Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kesucian Bulan Ramadhan

OPINI | 22 August 2011 | 06:32 Dibaca: 87   Komentar: 0   1

Lebaran sebentar lagi dan pelan namun pasti Ramadhan akan meninggalkan kita. Setelah itu baru kita bisa merenung, apakah kita sudah mengisi hari-hari di bulan Ramadhan tersebut dengan hati yang suci, sujud dan tunduk penuh ikhlas kepada Sang Maha Pencipta, atau kita masih merasa di recoki segala tetek bengek acara atau iklan dengan iming-iming hadiah yang menggiurkan hati.

Operator celluler misalnya, gencar mengiklankan hadiah menarik dengan cara tekan bintang sekian-sekian pagar, maka akan mendapatkan hadiah ratusan juta rupiah. Begitu mudahnya untuk mendapatkan hadiah, padahal untuk mengirimkan di kenakan tarip yang tidak semestinya.

Jadi selama bulan Ramadhan  kita tidak dididik untuk banyak beribadah dan perbuatan lain yang mendatangkan pahala, akan tetapi disibukkan dengan tekan bintang dan pagar yang sebenarnya itu adalah judi terselubung, karena tarip yang tidak semestinya tersebut. Coba bayangkan, berapa juta orang yang hanya sibuk tekan dan pencet tombol dan berapa juta nilai hadiah yang akan didapatkan. Berapa juta keuntungan yang mereka raup??

Entah mengapa hal semacam ini di legalkan, dan entah mengapa MUI tidak mengeluarkan fatwa apa2. Mungkin MUI sedang tidur karena berpendapat abhwa tidurnya orang berpuasa adalah Ibadah. Wallahua’lam….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 5 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 5 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 9 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 12 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Gojlokan Dian Kelana, Membuatku Kecanduan …

Seneng Utami | 7 jam lalu

Tentang Aktivis Mahasiswa …

Ardiabara Ihsan | 8 jam lalu

Mendahului Perubahan …

Ardiabara Ihsan | 8 jam lalu

Emak, Izinkan Aku Ikut Demo …

Fitria Yusrifa | 9 jam lalu

Insiden Heroik 19 September 1945 …

Www.parikanedansuro... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: