Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Irine Rakhmawati

cerpenis, penyuka sejarah dan sains

Bentuk-Bentuk Tulisan Jurnalistik

OPINI | 27 May 2012 | 08:10 Dibaca: 6065   Komentar: 27   8

Efek perkembangan teknologi adalah semakin maraknya jurnalisme warga (citizen journalism) di berbagai media, baik cetak maupun online. Artinya, kebebasan untuk menuangkan ide, atau sekedar berbagi laporan dan pengamatan, menemukan akses yang jauh lebih mudah daripada era sebelumnya. Perkembangan ini, tentu saja berimbas pada kian sulitnya pembaca menentukan dan menyaring tulisan-tulisan yang hendak dibaca lantaran tulisan tersebar dan terserak dimana-mana. Pada beberapa kasus, judul tulisan dianggap menjadi salah satu faktor penentu yang mampu menjadi penarik minat baca. Judul-judul bombastis yang seringkali muatan isinya tidak berimbang.

Jika di media cetak, pewartaan selalu mengalami proses penyeleksian sebelum naik cetak, namun bagaimana halnya dengan media online (dibatasi pada jurnalisme warga dalam blok-blok yang penghuninya mencapai ratusan ribu nama) yang cenderung kesulitan –baca kelelahan– untuk menyeleksi ratusan tulisan yang muncul dalam waktu sekian menit? Bisa saja tulisan hoax yang muncul kemudian dikonsumsi pembaca dengan tanpa sadar. Namun disini, bukan masalah seleksi menyeleksi yang akan diperbincangkan, lantaran hal tersebut berada diluar maksud dan jangkauan dari tulisan ini.

Dalam penulisan jurnalistik, sebenarnya terdapat bentuk-bentuk tulisan jurnalistik yang umum ditemui dalam sebuah media. Media biasanya membagi-bagi ruangan atau rubrikasi untuk jenis-jenis tulisan yang akan dimuat. Rubrikasi dinamai dengan istilah-istilah atau nama yang ditetapkan oleh media itu sendiri. Misalnya rubrikasi tentang olahraga, politik, hiburan dan lain-lain. Yang menjadi fokus perhatian disini adalah, bentuk tulisan seperti apa yang akan mengisi rubrikasi-rubrikasi tersebut? Berikut adalah bentuk-bentuk tulisan jurnalistik yang telah umum dikenal, antara lain:

BERITA (STRAIGHT NEWS)

Sifat tulisan ini lugas, padat, singkat, jelas, memenuhi kaidah 5w + 1h + s (what, when, where, why, who, how, so what happen next). Tulisan jenis ini memiliki struktur piramida terbalik dan berkarakter hardnews. Cara penulisan diawali dengan lead atau teras berita.

Sebagai contoh:

Sabtu, 26 Mei 2012 kemarin, terjadi perampokan di sebuah minimarket X di jalan Bekasi Timur. Perampokan dilakukan oleh dua orang pengendara motor dengan menyandera karyawan minimarket dibawah todongan senjata tajam. Polisi yang menangani kasus ini mengatakan bahwa perampokan dilakukan karena lokasi minimarket berada di daerah sepi.

What : perampokan

Who : dua orang pengendara motor

Where : sebuah minimarket X di jalan Bekasi Timur

When : Sabtu, 26 Mei 2012 kemarin

Why : lokasi minimarket berada di daerah sepi

How : menyandera karyawan minimarket dibawah todongan senjata tajam.

Tulisan jenis ini, umumnya terdapat dalam media harian. Keterbatasan waktu baca ditanggulangi dengan memuat seluruh inti berita pada paragraf pertama. Dengan sekali tegukan kopi, pembaca yang sibuk dapat menangkap isi berita dan langsung bisa berpindah membaca berita lain tanpa meneruskan membaca paragraf selanjutnya yang merupakan pengembangan dari paragraf utama.

REPORTASE/ LAPORAN

Merupakan jenis tulisan jurnalistik yang berupa “berita ditambah dengan nuansa.”

FEATURE/ TUTURAN

Jenis tulisan ini lebih lengkap dan terperinci ketimbang Berita dan Reportase. Kuncinya terletak pada bumbu imajinasi penulis yang mengajak pembaca untuk memikirkan sesuatu tentang sebuah kejadian (penggabungan antara berita dan fiksi). Yang bisa dikategorikan dalam tulisan ini antara lain: kesaksian pribadi, pendapat atau tuturan orang, human interest, riwayat hidup dan lain-lain.

ARTIKEL

Seluruh tulisan berupa opini (hasil pergumulan intelektual penulisnya), menyajikan gagasan secara sistematis dengan kajian yang logis.

OPINI/ EDITORIAL/ TAJUK RENCANA

Tulisan bentuk ini berupa ulasan penting dan merupakan kajian intelektual yang dilakukan secara intens serta mengarah pada kesimpulan, menggiring pembaca untuk memahami masalah. Dengan kata lain, tulisan jenis ini merupakan pendapat media.

KOLOM/ ESAI

Tulisan bersifat reflektif atau renungan yang merupakan penambahan dari artikel dimana menyangkut emosi, spiritual, imajinasi, menertawakan sikap tidak wajar dalam masyarakat, menyindir atau satir.

Dengan mengetahui bentuk-bentuk dari tulisan jurnalistik, diharapkan pembaca akan mendapat informasi yang sesuai dengan kebutuhan serta mampu memilahnya. Termasuk saat menyebarulangkan isinya. Di lain sisi, seorang penulis berita yang memperhatikan kaidah-kaidah jurnalistik, akan mampu memfokuskan tulisan agar tidak terjebak melulu pada opini-opini pribadi sehingga tidak menimbulkan polemik. Kecuali penulis memiliki maksud-maksud tersendiri.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Tanggapan Rhenaldi Kasali lewat Twitter …

Febrialdi | | 23 September 2014 | 20:40

“Tom and Jerry” Memang Layak …

Irvan Sjafari | | 23 September 2014 | 21:26

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 3 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 3 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 6 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 7 jam lalu

Join dengan Pacar, Siswi SMA Ini Tanpa Dosa …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenapa Harus Wanita yang Jadi Objek Kalian?? …

Dilis Indah | 8 jam lalu

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Jack Ma: Gagal Ujian Matematika, Menjadi …

Hanny Setiawan | 8 jam lalu

Fabel : Monyet dan Penguasa Pohon Jambu …

Syam Jr | 8 jam lalu

Sunyi …

Yufrizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: