Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Liyandari Pgsd

Saya tinggal di desa peneket, ambal, kebumen Kuliah saat ini di PGSD, semester 3 kampus 6 Kebment

Kontruktivisme dalam belajar

OPINI | 09 November 2010 | 07:44 Dibaca: 141   Komentar: 0   0

Menurut teori kontruktivisme, belajar merupakan proses untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata dari lapangan. Artinya, siswa akan lebih cepat memiliki pengetahuan jika pengetahuan itu dibangun atas dasar realias yang ada di dalam masyarakat. Hal-hal yang dapat kita simpulkan dari teori ini yaitu sebagai berikut.

v Pengetahuan yang di dapat oleh siswa bersifat temporer dan selalu berubah

v Belajar merupakan pemaknaan pengetahuan sedangkan mengajar merupakan suatu proses menggali makna.

v Otak berfungsi sebagai alat menginterpretasi sehingga muncul makna yang unik.

v Si belajar bisa memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari walaupun ia belajar tentang pengetahuan yang sama dengan teman yang lainnya.

v Kitalah yang memberi makna terhadap realitas yang ada.

v Belaja dan pembelajaran tidak teratur.

v Si belajar dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas sehingga mereka cenderung lebih mandiri dan berani mencoba hal baru.

v Kebebasan merupakan unsur yang sangat esensial dalam belajar.

v Kegagalan atau keberhasilan, kemampuan atau ketidakmampuan dilihat sebagai interpretasi yang berbeda yang perlu dihargai.

v Kebebasan dipandang sebagai penentu keberhasilan.

v Kontrol belajar dipegang oleh si-belajar bukan oleh pembelajar.

v Tujuan pembelajaran menekankan pada penciptaan pemahaman, yang menuntut aktivitas kreatif-produktif dalam konteks nyata.

v Penggunaan pengetahuan secara bermakna bukan pemahaman saja.

v Mengikuti pandangan si-belajar.

v Aktivitas belajar dalam konteks nyata yaitu siswa benar-benar mengalami sendiri kejadian untuk dijadikan bahan belajar.

v Menekankan pada proses siswa dalam belajar bukan hasil dari belajar.

Teori ini sangat mengedepankan otak untuk berfikir dimana manusia memiliki struktur kognitif, dan semasa proses pembelajaran, otak akan menyusun segala pernyataan di dalam ingatan serta siswa akan mampu belajar secara mandiri dan tidak pasif lagi dalam belajarnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 5 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 6 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 7 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 8 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Resiko Terlalu Banyak Informasi Diri di …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 8 jam lalu

Semarak Pesta Rakyat Situ Bungur (Bingkai …

Agung Han | 9 jam lalu

Kenapa Lebih PD Dengan Bahasa Asing Dari …

Seneng | 9 jam lalu

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: