Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Erna Dwi Jayanti

saya adalah mahasiswa tansfer PGSD UNS tahun 2010/2011.. saya ingin menjadi orang yang lebih baik… menjadi guru selengkapnya

Hubungan Seni, Kreativitas, dan Estetis pada Musik

OPINI | 01 November 2010 | 14:17 Dibaca: 384   Komentar: 0   1

Mempelajari seni khusunya seni musik dirasa memang mudah…tapi ternyata musik itu lebih sulit looh dari matematika…dalam musik ada matematika juga loh seperti menghitung notasi ½, ¼, 1/8, 1/16, dll.. di matematika ga ada pelajaran mengetuk..hya di musik sja kita mempelajari ketukan..mungkin bagi para seniman musik berpendapat lain tentang mempelajari musik..tapi tidak perlu dipermasalahkan…toh itu semua kembali pada diri kita.

Ternyata hubungan antara seni dengan kreativitas dan estetis khusus musik itu sangat erat, harus saling melengkapi dan membutuhkan. Untuk lebih jelasnya ada sedikit uraian singkat tentang hubungan seni kreativitas estetis khusus musik.

Kata “seni” adalah sebuah kata yang tidak asing dimana orang di pastikan mengenalnya, apa lagi untuk seorang guru, kadang kala seni itu dikatakan sulit dipelajari tapi semua itu kembali pada diri kita, setiap orang memiliki kadar pemahaman yang berbeda. Konon kata seni berasal dari kata “SANI” yang kurang lebih artinya “Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”. Mungkin memaknainya dengan keberangkatan orang/ seniaman saat akan membuat karya seni, namun menurut kajian ilimu di eropa mengatakan “ART” (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan.

Seni adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan fakta namun seni dikenal sebagai karya manusia yang dihasilkan dari imajinasi suatu karakter dalam pribadi manusia yang dikeluarkan yang menghasilkan rasa keindahan dan keharuan melalui perasaan dan pikiran sehingga menggerakan perasaan manusia yang memuasakan bagi seluruh lapisan usia dan berpotensi besar dalam pendidikan anak.

Sedangkan kreativitas adalah kelebihan dalam rasa yang dimiliki oleh setiap orang yang dituangkan dalam berbagai bentuk maupun cara. Setiap orang memiliki kreativitas yang berbeda-beda.

Kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru (bersifat inovasi, belum ada sebelumnya, segar, menarik, dan aneh), berguna (dapat memberikan kepuasan, praktis, memudahkan, memperlancar dan sebagainya) dan dapat dimengerti (dapat dibuat dalam kesempatan lain).

Jadi dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kelebihan dalam rasa yang dimiliki oleh setiap orang yang dituangkan dalam berbagai bentuk maupun cara melalui berkreasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan orisinal, serta fleksibel dalam berpikir.

Estetis sendiri umumnya dikaitkan dengan keindahan dimana keindahan akan menjadi sempurna jika keindahan itu diciptakan.

Musik merupakan suatu perbuatan dalam menghasilkan suara atau nada yang akan menunjukkan karakter yang diciptakan. Sehingga menimbulkan rasa senang maupun kagum, baik dinikmati sendiri maupun dalam kelompok orang.

Musik dapat mempertinggi perkembangan kreativitas, fisik, sosial, intelektual, dan emosi.

Sehingga menurut saya hubungan antara seni, kreativitas dan estetis khusunya pada musik sangatlah erat dimana musik itu merupakan seni yang dapat mempertinggi kreativitas dan memiliki estetika tersendiri. Mereka salaing mengisi dan melengkapi..musik tanpa seni,kreativitas dan estetis dirasa hambar bagaikan sayur yang ga pake garam maupun gula…gimana rasanya…???

Untuk memperkuat pendapat saya dalam buku H.Y Padmono (2003: 71-72) dapat dijelaskan keterhubungan kajian seni terhadap kreativitas. Untuk mencapai tahap kreativitas estetis melalui konsep pembelajaran melalui seni dicapai melalui tahap-tahap : (1) pengetahuan; pengetahuan merupakan dasar untuk menuju tingkat yang lebih sulit, (2) apresiasi; kepemilikan pengetahuan akan memberi kemampuan pada individu untuk mengapresiasikan seni, kemampuan apresiasi tidak mungkin dilakukan tanpa pengetahuan tentang apa yang akan diapresiasikan, (3) keterampilan; pengetahuan dan apresiasi akan mendorong individu untuk memiliki keterampilan, (4) kreativitas; berdasar pengetahuan, penghargaan, kesukaan (apresiasi), dan keterampilan akan mendorong individu untuk membuat, menyusun, atau menciptakan suatu karya. Proses tersebut berkembang secara terpadu, baik seni tari, drama, rupa, dan musik sehingga tercapai pengembangan kreativitas estetis.

Ini sekelumit pengetahuan yang saya tahu, dan menjadi tambahan pengetahuan bagi saya karena jadi tau hubungannya antara seni, kraetivitas, dan estetis khusus musik….semoga tidak hanya menjadi tambahan pengetahuan bagi saya tetapi bagi semua pembaca..

Terima kasih pak atas tugas yang bpk berikan sehingga kami jadi lebih mengenal dan mengerti tentang hubungannya antara seni, kraetivitas, dan estetis khusus musik…

NAMA : ERNA DWI JAYANTI

NIM : X7210043

KLS/SMSTR: A / V

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 17 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 18 jam lalu

Australia Siaga Penuh …

Tjiptadinata Effend... | 18 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 20 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34


HIGHLIGHT

Kepoisme Itu Paham? Pilihan Sikap? Atau …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Seraut nan Utuh …

Eko Kriswanto | 8 jam lalu

Ketika Lampard Mencetak Gol ke Gawang …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Lampard Pecundangi Mourinho …

Iswanto Junior | 8 jam lalu

Cinta dalam Bingkai Foto …

Cuzzy Fitriyani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: