Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Dhestanto Oktorahadi

Saya hanyalah orang biasa yang "Berusaha menjalani HARAPAN"

Belajar Sebagai Proses (Belajar Memahami)

OPINI | 16 November 2010 | 13:24 Dibaca: 666   Komentar: 0   0

MEMAHAMI PROSES BELAJAR ANAK SD

DAN IMPLIKASINYA DALAM KBM

A. PENGERTIAN BELAJAR

Pada masa lalu ada ahli yang menganggap belajar semata-mata adalah proses kimia yang terjadi dalam sel-sel terutama sel otak dan syaraf. Secara singkat dan umum, belajar diartikan sebagai perubahan pelaku yang relative tetap sebagai hasil adanya pengalaman.

1. Menurut Walker belajar adalah perubahan perbuatan sebagai akibat dari pengalaman.

2. Menurut C.T. Morgan belajar adalah suatu perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku sebagai akibat atau hasil dari pengalaman yang lalu.

3. Menurut Good dan Boophy belajar adalah proses yang terjadi dalam individu dalam memperoleh berbagai hubungan baru.

4. Menurut Crow dan Crow belajar adalah memperoleh kebiasaan , pengetahuan, dan sikap untuk meneyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru.

5. Menurut Hintzman belajar merupakan perubahan pada organisme karena pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organism.

6. Menurut Laurine belajar merupakan proses modifikasi untuk memperteguh kelakuaan melalui pengalaman.

7. Menurut Atkinson mengemukakan belajar sebagai prerubahan yang relative permanen pada perilaku akibat latihan.

8. Hilgared dan bower mendefinisikan belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap situasi tertentu karena pengalaman yang berulang-ulang.

Jadi belajar adalah memperoleh atau mempelajari sesuatu yang baru sebagai suatu respon dan penyesuaian terhadap lingkungan.

B. Contoh prinsip belajar

1. Prinsip conditioning classic

a. Unconditioned stimulus

Adalah objek dalam lingkungan organism yang diperoleh tanpa harus mempelajarinya. Contohnya anak merasa bahagia.

b. Unconditioning Response

Terbentuk secara otomatis saat respon tersebut bertemu unconditioned stimulus.Contohnya karena pelajaran menggabar maka anak merasa bahagia.

c. Conditioned stimulus

Adalah rangsangan yanga sengaja dibuat agar unconditioned stimulus muncul.

Contohnya karena anak merasa bahagia saat pelajaran menggambar, maka dijadwalkan pada hari Senin. Agar setiap Senin anak merasa bahagia.

2. Prinsip psikolgi Gestalt

a. Belajar dimulai dari keseluruhan menuju bagian - bagian dan dari yang komplek menuju yang sederhana. Contohnya saat SD anak mempelajari IPS secara terpadu kemudian saat SMP dan SMA mulai belajar ekonomi, sejarah, sosiologi dan lain - lain. Setelah masuk Perguruan Tinggi mungkin akan mempelajari salah satunya saja.

b. Keseluruhan memaknai bagian - bagian dan bagian - bagian terjadi dalam suatu keseluruhan.

c. Belajar merupakan penyesuaian diri tehadap lingkungan. Misalnya anak akan menjadi rajin membaca setelah masuk sekolah untuk menyesuaikan diri dengan teman - temannya.

d. Belajar akan berhasil jika tercapai kematangan untuk mendapat pengertian. Anak yang normal tidak bias masuk SD saat usia 3 tahun karena belum mencapai kematangan perkembangan pikiran dan aspek lain sehingga walaupun pelajaran diulang - ulang, anak belum tentu mengerti.

e. Belajar akan berhasil jika ada tujuan yang berarti bagi individu, jadi individu akan belajar dengan keras agar mencapai apa yang dicita - citakan.

f. Dalam belajar individu harus aktif. Misalnya dalam pembelajaran individu perlu mencari apa yang diperlukannya sendiri, tidak hanya yang diberikan oleh guru.

C. Contoh proses psikologis siswa belajar sebagai proses terpadu

Proses belajar pada anak bukan hanya melibatkan aspek intelektual saja, tetapi

juga aspek lain seperti aspek fisik, sosial, emosional, moral. Contohnya saat anak bermain sepak bola pada pelajaran olah raga. Anak bukan hanya berpikir bagaimana mengalahkan lawan, tapi juga menyiapkan fisik dengan baik dan harus mampu bekerjasama dengan rekan setimnya. Anak juga belajar memahami mana yang baik dan buruk dengan bersikap sportif dan mampu mendahulukan kepentingan tim daripada keinginan pribadinya. Saat momen tertentu anak juga akan merasakan senang, sedih, kecewa, atau marah.

D. Contoh Pelaksanaan Pembelajaran berdasarkan model Pembentukan Kebiasaan

Belajar dengan kebiasaan adalah proses pembentukan baru atau perbaikan yang telah ada. Belajar kebiasaan menggunakan perintah, contoh atau keteladanan, dan pengalaman. Ahgar individu mendapatkan kebiasaan perbuatan baru yang lebih tepat dan lebih baik dalam kehidupan sesuai kebutuhan lingkungan. Seorang pendidik perlu memberikan contoh langsung atau keteladanan dalam kegiatan sehari-hari seperti rajin, tidak mudah menyerah, dan perbuatan baik lainnya. Anak-anak juga perlu diberi tugas agar peserta didik tidak hanya mendapat pendidikan dari apa yang diberikan guru tapi juga dari sumber lain senbagai bekal pengalamannya demi pembelajartan yang lebih baik.

E. Contoh Pembelajaran Sesuai Perkembangan

1. Masa bayi (0-2 tahun)

Saat anak mulai mengenal objek di sekitarnya, anak perlu diberi pemahaman tentang apa saja yang ada di sekitarnya untuk pengetahuan saat dewasa.

2. Masa anak (2-11 tahun)

Anak mulai mengetahui pekerjaan rumah atau sekolah, dan mulai bersosialisasi dengan lingkungan serta teman sebaya. Pendidikan perlu diberikan dengan keteladanan agar anak mencontoh hal-hal yang baik dan menjaga lingkungannya.

3. Masa remaja (11-18 tahun)

Anak mulai mencari jatidirinya sehingga perlu diberi keteladanan dan pengertian temntanng apa yang perlu dan harus dikerjakan agar tidak salah memilih mas depan.

4. Masa dewasa (18-25 tahun)

Memberikan pendidikan keteladanan agar individu menerima dan melaksanakan kewajiban sosialnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 9 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 12 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 14 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kompasianer Dian Kelana Nulis Novel …

Thamrin Sonata | 9 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | 10 jam lalu

Semua Anak Kreatif? …

Khoeri Abdul Muid | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: