatan untuk meraih rejeki Allah Swt sebanyak-banyaknya dengan cara memohon ampun kepada Allah Swt atas segala dosa-dosa yang pernah dilakukan. Caranya, dengan memaksimalal ibadah, seperti; membaca Al-Qur’an, sholat Tarawih dan Witir, Tahajud, Sedekah, Sholat Dhuha, silaturahmi, Birrul Walidain (taat kepada kedua orangtya), serta mengikuti kajian-kajian islam. Maksimalkan ibadah, mata, telinga, hati, fikiran, harta. Jadikan setiap langkah dan gerak pada bulan suci bernilai ibadah. Jauhkan diri dari beraneka ragam maskiat kepada Allah Swt, mulai ngrasani, mengunjing, namimah dkk. Hindari juga berbuka puasa atau sahur dengan makan dan minuman yang haram.

Dengan demikian, Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa, dan membuka pintu rejeki dan kemudaan seluas-luasanya. Jika pada bulan Ramadhan tidak mendapatkan pengampunan, tidak ada perubahan sama sekali. Nabi Saw menyindirnya, mereka termasuk orang yang celaka, sebagaimana penuturan beliau Saw yang artinya:’’celaka sekali bagi orang yang mendapatkan bulan Ramadhan, tetapi tidak memperoleh pengampunan (HR Ibnu Hibban dan Al-Hakim ).

Keterangan QS Nuh (71:12) dan hadis Nabi Saw yang di riwayatkan Ibnu Hibban menjadi motifasi bagai umat islam yang sedang menjalankan puasa Ramadhan agar supaya berlomba-lomba memperbanyak ibadah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan tujuan, agar supaya dosa-dosa dan kesalahan selama ini mendapat pengampunan dari Allah Swt. Jika sudah mendapatkan ampunan, maka kesulitan demi kesulitan yang dihadapi, seperti; rejeki, masalah keluarga, pendidikan, akan segera mendapatkan kemudahan dari Allah Swt, sekaligus menjadi pembuka pintu rejeki yang selama ini tertutup rapat. Semoga ibadah puasa bulan kita menjadi pelebur dosa-dosa, baik kecil mapun besar, dan semoga di terima Allah Swt. Sehingga menjadi bekal untuk menuju perjalanan abadi berjumpa dengan Allah Swt dan berdampingan dengan Rosulullah Swt.


[1] . QS Nuh (71:10-12

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bola Lampu Pijar, 135 Tahun Penemuan yang …

Necholas David | | 22 October 2014 | 08:19

Dua Sejoli Penghuni Pulau Cengkeh (Cangke) …

Asri Salam | | 22 October 2014 | 13:56

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

FFI, Hajat Insan Film yang Tersandera Tender …

Herman Wijaya | | 22 October 2014 | 14:35

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Calon Menteri yang Gagal Lolos …

Mafruhin | 10 jam lalu

3 Calon Menteri Jokowi Diduga Terlibat Kasus …

Rolas Jakson | 10 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 10 jam lalu

Bocor, Surat Penolakan Calon Menteri …

Felix | 11 jam lalu

Fadli Zon dan Hak Prerogatif Presiden …

Phadli Hasyim Harah... | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Politik dan Uang Tak Terpisahkan, Pak Jokowi …

Rhr Dodi Sarjana | 7 jam lalu

Memperkenalkan Bekasi Sepenuhnya …

Andi Saddam | 8 jam lalu

Menikmati Sisi Lain Wisata di Kota Medan …

Rizky Syahfitri Nst | 8 jam lalu

Donor Darah: Sebuah Pemberian yang Abadi …

Leni H. Apriyanti | 8 jam lalu

Saat Kepergianmu …

Selsa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: