Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Jhony Asoy

hehehe...gue is spesial....

Ekspedisi Cincin Api : Sebuah Kado Edukasi untuk Negeri?

OPINI | 14 December 2011 | 05:38 Dibaca: 558   Komentar: 2   0

13237939291564213454

Indonesia merupakan salah satu Negara yang dilingkari cincin api Asia Pasifik. Cincin Api Asia pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (bahasa Inggris: Ring of Fire) adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik (id.wikipedia.co.id). Sebagai negara yang berada pada daerah cincin api, Indonesia memiliki banyak gunung berapi, konon saat ini ada sekitar 22 gunung berapi yang dinyatakan masih aktif. Dalam rangka mengeksplorasi daerah cincin api di Indonesia dan sebagai upaya menguak misteri peradaban negeri rawan bencana. Kompas group melaksanakan ekspedisi cincin api yang dimulai dari Tambora dan berakhir di Mentawai. Ekspedisi yang rencananya berlangsung 1 tahun itu diikuti oleh para jurnalis dari kompas group (harian kompas, kompas.com, dan kompas TV) yang didampingi tim ahli di bidang masing-masing.

Menurut Redaktur Harian Kompas, Rikard Bangun ekspedisi cincin api diselenggarakan sebagai upaya kompas menggali kekayaan Indonesia untuk menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. Ekspedisi tersebut juga dinilai sebagai media edukasi untuk melakukan penyadaran tentang potensi dan dampak negatif di daerah rawan bencana. Saat ini masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah gunung berapi yang tidak memahami tentang pentingnya mewaspadai ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja. Dengan adanya pemahaman yang baik diharapkan dapat mengantisipasi jatuhnya korban jiwa dan mengurangi jumlah kerugian bila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Dalam menjalankan tugas jurnalisnya, tim ekspedisi tak kenal lelah mengarungi danau, menerobos hutan, mendaki gunung terjal hingga ke puncak gunung berapi, bahkan mereka tak jarang keluar-masuk perkampungan sambil membaur dengan masyarakat sekitar dalam rangka menjalankan misi peliputan. Kondisi yang tidak bersahabat seperti hujan deras, badai debu, dll, tidak menghalangi langkah mereka untuk menuntaskan misi dalam ekpedisi cincin api dari satu tempat ke tempat lainnya.

Dari ekspedisi tersebut diperoleh beberapa hasil eksplorasi yang disajikan oleh tim baik berupa photo, video maupun ulasan ekspedisi dalam bentuk reportase, featuers dan lainnya tentang keindahan panorama daerah sekitar gunung berapi, peninggalan-peninggalan sejarah berkenaan dengan gunung berapi, mitos dan budaya masyarakat sekitar, tempat dan tradisi spiritual, pola hidup dan karakter masyarakat, jenis vegetasi dan ragam spesies hewan, kondisi tanah, iklim dan cuaca, letak geografi,dll merupakan khasanah intelektual yang sangat bermanfa’at bagi negeri ini ditengah minimnya liputan tentang hal-hal positif terkait gunung berapi. Di samping itu ekspedisi ini juga memberi kontribusi positif bagi kemajuan ragam ilmu pengetahuan seperti ilmu antropologi, sosiologi, geologi, biologi, botani, astronomi, geografi, histori, dll. Apalagi sajian liputan ekspedisi cincin api yang menarik dan berkualitas senantiasa diupdate oleh tim sehingga pembaca/pemirsa dapat menikmati ragam edukasi yang disajikan oleh para jurnalis dari kompas group.

Ekspedisi cincin api merupakan sebuah kado edukasi yang sangat indah bagi negeri ini. Hanya saja edukasi tersebut akan sangat bermanfa’at bila ditindaklanjuti dengan ragam kegiatan positif dari berbagai disiplin ilmu, misalnya saja melakukan penelitian ataupun kajian yang lebih mendalam dengan melibatkan akademisi, birokrat, pemerintah daerah, swasta maupun masyarakat sekitar, kemudian hasilnya dipublikasikan sehingga menjadi rekomendasi bagi pihak terkait terhadap kelestarian gunung berapi termasuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar gunung berapi. Tentu upaya tersebut tak mungkin dilakukan sendiri oleh tim dari kompas group. Untuk merealisasikannya perlu dilakukan kerjasama antar pihak-pihak terkait. Karena tugas dalam memberikan edukasi tentang cincin api dan gunung berapi pada khususnya bukan hanya tugas kompas group, namun juga tugas kita bersama. Terima kasih harian kompas, kompas.com dan kompas TV atas ragam liputan ekspedisi. Mari berpartisipasi memberi edukasi tentang cincin api sebagai bentuk peduli pada kondisi negeri.

Tags: cincinapi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: