Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Johan Wahyudi

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Soloraya, Kolumnis Rubrik Petuah Majalah SMARTEEN, Penyunting Naskah, Penulis Artikel, selengkapnya

Anak SMP Berbuat Mesum di Siang Bolong, di Sekolah Lagi

REP | 15 February 2011 | 05:28 Dibaca: 56211   Komentar: 43   5

Kemarin (Senin, 14 Februari 2011), aku bepergian dengan anak keduaku, Ilham. Aku mengajaknya ke Solo untuk suatu keperluan. Agak lama aku berada di Solo. Sekitar jam 12.00, aku pulang.

Di perjalanan, Ilham mengantuk. Siang itu, aku hanya mengendarai motor. Aku tidak membawa mobil karena sedang diservis. Oleh karena itu, aku memeluknya dengan tangan satu. Aku pun mengendarai motor pelan-pelan.

Di sekitar Kalioso, Karanganyar, aku melihat dua anak SMA sedang berdiri di atas motornya. Kedua anak sekolah itu tertawa-tawa. Aku tidak tahu aktivitas keduanya. Namun, aku sempat melihat seorang di antaranya mengarahkan HP berkamera ke suatu arah.

Sambil memeluk Ilham, aku mengarahkan pandangan ke arah HP itu. Astaghfirullahal ‘adzim, ternyata anak SMA itu sedang merekam adegan mesra sepasang anak SMP. Kedua anak SMP itu terlihat sedang berciuman mesra sambil (maaf) memegang-megang sesuatu. Keduanya melakukan itu di selatan gedung/ ruang kelasnya. Sangat terlihat jelas dari jalan raya.

Kedua anak SMP itu tidak mempedulikan situasi. Meskipun dilihat banyak orang, keduanya tetap berciuman sangat mesra. Jelas banyak orang karena jalan raya sedang ramai-ramainya. Maklum, baru sekitar jam 12.30an.

Aku pun menepikan motorku. Aku berhenti tepat di barat sekolahan itu. Aku pun menghampiri seorang Bapak (sepertinya guru jika dilihat dari seragamnya). Bapak itu akan membeli sesuatu.

“Pak, maaf, apakah Bapak mengajar di sekolah itu?” tanyaku sambil memeluk Ilham.

Mendengar pertanyaan itu, Bapak itu menoleh ke arahku. Lalu, dia menjawab, “Tidak, Pak. Ada apa?”

“Itu, Pak. Ada anak SMP berpacaran tepat di selatan gedung sekolahan itu. Tuh lihat, anak SMA itu sedang merekam adegannya. Tolong Bapak ke sekolahan itu dan temui gurunya. Sampaikan bahwa ada anak didiknya yang berpacaran di sekolah” terangku sambil terus memeluk Ilham.

Bapak itu terlihat gagap. Ia tidak langsung pergi ke sekolahan. Namun, ia justru melangkah ke arah toko. Melihat sikapnya yang demikian, aku pun berkata agak keras (sepadan dengan nada bentakan), “Pak, tolong ke sekolahan. Sekolah itu dapat tercemar jika anak SMA itu nanti meng-upload hasil rekamannya. Kasihan nama baik sekolah!”

“Bentar, Pak. Saya punya nomor HP salah satu gurunya. Nanti saya telpon” jawabnya berkilah. Terlihat Bapak itu mengambil HP dari sakunya. Lalu, ia melihat-lihat nomor HP-nya. Meskipun sudah cukup lama, nomor HP itu tak ditemukan. Jelas situasi itu membuatku semakin marah.

“Bapak ke sekolahan saja. Kalau saya tidak bawa anak, saya tentu pergi menemui gurunya. Bapak ini gimana, to?” bentakku dengan mata menatap tajam ke arahnya. Mendengar bentakan itu, barulah Bapak itu pergi ke sekolah. Entah, bagaimana kelanjutan peristiwa siang ini yang teramat panas sepanas adegan tadi.

Semoga kisah itu menyadarkan kita. Perilaku remaja sekarang sudah jauh melampui batas. Marilah kita menjaga anak dan semua bentuk tanggung jawab agar dapat terselamatkan generasi bangsa ini. Sejujurnya, aku pun menyesali pihak sekolahan itu. Jelas di parkiran terlihat banyak motor dan mobil. Itu berarti para guru masih berada di lingkungan. Tidakkah mereka peduli?

Selamat siang dan selamat beraktivitas. Semoga kisah di atas menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih berhati-hati dengan anak-anak kita. Amin. Terima kasih.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | | 23 September 2014 | 22:43

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | | 24 September 2014 | 00:37

Banyak Laki- laki Indonesia Jadi Ayah Gagal …

Seneng Utami | | 24 September 2014 | 04:45

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Strategi Perang Lawan ISIS Ala SBY …

Solehuddin Dori | 3 jam lalu

KPI Tegur Tom and Jerry, GGS Gimana? …

Samandayu | 3 jam lalu

Anggap Remeh …

Ifani | 4 jam lalu

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 6 jam lalu

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Air Kehidupan Bangsa Ramsun # 1 (Bangsa …

Abu Daffa M Budiawa... | 7 jam lalu

Seberapa Penting Sistem Pengajuan Harga …

Wawandowski | 7 jam lalu

Tulisan Dibalik Sepotong Keramik …

Agus Syaifuddin | 7 jam lalu

SABAR itu Ilmu Tingkat Tinggi …

Eko Junaidi Salam | 7 jam lalu

Perlunya Pencabutan Hak Politik Bagi …

Uci Junaedi | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: