Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nasirotul Awaliyah

tis life only once, so enjoy this life....

Irama, Melodi dan Unsur-unsur di dalam Seni Musik

OPINI | 09 December 2010 | 09:59 Dibaca: 9384   Komentar: 0   0

Dalam dunia musik, kita tentu mendengar tentang irama dan melodi. Namun tahukah kita apa yang dimaksud dengan dua kata tersebut?

Irama adalah urutan rangkaian gerak yang menjadi unsur dasar musik. Irama sebagai gerak teratur yang selalu mengikuti jalan melodi akan tetapi irama akan tetap berjalan walaupun melodi berhenti. Irama merupakan gerak musik yang teratur serta tidak tampak dalam lagu melainkan dapat dirasakan setelah lagu tersebut dialunkan.

Ada beberapa ahli yang mendefinisikan irama, namun secara umum memiliki makna yang sama. Irama merupakan urutan rangkaian gerak yang menjadi unsur dasar music dan tari ( Jamalus : 1989 ). Sedangkan M. Soehartono (1986 ), menyatakan irama sebagai gerak yang teratur, dimana selalu mengikuti jalan melodi. Akan tetapi, irama tetap berjalan walaupun melodi berhenti. Irama bisa berjalan tanpa adanya melodi (tinggi rendah), gerak, dengan panjang pendeknya ayunan.

Irama mempunyai keterkaitan erat dengan panjang pendeknya not dan berat ringannya aksen pada not. Sehingga, kemahiran dalam membaca tanda diam sama pentingnya dengan membaca not. Demi tercapainya harmoni lagu, notasi harus berharga sesuai tuntutan harmonisasi lagu walaupun sering tidak lazim misalnya sebagai berikut :

1. Duol berbentuk garis lengkung dan angka 2 di atas atau di bawah dua nada untuk mengubah nada di bawahnya menjadi satu sentengah kali nilai ketukanya dari dua nada tersebut

2. Triool berbentuk garis lengkung dan 3 angka di atas atau di bawah tiga buah not yang berfungsi mengubah not menjadi dua pertiga dari ketiga not tersebut.

3. Kwartool berbentuk garis lengkung dengan angka 4 pada empat buah not yang mengubah keempat buah not yang ada di atas atau di bawah menjadi bernilai ¾ dari nilai not sebelumnya

4. Kwintool berbentuk garis lengkung dan angka 5 di atas atau di bawah lima not yang berfungsi mengubah nilai not tersebut menjadi bernilai 4/5 dari nilai keseluruhan not sebelumnya.

Selain itu, di dalam irama juga masih banyak unsur pendukung lain, yaitu birama, pola irama, dan membirama.

Birama merupakan ketukan- ketukan yang datang berulang- ulang dengan teratur dalam waktu yang sama ( Atan Hamdja : 1989 : 26 ). Birama juga dapat diartikan sebagai ayunan rangkaian gerak kelompok beberapa pulsa, yang pulsa pertama mendapat aksen kuat, sedangkan lainnya tidak, berlangsung secara berulang- ulang dan teratur ( Jamalus : 1989 ). Birama juga mempunyai 4 notasi, yaitu tanda birama, ruas birama, garis birama, dan garis penutup.

Pola irama merupakan sekelompok bunyi yang dengan susunan irama tertentu dalam satu atau beberapa birama yang muncul secara berulang- ulang dan teratur. Dalam sebuah lagu, ada beberapa pola irama, yaitu pola irama rata, pola irama tidak rata, sincope, pola suku bangsa, poliritmik, dan polimerik.

Sedangkan membirama merupakan teknik dan seni memimpin permainan music bersama. Seara sederhana membirama berarti memimpin atau member aba- aba kepada segenap orang untuk menyajikan music atau menyanyi bersama. Membirama merupakan ketrampilan yang berwujud pola- pola isyarat dengan menggunakan gerak tangan dalam memimpin sajian music secara bersama- sama.

Selanjutnya mari kita bahas tentang melodi. Melodi merupakan unsur pokok dalam music yang menjadi pusat perhatian bagi para pemerhati dan penikmat music. Melodi merupakan perangkaian bunyi nada menjadi suatu rangkaian yang mewakili ide musik yang kemudian akan menjadi sajian yang mantap dan teratur jika dilengkapi unsur irama.

Dalam melodi, terdapat beberapa unsure pembentuk yaitu bunyi, notasi melodi, tangga nada, tanda kromatik, dan interval. Bunyi merupakan peristiwa getaran, dapat cepat, ataupun lambat. Jika bunyi bergetar dengan cepat, maka bunyi yang dihasilkan tinggi. Sedangkan jika sumber getarnya lambat, bunyi yang dihasilkan lambat.

Bunyi dapat di bagi menjadi dua, yaitu nada dan gaduh. Nada adalah bunyi teratur gerakan, baik lama maupun kecepatan getarnya, nada inilah yang akan dirangkai menjadi sebuah lagu atau melodi. Melodi tersebut kemudian dikembangkan menjadi notasi melodi untuk mempermudah dalam pembelajarannya. Misalakan notasi huruf John Curwen, notasi ini merupakan notasi paling mudah yang didasarkan pada bunyi nadanya yaitu notasi tersebut dibaca dengan do re mi fa so la si do. Notasi ini lebih tepat dikembangkan pada anak sekolah dasar, karena kemudahannya yaitu dengan menggunakan huruf pertama dari do – re – mi. Selain itu ada pula notasi angka (Cheve), notasi ini merupakan notasi pertolongan untuk mempermudah mempelajari notasi musik. Kemudian oleh orang awam dianggap sebagai notasi yang dianggap pokok, sehingga menganggap notasi ini sebagai notasi musik. Notasi ini memiliki kelebihan yaitu mudah (khususnya untuk tiga oktaf), akan tetapi tidak dapat digunakan dalam pengembangan dan penyajian musik pada tingkat yang lebih tinggi. Notasi ini juga memiliki tinggi nada yang tetap, sebab tinggi nada hanya diperbandingkan antara satu dengan yang lain. Notasi ini juga terbatas untuk penyajian musik lanjut, sahingga anak akan mengalami hambatan jika mempelajari notasi musik sebenarnya.

Sedangkan tangga nada yaitu susunan nada- nada yang memiliki jarak- jarak tertentu diantara satu nada dengan nada lain. Tangga nada disusun atas 8 nada, yaitu tangga nada diantonis, minor, kromatis, Debussy, pentatonis, pelog dan slendro.

MATUR NUWUN…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kapan Kota di Indonesia Jadi World Book …

Benny Rhamdani | | 23 April 2014 | 09:29

Para Wanita Penggiat Bank Sampah Memiliki …

Ngesti Setyo Moerni | | 23 April 2014 | 05:10

Pelajaran Politik Busuk Ternyata Dimulai …

Muhammad Irsani | | 23 April 2014 | 09:41

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 3 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 4 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 5 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 6 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 7 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: