Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Arichandra Hinta

"secret character"

“Guideline of life”..Three Variables in the Two Pyramids

REP | 05 February 2012 | 04:46 Dibaca: 83   Komentar: 0   0

Dari pengamatan (qs. al alaq : 1-8), memberi pengetahuan, yang kemudian melahirkan setetes ideas pemikiran, yang kritis ketika dihadapkan dengan fenomena kehidupan ini, yang kemudiannya lagi dari setetes ideas pemikiran tersebut telah sedikit mendewasakan akal-rasio, batin-intuitif dalam bentuk segelas pemahaman (guest for understanding).


Tak dapat dielakkan lagi berbagai fenomena yang terjadi disetiap aspek kehidupan ini (agama, moral, hukum, ekonomi, sosial, politik, etc), baik yang sifatnya global maupun nasional telah membawa kita pada satu “titik” yang sama. Keanekaragaman perbedaan diantara kita pun sekarang sudah bukan menjadi suatu kompleksitas masalah untuk diperdebatkan lagi (yang tak habisnya) alias sudah expired.  Tanpa kita sadari!, ada satu “titik” yang telah menyatukan kita dalam suatu ruang khusus, yaitu ketika halnya dihadapkan dengan fenomena kehidupan yang terjadi sekarang ini, pada peradaban manusia dalam mempertahankan eksistensinya.  ”Titik” tersebut itu ialah “kesamaan krisis” (the same crisis).


Kita bisa lihat, eropa yang sekarang sudah tidak dapat lagi mempertahankan hegemoninya, begitupun negara-negara timur terafiliasi dengan “titik” ini, dan bagaimana lagi dengan krisis bangsa ini. Mulai dari krisis intelektual, krisis moral, krisis dunia ekonomi, krisis sosial, krisis kepercayaan terhadap pemerintah, krisis terhadap lembaga-lembaga negara, krisis terhadap lembaga-lembaga hukum dan penegakkan hukum aparat hukum, bahkan sampai pada krisis terhadap legitimasi sebagian undang-undang (yang dibuat oleh sekelompok manusia hedon yang cacat moral dan pincang agamanya).

Hal inilah yang telah melahirkan setetes ideas pemikiran dalam bentuk segelas pemahaman, yang mencoba untuk melihat lagi dan lagi, “taqarrub” dan kemudian mengkoreksinya (diri dan system). Dengan konsep “guideline of life”..Three variables in the two pyramids..

“Guideline of life”..Three variables in the two pyramids. Pedoman hidup dengan 3 variable yang saling berhubungan dengan gambaran pyramid dalam pyramid. Dipahami dan diwujudkan dengan sebaik mungkin dan menyeluruh, yang tidak bisa secara parsial saja. “Three varibale in the two  pyramids”, yang diantaranya :

The first pyramids : 1. guideline/nash 2. akal/aql 3. intuitif/nafs,

and the 2nd pyramid : 1. hablumminallah 2. hablumminannas, 3. hablumminannar..

1. hablumminallah, adapun hubungan kita manusia sebagai “hamba” yang hina lagi merugi (lihat qs. al ashr 1-3), yang otaknya tak sebesar buah kelapa, alias akal pas-pasan, dengan “Rabb semesta alam” yang menciptakan, yang memelihara, dan yang memberi rezeki, maha suci dan maha segala-galanya. Hal ini harus kita tahu dan paham betul dulu kemudian baru dapat kita amalkan dalam bentuk ibadah.

guideline :
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepadaKu”. (qs. adz dzaariyaat : 56)

“Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)”. (qs. al hijr : 99 )

“Padahal mereka  tidak disuruh kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam menjalankan agama dengan lurus dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan shalat dan demikian itulah orang-orang yang lurus”. (qs. al bayyinah : 5).

ep :
Kalaulah kita jeli, maka kita akan temui rasa kekaguman (sense of wonder) terhadap bangsa ini, lihat “the five principle”  sila pertama “KeTuhanan  Yang Maha Esa”, serta “Konstitusi” negara republik Indonesia pasal 29 (1) “Negara berdasarkan KeTuhanan Yang Maha Esa”.

2. hablumminannas, sebagai variable kedua. Hubungan antar sesama manusia, baik itu yang berhubungan dengan muamalah, mu’asyarah, maupun munakahat. Apapun hal itu yang ada relevansinya dengan sesama manusia, hal tersebut pun bisa jadi berupa hubungan interaksi manusia dan hubungan kerja antar manusia (hubungan kerja antara si pemberi pekerjaan dan pekerja, antara murid dan guru, dokter dan pasien, suami dan isteri, dan juga berupa hubungan kerjasama antar negara dalam pergaulan dunia internasional, hubungan kerja antar lembaga-lembaga, badan-badan sosial dan hukum, koorporasi, etc.

Kiranya ada itikad baik dalam hubungan ini, kalaupun mau berkompetisi maka lakukanlah dengan cara yang baik dan sehat, yang pada prinsipnya harus ada keseimbangan antara akal pemikiran dan rasa intuitif (akal sehat dan budi pekerti yang baik) yang berpedoman pada nash :

“al quran”
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa al quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?. (qs. fushilat : 53)

“as sunnah”
“Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang musyrik membenci”. (qs. ash shaf : 9)

Qola Rasulullah saw :
“Man tamasaka bi sunnati inda fasadi ummati falahu ajru miiyati sayyid”. (Barang siapa yang berpegang teguh dengan salah satu sunnahku di zaman yang fasad/kerusakan umat ini, maka ia mendapatkan ganjaran seratus pahala mati sahid.

“Man ahya sunnati faqod ahabani waman ahabani kaana ma’afil jannah”.
(Barang siapa yang menghidupkan sunnahku berarti ia cinta kepadaku dan
barang siapa yang cinta kepadaku maka ia akan masuk syurga bersamaku).

Hal ini, sebagai guideline of life atau hukum normatif yang bersifat imperatif.

guideline :
“Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan”. (al maidah : 2)

“Hai manusia sesungguhnya kami menciptakan dari seorang laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu ialah yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah lebih maha mengetahui dan lagi maha mengenal”. (al hujurat : 13)

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah”. (qs. ali imran : 112)

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai”. (qs. ali imran : 103 )

ep :
Bangsa ini pun punya hal itu, kembali lagi rasa kekaguman itu datang lagi. Lihat “the five principle” sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, dan “konstitusi” negara ini, pada alinea pertama “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa…pri kemanusiaan dan pri keadilan”.

3. hablumminannar, sebagai variable ketiga dari konsep “guideline of life”..Three variables in the two pyramids. Yang dimana hal ini mengatur hubungan kita manusia dengan makhluk lain (alam lingkungan, laut, sungai, gunung, tanah, air, pohon dan tumbuh-tumbuhan, segala macam hewan, dan juga jin dan malaikat, etc), tapi dalam hal ini kita tidak membahasnya (jin dan malaikat) tapi percaya akan eksistensinya, melainkan pada variable ini kita berbicara bagaimana manusia berbuat terhadap alam lingkungannya, baik dalam hal pemanfaatan maupun pelestariannya.

Dalam konteks ini, saya mengambil salah satu contoh saja dari sekian banyak contoh, yaitu yang berhubungan dengan koorporasi, yang dimana koorporasi yang dijalankan manusia sudah tentu terafiliasi dengan alam lingkungannya dalam hal produksi (lingkungan sekitar tempat produksi, bahan mentah produksi, dan hasil sisa produksi yang berupa limbah berbahaya). Hal inilah yang jadi permasalahannya, banyak koorporasi yang dijalankan manusia itu sudah tidak bersahabat lagi dengan alam lingkungannya, atau bisa dikatakan lebih banyak mudhoratnya daripada manfaatnya. Alam ini deperuntuhkan untuk berkhidmat kepada manusia demi kelangsungan hidupnya (kesejahteraan/kemakmuran) yang bersifat “keperluan/kebutuhan”, dengan catatan dalam hal penggunaannya tidak melampaui batas, serta harus ada itikad baik dalam hal pelestariannya. Koorparasi dalam hal ini kiranya harus punya komitmen akan prinsip CSR’nya (Coorporate Social Responsibility) agar menjadi koorporasi yang baik dengan sifat GCG’nya (Good Coorporate Governance).

guideline :
Agar baik adanya dalam konteks ini (hubungan manusia dengan alam lingkungan), kiranya harus ada wujud yang nyata dari manusia, karena dasarnya manusia yang berhajat, alam yang berkhidmat, maka lagi dan lagi pendekatannya sama seperti pada variable pertama dan kedua, yaitu harus dengan adanya keseimbangan antara akal/aql dan intuitif/nafs yang disandarkan pada nash (al quran dan as sunnah) sebagai “guideline” yang sifatnya membimbing dan memberi petunjuk.

“Wahai Tuhan kami, tidakklah engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka”. (qs. ali imran : 191)

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukan untuk kepetinganmu apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi, dan menyempurnakan untukmu nikmatNya lahir batin”. (qs. luqman : 20)

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya”. (qs. hud : 61)

ep :
Lagi dan lagi bangsa ini punya hal itu, lihat “Konstitusi” NKRI pasal 33.

cy.p :
1. “Guideline of life” sebagai pedoman hidup, dalam hal ini berupa nash (al quran dan as sunnah), bukan cuma diakui keberadaannya, tapi harus ada wujud yang nyata dalam pelaksanaannya!.

2. Keseimbangan antara akal/aql (logika akali) yang berupa ilmu empirik dan intuitif/nafs (logika fitrah) yang berupa ilham.

clp :
1. The logic foundation,
2. Kebebasan yang sebebas-bebasnya, tanpa adanya ketentuan dari sebuah pedoman, yang telah menafikkan nilai religi dan nilai moral.

Wujud serta impelementasi daripada konsep inilah yang telah melahirkan manusia-manusia terbaik/pilihan yang pernah ada disepanjang peradaban manusia.

“Kamulah sebaik-baik ummat yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah”. (qs. ali imran :110)

Mereka ialah para anbiya as beserta orang-orang yang mengikuti mereka, diantaranya nabi Syits as dan Idris as dengan sekelompok masyarakat yunani kuno, nabi Ibrahim as dan Ismail as dengan masyarakat arab kuno, nabi Musa as dan Harun as dengan sekelompok manusia dari kaumnya bani israel pada peradaban mesir kuno, nabi Isa as dengan para sahabatnya (al hawariyyun) beserta sekelompok orang yang mengikutinya, dan sampai kepada baginda Muhammad Rasulullah saw bersama para sahabat ra dan pengikutnya.

Merekalah yang tadinya dalam kegelapan (jahiliyah), telah di didik/digembleng oleh baginda Rasulullah saw akan perkara iman terlebih dahulu dan terutama (selama 13 tahun), kemudian barulah di didik akhlak (attitude) mereka, di didik juga bagaimana mereka harus berbuat serta bagaimana seharusnya mereka berhubungan dengan “The three variables”.

Mereka para sahabat ra, yang diantaranya :
Abu bakar as shiddiq ra
Umar bin khatab ra
Ustman bin affan ra
Ali bin abu thalib ra
Thalhah ra
Zubbair ibnu awwam ra
Sa’ad bin abi waqash ra
Said bin zaid ra
Abdurahman bin auf ra
Abu ubaidah ibnu jarrah ra, etc.
Merekalah yang tadinya diperbudak isi kepalanya dengan dunia, yang kemudian telah mampu meletakkan dunia dibawah telapak kaki mereka-mereka, karena telah paham dengan dunia yang bukan “tujuan” melainkan hanya berupa “keperluan” saja. Mereka adalah dai, alim, juga ahli ilmu (ahli hal kepemimpinan, ahli dalam strategi perang, ahli dalam berdagang/bisnis, ahli dalam hal ketatanegaraan dan diplomasi, etc).

Ada lagi mereka yang mengikuti para sahabat ra, mereka yang dari golongan tabi’in, yang diantaranya :

Said al musayyib rah
Urwah ibnu zubair rah
Al hasan basri rah, etc
dan dari golongan ulama, mereka diantaranya :

Abu hasan al asy’ari rah
Imam syafi’i rah
Imam hanafi rah
Imam hambali rah
Imam ghazali rah
Syaikh abdul qadir jaelani rah
Syaikh maulana muhammad ilyas rah, etc

Dan kemudian, mereka yang sebagai pemimpin, dan ilmuwan abad pertengahan, mereka diantaranya :

Khalifah harun al rasyid
Khalifah umar bin abdul aziz
Al idris
Al farabi
Al jabari
Al jazari
Al kindi
Al khawarizmi
Al battani
Ibnu sina
Ibnu khaldun
Ibnu rushd, etc.

Mereka adalah dai, alim, ahli agama dan ahli dalam bidang keilmuwan mereka (ahli dalam hal kepemimpinan/leadership, ekonomi, sosial, ketatanegaraan, diplomasi, kesehatan, kedokteran, kejiwaan, astronomi, geografi, fisika, kimia, matematika, sastra, etc). Dan semua mereka pantas disebut sebagai orang-orang polimath, karena bisa bukan disatu bidang saja tapi lebih.

Dan lagi untuk bangsa ini pun mereka ada atau pernah ada, mereka diantaranya :

9 wali
Fatahillah (faletehan)
Nurudin ar ramiri
Imam bonjol
Pangeran diponegoro
Kiai mojo
Kh. hasyim asyari
Buya hamka, etc
Dan untuk semua mereka-mereka yang saya tidak sebut juga tidak saya ketahui, tapi yang pasti Allah maha mengetahui, sedangkan nama-nama mereka telah disebut-sebut dimajelisnya para malaikat.

cnt :
Artikel ini didedikasikan
secara umum, atas dasar fikir dan risau untuk umat seluruh alam!.
- Manusia dalam hal ini, yang memilih jalan kehidupan yang baik, yang bukan menurut kita (yang diciptakan), tapi baik menurut Rabb (yang menciptakan).

“Dan sudah diilhamkan di tiap diri untuk memilih mana jalan kebaikan dan mana jalan keburukan”. (qs. asy syams : 8)

Dan serta secara khusus, untuk tiap diri manusia-manusia bangsa ini!.
“bangunlah jiwanya bangunlah raganya untuk Indonesia Raya” :) ..

Ehmm..akhir kata “Wassalamualaikumwrwb”..

Inf *** :
ep : entry point
clp : critical point
cy.p : cyber point
cnt : cyber note

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,6 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Timnas U-23 dan Prestasi di Asian Games …

Achmad Suwefi | | 22 July 2014 | 13:14

Sindrom Mbak Hana & Mas Bram …

Ulfa Rahmatania | | 22 July 2014 | 14:24

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 11 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 12 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 12 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 12 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: