Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Hendri Ak

Tinggal di Brebes

Ketika Gus Mus (KH.Mustofa Bisri) ‘Berfatwa’ Vs Fatwa MUI tentang Konser Lady Gaga

REP | 25 March 2012 | 01:34 Dibaca: 2264   Komentar: 7   0

Mungkin,jika kita mendengar atau membaca kata Fatwa, dalam benak kita, akan terbayang sebuah hukum atau ketetapan tentang sesuatu hal,dan itu adalah sesuatu yang serius.Sejatinya Fatwa memang sesuatu yang serius.tapi bagaimana jika KH.Mustofa Bisri atau lebih dikenal dengan sebutan GUS MUS sedikit guyonan tentang fatwa?.
Terkait soal fatwa ini, Kyai yang Penyair dari Rembang dalam akun twitternya ini mengatakan banyak yang bertanya tentang fatwa,rupanya terjadi salah kaprah, sebab tidak semua atau sembarang orang bisa berfatwa,dan fatwa itu tidak mengikat semua orang.
Fatwa hanya berlaku terhadap yang meminta fatwa.
Fatwa itu haknya Mufti. Mutfi, adalah orang ~bukan ormas atau orpol dan bukan asal kyai atau ustadz~ yang memenuhi syarat menurut agama Islam untuk memberi fatwa.
Terkait soal kedatangan Lady Gaga yang menurut MUI nonton konsernya haram, Gus Mus diminta pendapatnya tentang dasar apa yang dipakai kenapa MUI mengharamkan hal tersebut, beliau menjawab ‘ Lho, MUI yang mengharamkan, kenapa aku yang diminta dasarnya?’
Membaca tulisan dan karya Gus Mus, saya merasakan kesenangan yang mencerahkan,tulisannya dibawa dengan gaya yang ringan,tapi dalam makna.Selera humornya juga tinggi, humor yang membuat orang tertawa terkekeh sekaligus membuat berpikir.
Nah,soal selera humor Gus Mus ini, bisa terlihat dari kicauan beliau di twitter tentang Fatwa.
Gus Mus sengaja menulis ‘Fatwa’ dengan tanda petik untuk menunjukkan bahwa apa yang beliau ‘fatwakan’ jangan dianggap serius, meski sebenarnya apa yang Gus Mus ‘fatwakan’ itu adalah kebenaran juga,tidak sekedar asal bunyi…
Berikut saya tulis kembali ‘fatwa~fatwa’ (pake tanda petik) beliau yang saya kutip dari akun twitter beliau :
~’Fatwa 1′,
Tanya : Ketika mengantar jenazah ke kubur, mana yang lebih baik, di depan atau di belakang jenazah ?
Jawab : Asal tidak di keranda ,boleh mana saja
~’Fatwa 2 ‘
Tanya :Orang yg melepas pakaian dan nyebur ke kali, kemanakah harus menghadap?ke arah kiblat atau kemana?
Jawab :Ke arah pakaianmu kau letakkan
~’Fatwa 3 ‘
Tanya : Apakah bintangnya Nabi Adam?,Leo,Libra atau apa?
Jawab : Kau cari tahu dulu hari kelahiran beliau, nanti kuterangkan apa bintangnya
~ ‘Fatwa 4′
Tanya : Bolehkah orang yang ihram menggaruk badannya?
Jawab : Boleh
Tanya : Sampai seberapa jauh diperbolehkan?
Jawab : Sampai terlihat tulangnya
~’Fatwa 5′
Tanya : Bagaimana cara membasuh jenggot yang sangat tebal
Jawab : Rendam semalaman.
….
hehe… selamat menikmati ‘Fatwa’ Gus Mus.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 9 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Axtea 99 | 10 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 10 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: